Mengenal Lebih Dekat 14 Tiyuh Pubian Marga Bukuk Jadi Berikut Sebarannya di Kabupaten Lampung Selatan dan Pesawaran

0

nataragung.id – Natar – Berbicara tentang Pubian Marga Bukuk Jadi, pasti kita langsung ingat
Tegineneng yang berada di aliran Sungai Way Sekampung. Namun perlu diketahui bahwa Pubian Marga Bukuk Jadi bukan hanya di Tegineneng saja, tapi sampai di Hajimena kecamatan Natar – Lampung Selatan.

Menurut Kanjeng Tuan Sebiyai (Ir. Safrizal, M.M.), wakil ketua Ikatan Masyarakat Adat Lampung Pubian Marga Bukuk Jadi (IMAL PMB) mengatakan ; Pubian Marga Bukuk Jadi adalah bagian tak terpisahkan dari Pubian Telu Suku (Batin Telu Suku) yang berasal dari Pubian di Lampung Tengah.

Pubian Telu Suku, sebab disebut Pubian, karena nenek moyang orang Pubian menyusuri tepian Way Pengubuan dan Hulu Way Pubian. Disebut ‘Telu Suku” karena Kelompok Lampung Pubian ini terdiri dari Tambapupus, Manyarakat, dan Bukuk Jadi.

Secara garis besar Pubian Marga Bukuk Jadi terdiri dari Buay Pukuk = Buay Tuan Kuasa banyak
bermukim di Khulung Helok (Rulung Helok). Buay Sejayik = Buay Khatu Sejagat banyak bermukim di Gedung Gumanti. Buay Sejadi = Buay Batin Dahulu di Bumi Agung yang saat ini termasuk dalam administrasi Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran.

Baca Juga :  Buku Seri Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah. Seri 7: Warisan Lisan dan Simbol — Hikmah di Balik Ungkapan Adat. Oleh: Mohammad Medani Bahagianda *)

Buay Kaji = Buay Pemukadinan banyak tersebar di Pemanggilan. Buay Khanja = Mikhakbatin
tersebar di Merak Batin. Dan Buay Sebiyai tersebar di Hajimena, yang saat ini termasuk dalam
administrasi Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. (Buku Handak II “Mengenal Adat Lampung Pubian” – Sayuti Ibrahim Kiyai Paksi, Yayasan Pubian Ragom-1995).

Sebaran Pubian Marga Bukuk Jadi lainnya yang berada di Kecamatan Natar ada di Desa Mandah, Haduyang, Banjar Negeri, Branti Raya dan Pakuwon Haji (Pakuwon Haji secara administrasi masuk dalam desa Hajimena). Sedangkan pada wilayah administrasi pemerintahan
kecamatan Tegineneng, Pubian Marga Bukuk Jadi tersebar di Desa Kejadian, Kota Agung dan Bandar Agung (Bandar Agung secara administrasi masuk dalam Desa Bumi Agung).

Berdasarkan cerita turun-temurun, Desa Haduyang, Banjar Negeri dan Beranti Raya berasal dari
Desa Rulung Helok. Kemudian dalam perkembangannya Hajimena melahirkan tiyuh adat Pakuwon Haji. Sementara Desa Kejadian berasal dari Gedung Gumanti dan Desa Kota Agung serta Bandar Agung berasal dari Desa Bumi Agung, kelima tiyuh tersebut masuk dalam wilayah administrasi
Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran.

Baca Juga :  Buku Seri: Adat Saibatin dan Pepadun, Dua Jalan, Satu Jiwa Lampung. Seri 10 , Warisan Nilai untuk Generasi Lampung. Oleh: Mohammad Medani Bahagianda *)

Kepaksian yang ada di Pubian Marga Bukuk Jadi ada lima (5) yaitu : Kepaksian yang berada di
Desa Rulung Helok, Desa Gedung Gumanti, Desa Bumi Agung, Desa Merak Batin dan Desa
Pemanggilan.

Hajjong Penyimbang Pubian Marga Bukuk Jadi.

Berdasar data sejarah dari kitab Kuntara Rajaniti, Hajjong Penyimbang Pubian Marga Bukuk Jadi adalah sebagai berikut :
* Hajjong Penyimbang Buay Sebiyai yang berada di Tiyuh Hajimena.
* Hajjong Penyimbang Buay Tuan Kuasa/Buay Pukuk yang berada di Tiyuh Rulung Helok.
* Hajjong Penyimbang Batin Ratu Lanang Sejagad/Sejaya, di Tiyuh Mandah.
* Hajjong Penyimbang Batin Dahulu Singa Danan/Sejadi di Tiyuh Kejadian – Tegineneng – Pesawaran.
* Hajjong Penyimbang Anak Tuha/Pemuka Dinan/Kaji = Pemanggilan
* Hajjong Penyimbang Ranja/Ranji di Tiyuh Merak Batin.

Organisasi Ikatan Masyarakat Adat Lampung Pubian Marga Bukuk Jadi (IMAL PMB).

Untuk menyatukan dan memper-erat silaturahmi dari seluruh masyarakat adat Pubian Marga Bukuk Jadi, sejak tahun 2000 lalu, para tokoh adat dari lima (5) Kepaksian dan enam (6) Hajjongan yang ada secara bersama-sama mencoba berhimpun dalam sebuah organisasi yang mereka beri nama Ikatan Masyarakat Adat Lampung Pubian Marga Bukuk Jadi (IMAL PMB).

Baca Juga :  Tradisi Menyambut Idul Adha di Masyarakat Adat Lampung. Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

Menurut Kanjeng Tuan Sebiyai, dibentuknya wadah ini dalam rangka menjaga adat-istiadat
khususnya di Pubian Marga Bukuk Jadi agar terus berkembang. “Saat ini banyak pendapat dari pemerhati budaya dan para peneliti, bahwa dua (2) dasa-warsa kedepan adat-istiadat Budaya Lampung kemungkinan akan punah, karena itu kami dari IMAL PMB akan sekuat tenaga
menjaga adat-istiadat budaya tersebut agar jangan punah atau paling tidak menunda proses kepunahannya,” ucap Kanjeng Tuan Sebiyai.

Berdasarkan data yang ada, saat ini kepengurusan IMAL PMB adalah :
* Ketua Umum : Angga Satria Pratama, S.I.Kom., M.B.A. (Tuan Penyimbang Marga)
* Wakil Ketua I : Ir. Safrizal, M.M. (Kanjeng Tuan Sebiay)
* Wakil Ketua II (Ketua Harian) : Rahmatullah Amin, SP, M.M. (Tuan Bandar Penyimbang)
* Sekretaris : Sapta (Ratu Tihang)
* Bendahara : Drs. H. Syahrudin, M.M. (Adik Batin)
Dilengkapi dengan beberapa seksi atau bidang.
Editor : SyahidanMh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini