Mutiara Pagi : Di Ujung Sempit, Ada Cahaya. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Ada saatnya langkah terasa berat, jalan yang terbentang kian menyempit, seolah tak tersisa celah untuk berharap, hingga hati berbisik lirih: “Masih adakah jalan keluar?”

Namun, di detik yang tak terduga, Allah hadirkan pertolongan-Nya, cepat, lembut, dan menenangkan
seperti angin sejuk yang menyapa jiwa
setelah lama terkurung dalam sesak.

Lihatlah Hajar…
berlari antara Shafa dan Marwah, dengan hati penuh cemas, dengan langkah yang tak mengenal lelah. Ia mencari… ia berharap… ia bertawakal.
Dan ketika semua daya telah tercurah, Allah tidak menurunkan air dari langit, melainkan memancarkannya dari bumi, tepat di bawah kaki anaknya.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Tangga dari Batu Kehidupan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Zamzam pun mengalir, bukan hanya untuk menghapus dahaga saat itu, tetapi menjadi saksi bahwa pertolongan Allah
tak pernah terlambat, dan tak pernah salah tempat.

Wahai hati yang sedang diuji…
ketahuilah, kesulitan bukanlah akhir, ia hanyalah jalan menuju kedekatan dengan-Nya.

Apa yang hari ini terasa berat, esok akan menjadi cerita, dan mungkin, menjadi penguat bagi orang lain.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Ajal yang Mengepung, Angan yang Memanjang. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Maka jangan putus asa, jangan lelah berharap dan jangan berhenti berdoa. Karena menanti pertolongan-Nya
adalah ibadah yang paling sunyi,
namun paling dicintai, yang menghadirkan ketenangan
di tengah gelisah yang tak terucap. (215).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

Baca Juga :  Ramadhan Mubarak (24) : Ramadhan sebagai Madrasah Kehidupan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

#KIS
#SHOBAHUL_KHAIR
#MUTIARA_PAGI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini