nataragung.id – Natar – Ketika Allah mencintai seorang hamba, tanda kasih-Nya bukanlah kekayaan melimpah, kedudukan tinggi, atau pujian manusia. Akan tetapi, tanda cintanya Allah adalah ditanamkannya rasa cinta kepada ketaatan dalam hati sang hamba.
Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan menjadikan ia mencintai ketaatan.
Inilah nikmat terbesar, nikmat yang jauh lebih berharga daripada harta dan dunia: hati yang rindu shalat, jiwa yang tenang saat membaca Al-Qur’an, dan langkah yang ringan menuju majelis ilmu.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
﴿حَبَّبَ إليكُمُ الإيمَانَ وَزَيَّنَهُ في قُلُوبِكُم﴾
“(Dialah Allah) yang menjadikan kalian mencintai iman dan menghiasinya dalam hati kalian.” (QS. Al-Hujurāt: 7)
Maka, bila engkau mendapati hatimu condong kepada kebaikan, merasa bahagia dalam sujud, dan bersyukur ketika bisa beramal shalih, ketahuilah itu bukan semata usahamu, melainkan hadiah dari Allah, tanda bahwa Dia mencintaimu.
Sebaliknya, bila ketaatan terasa berat, ibadah seakan membebani, dan maksiat tampak indah, maka itu tanda hati sedang sakit, butuh diobati dengan taubat dan doa:
اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الإِيمَانَ، وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوبِنَا، وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ
“Ya Allah, jadikanlah kami mencintai iman, hiasilah iman itu dalam hati kami, dan jadikan kami membenci kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan.” (67).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

