nataragung.id – Natar – Ada jiwa yang gelisah, meski rumahnya megah. Ada hati yang resah, meski harta menumpuk tak sudah. Ada hidup yang terasa sempit, meski dunia seakan tunduk di kakinya.
Allah Subḥanahu wata’ala telah berfirman:
{وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا}
“Dan barang siapa berpaling dari mengingat-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit.”
(QS. Ṭāhā: 124)
Bila hati menjauh dari zikir, ia akan kehilangan cahaya. Bila telinga enggan mendengar ayat-ayat Allah, ia akan ditutup oleh bisingnya dunia.
Bila lisan kering dari ayat-ayat Al-Qur’an, maka dada pun akan kering, gersang, dan sesak.
Maka jangan heran bila jiwa terasa kosong di tengah keramaian.
Jangan heran bila dada terasa sempit meski peluang terbentang luas.
Karena ketenangan bukanlah milik dunia, melainkan milik hati yang selalu berdzikir dan dekat dengan Kalam-Nya.
Kembali pada Al-Qur’an, engkau akan menemukan pelipur.
Hidupkan zikir di hatimu, niscaya jiwamu menjadi lapang.
Dekatlah pada Allah, maka sempit akan berganti dengan kelapangan, resah akan berubah menjadi ketenteraman. (64).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

