RAMADHAN MUBARAK (16) : Menghindari Sia-Sia di Bulan Mulia. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Alhamdulillāhi Rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subḥanahu wata’ala yang masih mempertemukan kita dengan hari-hari Ramadhan.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, teladan dalam menjaga waktu dan lisannya.

Jamaah yang dirahmati Allah…

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan. Setiap detiknya bernilai pahala. Namun sayangnya, tidak sedikit yang justru menyia-nyiakan waktu di bulan mulia ini.

Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari hal-hal yang sia-sia. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Ketika Nikmat Menjadi Biasa. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Artinya, esensi puasa adalah menjaga diri dari dosa dan kesia-siaan.

Jamaah sekalian…

Allah Subḥanahu wata’ala memuji orang-orang beriman dengan firman-Nya:

وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

“Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.” (QS. Al-Mu’minun: 3)

Laghw adalah segala sesuatu yang tidak bermanfaat, obrolan kosong, perdebatan tanpa faedah, tontonan yang melalaikan, bahkan waktu yang dihabiskan tanpa tujuan.

Di era sekarang, kesia-siaan bisa hadir dalam bentuk:
– Berjam-jam scrolling tanpa arah
– Ghibah dan komentar yang menyakiti
– Hiburan berlebihan hingga melalaikan ibadah

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Menyeru Kebaikan, Menanggung Luka, dan Menjaga Kesabaran. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Padahal Ramadhan adalah waktu emas yang mungkin tidak akan kita temui lagi tahun depan.

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

“Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi)

Jika ingin Ramadhan kita berkualitas, maka ukurannya sederhana:
seberapa banyak kita meninggalkan yang sia-sia.
Gantilah waktu luang dengan:
– Tilawah Al-Qur’an
– Dzikir dan istighfar
– Membaca buku yang bermanfaat
– Membantu orang tua dan keluarga
– Bersedekah dan berbuat kebaikan

Jamaah sekalian…

Waktu adalah amanah. Ramadhan adalah kesempatan. Jangan sampai kita menyesal ketika Ramadhan berlalu dan amal kita sedikit.
Mari kita jaga lisan, jaga pandangan, jaga jempol, dan jaga waktu.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Manisnya Kesesatan yang Menipu Jiwa. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Semoga Allah Subḥanahu wata’ala yang menjadikan Ramadhan kita penuh nilai, bukan penuh kelalaian.

اللهم بارك لنا في أوقاتنا وأعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

Ya Allah, berkahilah waktu-waktu kami dan bantulah kami untuk berdzikir, bersyukur, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.
Amin ya Rabbal ‘alamin. (KIS/193)
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini