MUTIARA PAGI : Hidup Adalah Madrasah. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Hidup adalah madrasah yang tersulit. Sebab ia memberikan ujian sebelum memberi pelajaran.

Hidup tidak pernah menunggu kita siap. Ia datang membawa ujian, lalu dari ujian itulah lahir pelajaran.

Berbeda dengan sekolah formal yang terlebih dahulu mengajarkan teori, kehidupan justru menguji keimanan, kesabaran, dan keikhlasan kita terlebih dahulu, baru kemudian menyingkap hikmah di baliknya.

Banyak manusia baru memahami makna sabar setelah dilanda musibah, baru mengenal syukur setelah kehilangan, dan baru belajar tawakal setelah semua jalan terasa buntu.

Allah Subḥanahu wata’ala menegaskan bahwa ujian adalah bagian pasti dari perjalanan hidup manusia:

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Kehidupan yang Sempit di Tengah Luasnya Dunia. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)

Ayat ini mengajarkan bahwa ujian bukan tanda kebencian Allah, melainkan sarana pendidikan Ilahi.

Ujian datang lebih dahulu, agar manusia naik derajatnya, membersihkan hatinya, dan menguatkan imannya. Tanpa ujian, manusia akan tetap berada pada kedangkalan makna hidup.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga mengingatkan bahwa beratnya ujian sebanding dengan kualitas iman seseorang:

أَشَدُّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ الصَّالِحُونَ، ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Keutamaan Bertasbih di Waktu Pagi dan Sore. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

“Manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi, kemudian orang-orang saleh, lalu yang semisal dengan mereka.” (HR. Tirmidzi)

Hadits ini menegaskan bahwa ujian adalah tanda perhatian Allah, bukan tanda kehinaan.

Para nabi, manusia terbaik, justru menghadapi ujian terberat, karena dari sanalah lahir keteladanan dan hikmah yang agung.

Maka, ketika hidup terasa berat, ingatlah bahwa kita sedang duduk di bangku madrasah kehidupan.

Jangan tergesa-gesa meminta pelajaran sebelum lulus dari ujiannya.

Bersabarlah, karena di balik setiap ujian tersimpan hikmah, dan setelah setiap kesulitan Allah siapkan pemahaman yang menenangkan.

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا • إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Baca Juga :  Buku Seri - Nengah Nyappur, Seni Merajut Silaturahmi dan Memperluas Pergaulan. Seri 7: Jejak Sang Biku di Puncak Pesagi. Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5–6)

Hidup memang madrasah yang tersulit, tetapi ia juga sekolah terbaik bagi jiwa yang ingin dekat dengan Allah. Ujian adalah pintu, dan pelajaran adalah hadiah bagi mereka yang sabar dan ridha. (KIS/130).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini