MIMBAR JUM’AT : Ketenangan yang Tak Dicuri Waktu. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Ada tiga pencuri yang kerap menyelinap ke dalam hati manusia: penyesalan atas masa lalu, kekhawatiran tentang masa depan, dan iri terhadap nikmat yang digenggam orang lain.

Mereka datang tanpa mengetuk, menjarah ketenteraman jiwa, hingga dada terasa sempit, dan cahaya batin pun redup.

Namun Allah, Sang Penenang segala hati yang gelisah, menawarkan jalan yang lembut, seperti embun menimpa dedaunan pagi.

Dalam firman-Nya yang suci, pada Surat Al-Baqarah ayat 277, Dia berfirman:

> “إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ”

Baca Juga :  MIMBAR JUM'AT : Kita Dan Taqdir. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, beramal saleh, mendirikan salat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhan mereka; tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

Inilah rahasia ketenangan yang sejati, bukan pada kenangan yang telah pergi, bukan pada bayangan masa depan yang belum terjadi, dan bukan pula pada apa yang ada di tangan orang lain.

Ketenangan ada pada iman yang hidup di dada, pada amal yang menjadi saksi antara kita dan Tuhan, pada sujud yang menenangkan jiwa, dan pada zakat yang memurnikan hati dari iri dan tamak.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Menjadi Arsitek Jiwa - Membangun Keabadian dengan Takwa. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Maka, jika engkau ingin bebas dari pencuri kedamaian itu, genggamlah kunci yang Allah berikan dalam ayat ini: iman, amal, salat, dan zakat.

Sebab orang yang beriman tak lagi menyesali masa lalu, karena ia yakin setiap takdir adalah pelajaran.

Ia tak takut masa depan, karena ia tahu Allah telah menulisnya dengan cinta.

Baca Juga :  MIMBAR JUM'AT Manisnya Madu Dunia. By Komiruddin Imron - MAJALAH NATAR AGUNG

Dan ia tak iri pada orang lain, karena ia percaya, rezeki telah dibagi dengan hikmah.

Tenanglah, wahai hati yang beriman. Karena Allah telah menjanjikan:
“Lā khaufun ‘alaihim wa lā hum yahzanūn”,
Tak ada takut, dan tak ada sedih bagi mereka. _•

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini