Mimbar Jum’at: Istiqamah – Menjadikan Kebaikan Sebagai Kebiasaan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Melakukan kebaikan sekali mungkin terasa mudah, tetapi menjaga agar kebaikan itu terus berlangsung adalah perjuangan yang sesungguhnya. Banyak orang bersemangat di awal, namun berhenti di tengah jalan. Padahal, Allah Subḥanahu wa Ta‘ala lebih mencintai amalan yang dilakukan secara konsisten meskipun sedikit.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

«أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ»

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Istiqamah memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Dengan pertolongan Allah dan langkah yang tepat, setiap kebaikan dapat menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan kita.

1. Pasang tekad yang kuat dan niat yang ikhlas

Segala amal dimulai dari niat. Niat yang ikhlas akan menjadi bahan bakar yang menjaga semangat ketika rasa malas datang.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

«إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى»

“Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Selain niat yang ikhlas, dibutuhkan tekad yang kuat. Allah Ta‘ālā berfirman:

﴿فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ﴾

“Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah.” (QS. Ali ‘Imran: 159)

Jangan jadikan pujian manusia sebagai tujuan. Jadikan ridha Allah sebagai motivasi utama.

2. Mulailah secara bertahap, sedikit demi sedikit

Kesalahan yang sering terjadi adalah ingin berubah secara drastis dalam waktu singkat. Akibatnya, semangat cepat padam.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Menjadi Arsitek Jiwa - Membangun Keabadian dengan Takwa. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Islam mengajarkan prinsip bertahap dan berkesinambungan.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا﴾

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. al-Baqarah: 286)

Jika ingin membiasakan membaca satu juz Al-Qur’an setiap hari, jangan langsung memaksa diri. Mulailah dengan satu halaman sehari. Setelah terbiasa, tambahkan sedikit demi sedikit.

Contoh lainnya:

– Ingin rutin shalat tahajud? Mulailah dengan dua rakaat seminggu dua kali.
– Ingin rajin bersedekah? Sisihkan Rp2.000 atau Rp5.000 setiap hari.
– Ingin menghafal Al-Qur’an? Mulailah dengan satu ayat setiap hari.
– Ingin rutin membaca buku? Mulailah dengan lima halaman sehari.

Sedikit, tetapi terus dilakukan, akan menghasilkan perubahan besar.

3. Tingkatkan secara berkala

Setelah kebiasaan terbentuk, tingkatkan secara perlahan.

Jika pekan lalu membaca satu halaman Al-Qur’an setiap hari, pekan ini tingkatkan menjadi satu setengah halaman. Jika bulan ini bersedekah Rp5.000 per hari, bulan depan tambahkan sesuai kemampuan.

Allah Ta‘ālā berfirman:

﴿وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ﴾

“Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka dan menganugerahkan ketakwaan kepada mereka.” (QS. Muḥammad: 17)

Peningkatan kecil yang dilakukan terus-menerus jauh lebih baik daripada semangat besar yang hanya bertahan sesaat.

4. Letakkan target kebaikan di tempat yang mudah dijangkau

Lingkungan sangat memengaruhi kebiasaan.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ﴾

“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. adz-Dzāriyāt: 55)

Buatlah pengingat yang memudahkan kita untuk melakukan kebaikan.

Baca Juga :  MIMBAR JUMAT - Sudut Pandang dan Masalah. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron - MAJALAH NATAR AGUNG.

Contohnya:

– Letakkan Al-Qur’an di meja kerja atau di dekat tempat tidur.
– Tempelkan target hafalan di dinding kamar.
– Pasang alarm untuk waktu dhuha atau tilawah.
– Gunakan aplikasi pengingat dzikir.
– Simpan kotak sedekah di ruang keluarga.
– Berteman dengan orang-orang saleh yang saling mengingatkan.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

«الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ»

“Seseorang tergantung agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan dengan siapa ia berteman.” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

5. Gabungkan dengan aktivitas yang menyenangkan

Kebiasaan baik akan lebih mudah dilakukan jika dipadukan dengan aktivitas rutin yang kita sukai.

Contohnya:

– Saat berangkat kerja, dengarkan murattal Al-Qur’an atau kajian melalui earphone.
– Saat berolahraga, dengarkan hafalan ayat atau podcast Islami.
– Saat memasak, perdengarkan lantunan Al-Qur’an.
– Saat menunggu antrean, gunakan waktu untuk membaca dzikir pagi dan petang.
– Saat berkendara, biasakan beristighfar dan bershalawat.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ﴾

“Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, maupun berbaring.” (QS. Ali ‘Imran : 191)

Ayat ini menunjukkan bahwa mengingat Allah dapat dilakukan dalam berbagai keadaan.

6. Buat rencana yang jelas dan terukur

Kebaikan yang tidak direncanakan sering kali hanya menjadi angan-angan.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ﴾

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah dipersiapkannya untuk hari esok.” (QS. al-Ḥasyr: 18)

Baca Juga :  MIMBAR JUMAT - Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Buatlah target yang spesifik dan dapat diukur.

Misalnya:

– Membaca Al-Qur’an dua halaman setiap hari setelah Subuh.
– Menghafal tiga ayat setiap pekan.
– Bersedekah setiap Jumat.
– Shalat tahajud minimal dua kali dalam sepekan.
– Menghadiri majelis ilmu dua kali setiap bulan.

Catat perkembangan kita dalam buku atau aplikasi agar dapat dievaluasi secara berkala.

Istiqamah bukan tentang melakukan hal besar sekaligus, melainkan melakukan hal kecil dengan konsisten.

Jangan meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Satu halaman Al-Qur’an yang dibaca setiap hari akan menjadi satu juz dalam sebulan. Sedekah kecil yang dilakukan terus-menerus akan menjadi amal yang besar di sisi Allah.

Yang terpenting bukan seberapa cepat kita berubah, tetapi seberapa lama kita mampu bertahan di jalan kebaikan.

Marilah kita memohon kepada Allah dengan doa yang sering dibaca Rasulullah shalallahu alaihi wasallam:

«يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ»

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. at-Tirmidzi)

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang istiqamah dalam ketaatan hingga akhir hayat. Aamiin. <>
✒️ Komiruddin Lc
☀️ Shobahul Khair
📚 Mimbar Jum’at

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini