MUTIARA PAGI : Tadabbur Al-Qur’an: Kekuatan untuk Menunaikan Amal dan Menanggung Ujian. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Tadabbur Al-Qur’an dan pemahaman terhadap makna-maknanya bukan sekadar aktivitas intelektual, tetapi kebutuhan ruhani yang menghidupkan hati.

Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk dibaca dengan lisan, melainkan untuk direnungi agar ayat-ayatnya menjelma menjadi kekuatan dalam menjalani perintah Allah dan keteguhan dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup.
Allah Ta‘ala berfirman:

﴿وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا ۝ إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا﴾

“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang yang berat.” (QS. Al-Muzzammil: 4–5)

Ayat ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an adalah qawlan tsaqīlā, perkataan yang berat, bukan karena sulit dipahami, tetapi karena besarnya amanah, hukum, dan tanggung jawab yang dikandungnya.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Di Bukit A‘raf — Di Antara Dua Nasib. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Membaca dengan tartil dan tadabbur adalah cara agar hati dipersiapkan untuk memikul beban tersebut.
Allah juga menegaskan bahwa tujuan diturunkannya Al-Qur’an adalah agar ia direnungi:

﴿كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ﴾

“Ini adalah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh keberkahan agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya dan agar orang-orang berakal mendapat pelajaran.” (QS. Shād: 29)

Melalui tadabbur, Al-Qur’an menjadi cahaya yang menuntun langkah. Ia menguatkan tekad dalam ketaatan dan menenangkan jiwa saat menghadapi ujian. Allah berfirman:

﴿كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ﴾

“Demikianlah (Kami turunkan Al-Qur’an berangsur-angsur) agar Kami meneguhkan hatimu dengannya.” (QS. Al-Furqān: 32)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Dzikir - Sumber Keteguhan di Tengah Badai. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah sumber kekuatan dan petunjuk bagi manusia. Beliau bersabda:

«اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ»

“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim)

Dalam hadits lain, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

«وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ»

“Al-Qur’an itu menjadi hujjah bagimu atau hujjah atasmu.” (HR. Muslim)

Hadits ini mengingatkan bahwa Al-Qur’an yang dipahami dan diamalkan akan menjadi pembela, sedangkan yang diabaikan akan menjadi tuntutan. Oleh karena itu, tadabbur menjadikan seorang hamba lebih siap mengamalkan perintah Allah dan lebih sabar menghadapi kesempitan.

Baca Juga :  Ramadhan Mubarak (25) : Menguatkan Ukhuwah di Bulan Penuh Rahmat. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Maka, ketika hati lelah oleh beratnya amanah dan panjangnya ujian, kembalilah kepada Al-Qur’an. Tadabbur akan menghidupkan jiwa, menguatkan langkah, dan menjadikan beban terasa ringan karena dipikul bersama pertolongan Allah. (KIS/158).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini