nataragung.id – Natar – Kita sering merasa sedang memilih jalan hidup, padahal langkah kita hanyalah meniti garis takdir yang telah diguratkan jauh sebelum kita dilahirkan.
Ada tali-tali lembut tak kasat mata yang menuntun setiap langkah, mengarahkan kita menuju takdir yang tak pernah salah alamat.
Pintu yang tertutup bukan penolakan, itu hanyalah bukan pintumu.
Kepergian yang menyakitkan bukan kehilangan, itu hanyalah bukan takdirmu.
Penantian yang panjang bukan kesia-siaan, itu hanyalah waktu yang belum tiba.
Apa yang bukan untukmu akan menjauh, meski kau genggam sekuat tenaga.
Apa yang diciptakan untukmu akan datang, meski seluruh dunia mencoba menghalangi.
Sebab takdir tak pernah tersesat. Ia selalu menemukan pemiliknya.
مَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ، وَمَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ
“Apa yang menimpamu tidak akan meleset darimu, dan apa yang meleset darimu tidak akan menimpamu.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud):
Maka tenangkan hatimu, Jangan berperang dengan alur hidupmu sendiri.
Ridhalah, karena ada tangan Yang Maha Menata sedang menuntunmu.
Langit mungkin tampak sunyi, jalan mungkin berliku, tapi di balik semua itu, takdir sedang bekerja dalam keheningan,
mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih indah dari semua rencanamu. (88).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

