Enam Kejanggalan yang Akan Menimpa Umat Islam, Gus Mansyur: Di antaranya Masjid Sepi Jemaah

0

nataragung.id – Magelang – Rasulullah SAW mengabarkan umat Islam akan menemui enam perkara kejanggalan. Saat ini, kejanggalan itu sudah mulai tampak kebenarannya. Hal ini disampaikan Gus Mansyur dalam Kajian Majelis Tauhid (MaTa) Komunitas PPA Magelang dan jemaah Kajian Islam Setiap Sabtu (KISS) di Kompleks Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pandan Wangi Secang Magelang, Sabtu, 30 Mei 2026.

Gus Mansyur mengatakan enam situasi janggal itu pasti akan terjadi karena Nabi yang menyabdakannya, dan menyampaikan kepada para sahabat ketika itu. Bahkan saat ini, kejanggalan itu sudah mulai tampak atau terjadi dalam masyarakat Islam.

Baca Juga :  Kain Membentang, Kaki Ongkang-ongkang. Oleh : Mukhotib MD *)

“Masjid menjadi bangunan aneh. Berdiri dengan megah, membangunnya tidak sederhana, bahkan berada di tengah penduduk yang ramai. Namun, para penduduknya enggan salat berjemaah di masjid itu,” ujarnya.

Kejanggalan kedua, kata Gus Mansyur, saat ini sudah muncul fenomena Al-Qur’an yang menjadi janggal. Kaum muslimin senang sekali membeli Al-Qur’an, tetapi hanya menjadi koleksi di rumah mereka. Bahkan tidak jarang mereka membeli Al-Qur’an dengan pesan khusus, ada nama mereka di sampulnya, harganya juga tidak murah.

“Al-Qur’an hanya menjadi simbol, menjadi pajangan, sesekali saja dibaca. Bahkan sampai berdebudi rak buku,” ungkapnya.

Baca Juga :  Penguatan Kedaulatan Ekonomi Haji Indonesia, Perlu Koreksi Struktural

Ia menjelaskan kejanggalan ketiga fenomena umat Islam senang sekali menghafal Al-Qur’an. Sayangnya, hanya sebagian kecil umat Islam yang mempraktikkan ayat-ayat suci itu dalam kehidupan sehari-hari.

“Perkara janggal lainnya, adanya perempuan-perempuan salihah sementara suaminya tidak taat beragama. Sebaliknya, tidak sedikit laki-laki saleh, tetapi istrinya justru tidak dalam mengamalkan jaran-ajaran agama,” ujarnya.

Kejanggalan terakhir, jelas Gus Mansyur, fenomena banyak orang alim dan hidup bersama masyarakat. Namun, warga masyarakatnya ternyata tidak mau mendengarkan ajaran-ajaran agama yang disampaikannya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komunitas PPA (Pola Pertolongan Allah) Magelang Purwanti mengatakan kajian kolaborasi ini akan terus dilakukan Sabtu terakhir setiap bulan.

Baca Juga :  PAUD Pandan Wangi Magelang, Melatih Kepedulian Sosial Sejak Dini

“Kajian semacam ini bertujuan untuk membumikan tauhid sebagai solusi hidup,” katanya. (MMD).

Keterangan Foto: Gus Mansyur, saat berbicara dalam forum Majelis Tauhid (MaTa) kolaborasi Komunitas PPA Magelang dan Kajian Islam Setiap Sabtu (KISS) di Kompleks Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pandan Wangi, Secang, Magelang, Sabtu (30/05/2026)./Foto: Mukhotib MD.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini