nataragung.id – Yogyakarta – Lulusan Ma’had Aly memiliki kapasitas keilmuan dan memegang otoritas keilmuan dalam penguatan ekonomi syariah di Indonesia. Mereka memiliki cukup kompetensi untuk terlibat dalam pengembangannya, misalnya tradisi berpikir yang kuat dan penguasaan atas turats. Tidak lagi hanya sebagai penonton dan pemberi komentar.
Hal ini terungkap dalam acara Halaqah Penguatan Kurikulum Ma’had Aly yang melibatkan para mudir Ma’had Aly di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah, hasil kerja sama NU Online Institute dan Ma’had Aly Krapyak Ali Maksum, Yogyakarta di Bantul, Sabtu (27/6/2026).
Halaqah Penguatan Kurikulum terkait dengan ekonomi syariah, menurut Mudir Ma’had Aly Krapyak KH. Afif Muhammad, memberikan harapan dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan Ma’had Aly.
“Ini akan menyumbangkan gagasan untuk penguatan kurikulum ekonomi syariah di kalangan pesantren,” katanya.
Saat ini, menurut Afif, terjadi kesenjangan yang cukup lebar antara praksis ekonomi syariah dengan pengembangan dan pelaksanaan kurikulum di Ma’had Aly terkait dengan ekonomi syariah. Forum-forum diskusi mengenai kurikulum ini akan berkontribusi dalam mempersempit kesenjangan atau bahkan menghilangkan sama sekal. (MMD).
Keterangan Foto: Mudir Ma’had Aly Krapyak KH. Afif Muhammad saat berbicara dalam forum Halaqoh Peguatan Kurikulum Ma’had Aly di Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta di Bantul, Sabtu, 27 Juni 2026./Foto: Mukhotib MD.

