Mutiara Pagi : Manisnya Kesesatan yang Menipu Jiwa. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Sebuah ungkapan menyatakan :

الضلالة لها حلاوة في قلوب أهلها

“Kesesatan itu memiliki rasa manis di dalam hati para pengikutnya.”

Betapa sering jiwa ini terpedaya oleh sesuatu yang tampak indah, padahal hakikatnya adalah jurang yang dalam. Kesesatan tidak selalu datang dengan wajah yang menakutkan, tetapi justru dengan senyum yang memikat, dengan rasa yang manis, hingga hati pun merasa nyaman dalam keburukan. Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

(وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا)

Baca Juga :  Cekhita Lappung - Nasihat Mehayu: Tagan Dang Nge-khugi. Tulisan: Mang Kumir *)

“Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan senda gurau, serta mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia.”

Betapa banyak manusia yang mempermainkan agamanya, menjadikannya sekadar formalitas tanpa ruh, sekadar ucapan tanpa penghayatan.

Dunia datang menghias, membungkus kebatilan dengan kenikmatan sesaat, hingga hati terlena dan lupa akan tujuan sejati. Dan Allah Subḥanahu wata’ala kembali mengingatkan:

(أَفَمَن زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآهُ حَسَنًا)

“Maka apakah orang yang dijadikan terasa indah baginya perbuatan buruknya, lalu ia melihatnya sebagai sesuatu yang baik (sama dengan orang yang mendapat petunjuk)?”

Baca Juga :  RAMADHAN MUBARAK (7) : Menjaga Lisan di Bulan Ramadhan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Inilah puncak dari bahaya kesesatan, ketika dosa terasa nikmat, ketika keburukan tampak sebagai kebaikan. Hati yang telah terbalut oleh tipuan dunia tidak lagi mampu membedakan antara cahaya dan kegelapan.

Karenanya, Jangan kita tertipu oleh manisnya kesesatan, karena manis itu hanyalah sesaat, sedangkan akibatnya adalah penyesalan yang panjang.

Mari kita kembali kepada kebenaran, meski terasa berat di awal, karena di situlah letak ketenangan yang hakiki. Sebab hidayah tidak selalu terasa mudah, tetapi ia pasti membawa keselamatan. Sedangkan kesesatan terasa ringan, namun ia menyeret kepada kehancuran.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Pola Makan, Cermin Syukur: Investasi Kesehatan Seumur Hidup. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Semoga Allah menjaga hati kita dari tipuan yang memalingkan, dan menghiasi jiwa kita dengan keindahan iman yang sejati. (227)
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

#KIS
#Shobahul_khair
#Mutiara_pagi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini