Mimbar Jum’at : Di Bawah Naungan Arsy, Saat Tak Ada Lagi Tempat Berlindung. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pesawaran – Hari itu…
langit seakan runtuh dalam diam.
Matahari didekatkan hingga keringat manusia menenggelamkan dirinya sendiri.
Tidak ada pepohonan. Tidak ada bangunan. Tidak ada bayangan. Kecuali satu: naungan dari Allah.

Dan di tengah kegelisahan itu, ada jiwa-jiwa yang teduh, yang tidak gemetar seperti yang lain,
yang tidak panik seperti kebanyakan manusia. Mereka adalah orang-orang pilihan, yang telah disebutkan oleh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam dalam sabdanya:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ، يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: إِمَامٌ عَادِلٌ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ، اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ، فَقَالَ: إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا، فَفَفَاضَتْ عَيْنَاهُ”

Baca Juga :  MIMBAR JUM'AT : Kemuliaan dalam Bekerja, Kehinaan dalam Meminta. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam bersabda:
“Ada tujuh golongan yang akan Allah naungi dalam naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:
Pemimpin yang adil. Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah. Seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, mereka berkumpul dan berpisah karena-Nya. Seorang laki-laki yang diajak (berbuat maksiat) oleh wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, lalu ia berkata: ‘Aku takut kepada Allah’. Seseorang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya. Seseorang yang mengingat Allah dalam kesendirian hingga kedua matanya berlinang air mata.”

Baca Juga :  MIMBAR JUM'AT : Harga Sebuah Petunjuk. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Sebuah renungan yang menggetarkan jiwa. Mereka bukan manusia tanpa dosa, bukan pula malaikat yang tak pernah salah. Namun mereka adalah orang-orang yang memilih Allah
di saat kebanyakan manusia memilih dunia.
– Pemimpin yang adil, di saat kekuasaan mudah disalahgunakan.
– Pemuda yang taat, di saat syahwat begitu menggoda.
– Hati yang terpaut ke masjid, di saat dunia menawarkan sejuta kesibukan.
– Cinta karena Allah, bukan karena kepentingan, bukan karena keuntungan.
– Menolak maksiat, padahal pintu itu terbuka lebar tanpa penghalang.
– Bersedekah diam-diam, tanpa butuh pujian, tanpa ingin dikenal.
– Dan menangis dalam sepi, saat tak ada yang melihat, kecuali Allah.

Baca Juga :  KHUTBAH JUM'AT : Ukuran Keberhasilan yang Sejati. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Maka hari ini, sebelum hari itu datang, tanyakan pada diri kita:
Apakah hati ini sudah memiliki tempat di bawah naungan itu?. Ataukah kita masih sibuk membangun naungan semu di dunia yang akan lenyap saat kiamat tiba?
Karena pada akhirnya, yang kita cari bukanlah tempat di dunia, tetapi tempat berteduh kelak di akhirat. (KIS)

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini