Mutiara Pagi: Keutamaan Niat yang Ikhlas dan Doa untuk Sesama. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – “Doakanlah kebaikan untuk orang lain, dan perbaikilah niat-niat kalian. Karena hati yang bersih dan niat yang tulus adalah jalan menuju keberkahan.”

Di zaman ketika rasa iri dan dengki mudah tumbuh, Islam justru mengajarkan kebalikannya. Seorang mukmin diperintahkan untuk mencintai kebaikan bagi saudaranya sebagaimana ia mencintai kebaikan untuk dirinya sendiri. Hati yang lapang tidak akan merasa sempit melihat orang lain mendapatkan nikmat. Sebaliknya, ia ikut bergembira dan mendoakan agar Allah menambah karunia kepada saudaranya.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Jangan Tinggalkan Al-Qur'an. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Ketika kita mendoakan kebaikan bagi orang lain dengan tulus, sesungguhnya kita sedang menanam kebaikan untuk diri sendiri. Sebab doa itu tidak akan sia-sia.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

“Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat berkata, ‘Aamiin, dan bagimu juga seperti itu.’” (HR. Sahih Muslim)

Selain itu, Islam juga mengajarkan agar setiap amal dibangun di atas niat yang ikhlas. Niat yang baik bukan hanya menentukan nilai amal di sisi Allah, tetapi juga menjadi sebab turunnya keberkahan.

Baca Juga :  Ramadhan Mubarak (30) : Perpisahan dengan Ramadhan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” (QS. Al-Qur’an)

Karena itu, marilah kita membersihkan hati dari iri dan dengki, memperbaiki niat dalam setiap amal, serta membiasakan diri mendoakan kebaikan untuk sesama. Jangan takut rezeki berkurang karena melihat orang lain bahagia. Rezeki setiap hamba telah diatur oleh Allah Yang Maha Pemurah. Hati yang dipenuhi keikhlasan akan lebih mudah menerima keberkahan daripada hati yang dipenuhi hasad.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Bahaya Tersembunyi di Balik Bunga Dunia. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Semoga Allah menjadikan hati kita hati yang bersih, lisan yang gemar mendoakan kebaikan, dan amal yang senantiasa ikhlas karena-Nya. Aamiin. (*/281).
WaAllahu A’lam

_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair
📚 Mutiara Pagi

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini