nataragung.id – Yogyakarta – Serangan Amerika-Israel terhadap Iran masih belum jelas kabar terkahir. Tidak tersedia sumber informasi yang pasti kecuali dari media resmi masing-masing pihak. Sehingga bisa dibayangkan informasi ini bisa jadi, bisa kepentingan masing-masing.
Hampir seluruh platform media sosial dipenuhi dengan berbagai informasi mengenai konflik itu. Namun, kita tentu bisa menangkap dengan jelas bagaimana pun unggahan itu patut diduga sebagian besar merupakan hasil dari kerja AI.
Akhirnya, karena ragam kebingungan tak ada sumber yang pasti, begitupun dengan media mainstream sebagiannya mengutip dari keterangan berbagai platform dari masing-masing negara.
“Kita jadi mati rasa,” kata Yuk Nah. Tangannya tetap sibuk menyediakan berbagai minuman dan makanan untuk pelanggannya.
“Kita diombang-ambingkan informasi yang tak pasti. Padahal setiap serangan di baliknya pasti ada korban manusia dan kerusakan berbagai fasilitas,” lanjut Yuk Nah.
Ia mengatakan saat ini bisa jadi sudah banyak orang yang menganggap serangan itu seperti permainan atau game saja. Menikmati dengan penuh deg-degan, tetapi sedikit terselip rasa senang, dan terus berharap peristiwa itu terulang.
“Jadi bagaimana yang seharusnya?” kataku berharap mendapatkan pencerahan dari Yuk Nah.
Nah, katanya, media-media harus mulai menyiarkan program-program analisis kritis. Program ini akan membantu masyarakat memahami peta yang sesungguhnya terjadi.
“Ini akan menjawab kebingungan publik,” kata Yuk Nah.
Kulihat ia langsung membawa bagi sesak dengan pesanan para pelanggan. (*/19)
*) Penulis adalah : Jurnalis dan peneliti senior pada Adicita Swara Publika (ASP) Yogyakarta.

