nataragung.id – Natar – Rasulullah Saw pernah membuat sebuah gambaran sederhana namun penuh makna. Beliau menggambar sebuah kotak, lalu sebuah garis di tengah, lalu garis panjang yang keluar darinya, lalu garis-garis kecil yang mengelilinginya. Lalu beliau bersabda:
«هَذَا الإِنسَانُ، وَهَذَا أَجَلُهُ مُحِيطٌ بِهِ، وَهَذَا الَّذِي خَارِجٌ أَمَلُهُ، وَهَذِهِ الْخُطَطُ الصِّغَارُ الأَعْرَاضُ، فَإِنْ أَخْطَأَهُ هَذَا نَهَشَهُ هَذَا، وَإِنْ أَخْطَأَهُ هَذَا نَهَشَهُ هَذَا» (رواه البخاري).
“Ini adalah manusia, dan ini adalah ajalnya yang mengepungnya. Adapun garis panjang yang keluar adalah angan-angannya. Sedangkan garis-garis kecil itu adalah berbagai musibah dan cobaan. Jika ia luput dari yang ini, maka yang lain akan mengenainya; dan jika ia lolos dari yang lain, maka yang berikutnya akan mencengkeramnya.”
Inilah hakikat hidup kita. Ajal mengepung dari segala arah. Angan-angan memanjang menipu diri. Musibah dan cobaan silih berganti.
Kita sering merasa waktu masih panjang. Kita masih berangan ingin ini dan itu. Padahal kotak ajal sudah mengurung. Tidak ada yang mampu keluar dari batas takdir Allah.
Allah swt berfirman:
وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًاۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ
“Dan tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang akan diusahakannya besok, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati.” (QS. Luqman: 34)
Maka Rasulullah Saw mengajarkan kita untuk memperpendek angan-angan, hidup sederhana, dan selalu siap menghadapi kematian yang bisa datang kapan saja.
Hadis ini mengingatkan: Ajal itu dekat, maka jangan lalai. Musibah itu pasti, maka jangan lengah. Angan-angan itu panjang, maka jangan tertipu.
Bila manusia sibuk dengan harapan dunia, ia akan melupakan persiapan akhirat. Namun orang beriman, meski membangun cita-cita, hatinya selalu siap bila ajal datang menyapa.
Rasulullah saw bersabda:
«كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ»
“Hiduplah di dunia seakan-akan engkau orang asing atau seorang musafir.” (HR. Bukhari)
Maka marilah kita perbanyak taubat, luruskan niat, dan siapkan bekal amal. Jangan sampai kotak ajal menutup rapat sedang kita masih sibuk dengan angan yang tak berujung. (48).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

