Heboh…!!! Seorang Staf Sekretariat Laporkan Ketua DPR Atas Dugaan Penganiayaan

0

nataragung.id,BONE – Seorang staf Sekretariat DPRD Kabupaten Bone berinisial YNS melaporkan Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, ke Polres Bone atas dugaan penganiayaan yang terjadi di lingkungan kantor DPRD setempat.
Dilansir dari Tribun Lampung, YNS mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone di Jalan Jenderal Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Rabu (22/7/2026).

Kepada awak media, YNS mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika dirinya mendapat tugas menyediakan kue untuk menjamu tamu yang datang ke DPRD Bone.
Setelah rombongan tamu pertama meninggalkan lokasi, YNS kembali diminta menyiapkan hidangan karena masih ada tamu berikutnya yang akan datang.
Ia kemudian menuju ruang penerima tamu atau lounge untuk memastikan ketersediaan kue. YNS mengaku hanya menanyakan keberadaan hidangan tersebut kepada petugas yang berjaga.
“Saya bertanya, mana lagi kuenya. Saya hanya memastikan karena itu memang disediakan untuk tamu. Kalau tamu datang tidak ada kue, nanti saya juga yang dimarahi,” kata YNS.
Namun, pertanyaan tersebut diduga disampaikan secara berbeda kepada Ketua DPRD Bone. YNS disebut-sebut telah melarang orang lain memakan kue yang disediakan.

Baca Juga :  Ricuh di UGM, Budiman Sudjatmiko Dievakuasi di Tengah Aksi Penolakan Mahasiswa

Tak lama setelah kembali ke ruang kerjanya, YNS menerima panggilan telepon dan diminta menemui Ketua DPRD Bone di kantin.
Saat tiba di lokasi, YNS mengaku belum sempat menyampaikan penjelasan. Namun, kue disebut langsung dihamburkan ke arah wajahnya.
“Baru saya duduk sebentar, saya belum sempat bicara satu kata pun, kue langsung dihamburkan ke muka saya,” ujarnya.
YNS juga mengaku kepala dan wajahnya disiram menggunakan air mineral. Setelah air di dalamnya habis, botol tersebut diduga dilemparkan ke arahnya.

Baca Juga :  Tahapan Proses Pemekaran Suatu Daerah Jika Ingin Menjadi Daerah Otonomi Baru. Oleh : SyahidanMh.

“Setelah habis airnya, botolnya langsung dilempar ke arah saya,” katanya.
Tidak berhenti sampai di sana, YNS menyebut sebuah botol sambal juga sempat dilemparkan ke arahnya. Lemparan itu tidak mengenai tubuhnya karena ia telah bergerak menjauh.
“Saya sudah agak jauh, jadi botolnya jatuh di bawah. Tapi menurut saya, tidak pantas diperlakukan seperti itu sebelum saya diberi tahu apa kesalahan saya,” ucap YNS.
Peristiwa tersebut dikabarkan terjadi sekitar pukul 15.00 WITA dan disaksikan sejumlah orang yang berada di area kantin DPRD Bone. Namun, menurut pengakuan YNS, tidak ada seorang pun yang berusaha menghentikan kejadian tersebut.
“Banyak orang di kantin, tapi tidak ada yang hentikan. Mereka hanya melihat saja,” tuturnya.
Setelah kejadian, YNS mengaku menangis dan membersihkan sisa kue yang menempel di wajahnya. Ia juga telah menjalani pemeriksaan visum sebagai bagian dari proses penyelidikan.
YNS berharap kasus tersebut diproses sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, apabila dirinya melakukan kesalahan, persoalan itu seharusnya diselesaikan melalui komunikasi yang baik.

Baca Juga :  Panitia Khusus Pemekaran Daerah, Undang Camat dan Perwakilan Kepala Desa serta BPD Calon DOB Bandar Negara

“Kalau memang saya salah, ajak saya bicara baik-baik. Jelaskan apa kesalahan saya. Jangan langsung diperlakukan seperti itu,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih mendalami laporan tersebut. Belum terdapat keterangan resmi dari Andi Tenri Walinonong mengenai tuduhan yang disampaikan YNS. Karena itu, seluruh pihak diminta tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah selama proses hukum berlangsung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini