Mutiara Pagi: Keutamaan Puasa Bulan Muharram, Khususnya Puasa 10 Muharram (Hari Asyura). Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Segala puji bagi Allah Subḥanahu wata’ala yang telah melimpahkan berbagai musim kebaikan kepada hamba-Nya. Di antara bulan yang dimuliakan Allah adalah bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus salah satu dari empat bulan haram yang memiliki keutamaan istimewa.

Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu.” (QS. At-Taubah: 36)

Para ulama menjelaskan bahwa empat bulan haram tersebut adalah Dzulqa‘dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, seorang mukmin dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

Muharram: Bulan Allah yang Mulia

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memberikan kedudukan khusus kepada bulan Muharram dengan menyandarkannya kepada nama Allah.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Muslim no. 1163)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Kasih Sayang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bagi Umatnya. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Hadis ini menunjukkan bahwa memperbanyak puasa sunah di bulan Muharram merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Semakin banyak seorang hamba berpuasa pada bulan ini, semakin besar pula harapan untuk meraih pahala dan kedekatan kepada Allah.

Namun, di antara seluruh hari di bulan Muharram, terdapat satu hari yang memiliki keutamaan sangat besar, yaitu hari Asyura.

Keutamaan Puasa Hari Asyura (10 Muharram)

Hari Asyura adalah tanggal 10 Muharram. Hari ini memiliki sejarah agung, yaitu hari ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa ‘alaihis salām dan kaumnya dari kejaran Fir‘aun.

Dari Ibnu Abbas, beliau berkata: Ketika Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tiba di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Beliau bertanya:

مَا هَذَا؟

“Apa ini?”

Mereka menjawab: “Ini adalah hari yang baik. Pada hari ini Allah menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari itu.”

Maka Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ

“Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.”

Lalu beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa.(HR. Al-Bukhari no. 2004 dan Muslim no. 1130)

Keutamaan terbesar puasa Asyura dijelaskan dalam hadis berikut.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Ucapkanlah, Namun Dengan Cinta Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Dari Abu Qatadah al-Ansari, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Yang dimaksud dengan dosa-dosa yang dihapus adalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar, maka memerlukan taubat yang sungguh-sungguh.

Anjuran Berpuasa Tanggal 9 dan 10 Muharram

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tidak ingin menyerupai kebiasaan orang-orang Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Karena itu, beliau bertekad untuk menambah puasa sehari sebelumnya.

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ

“Jika aku masih hidup hingga tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim no. 1134)

Berdasarkan hadis ini, para ulama menganjurkan agar puasa Asyura dilaksanakan bersamaan dengan puasa Tasu‘a, yaitu tanggal 9 Muharram.

Adapun tingkatan puasa Muharram yang paling utama adalah:
1. Berpuasa pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram.
2. Berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.
3. Berpuasa pada tanggal 10 dan 11 Muharram.
4. Berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja.

Semakin sempurna pelaksanaannya, semakin baik dan semakin jauh dari sikap menyerupai kebiasaan ahli kitab.

Baca Juga :  RAMADHAN MUBARAK (18) : I’tikaf: Diam yang Menghidupkan Hati. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Hikmah Puasa Asyura

Puasa Asyura mengajarkan banyak pelajaran berharga, di antaranya:

– Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat dan pertolongan Allah.

– Menghidupkan sunnah para nabi.

– Mengingat bahwa kemenangan selalu berpihak kepada orang-orang beriman.

– Menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum memperbaiki diri.

– Memperbanyak amal saleh di bulan yang dimuliakan Allah.

Sebagaimana Allah telah menyelamatkan Nabi Musa ‘alaihis salam dari kezaliman Fir‘aun, demikian pula Allah akan memberikan pertolongan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan bersabar.

Semoga Allah Subḥanahu wata’ala memberikan taufik kepada kita untuk menghidupkan bulan Muharram dengan memperbanyak ibadah, terutama puasa Tasu‘a dan Asyura, serta menerima seluruh amal kebaikan kita.

اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, bantulah kami untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan sebaik-baiknya kepada-Mu.” Aamiin. (*/277)
WaAllahu A’lam

_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair
📚 Mutiara Pagi

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini