Jawa Barat Akan Ganti Nama Tatar Sunda, Lampung Ikutan? Oleh: Semacca Andanant

0

nataragung.id – Lampung – Kabar teranyar dan menggembirakan datang dari Tatar Sunda. Siapapun pasti bangga bila mendengar kabar ini. Karena usaha dan perjuangan ini sudah cukup panjang dan berlangsung cukup lama. Kini hampir saja menjadi kenyataan dan akan segera terealisasi.

Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda memasuki tahap baru setelah seluruh fraksi DPRD Jawa Barat menyatakan persetujuan untuk melanjutkan usulan tersebut ke proses legislasi. Usulan ini didasarkan pada pertimbangan historis, budaya, dan identitas lokal, dengan tujuan memperkuat jati diri masyarakat Sunda sekaligus mendorong penggunaan nama-nama khas daerah dalam berbagai aspek, termasuk kawasan, gedung, hingga calon daerah otonomi baru.

Selanjutnya, usulan perubahan nama Jawa Barat menjadi Tatar Sunda akan melalui penyempurnaan naskah akademik, pembahasan di DPRD, serta memerlukan persetujuan pemerintah pusat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga tengah mengkaji aspek filosofis, sosiologis, ekonomi, dan yuridis sebagai dasar pengambilan keputusan dalam proses perubahan nama provinsi tersebut.

Baca Juga :  P3KBN Kirim Surat ke Pj Gubernur Permohonan Hibah Tanah Untuk Perkantoran Bandar Negara

Mengetahui kabar provinsi Jawa Barat akan berganti nama menjadi provinsi Tatar Sunda, pikiranku spontan terhubung ke daerah Bumi Ruwa Jurai, provinsi Lampung. Apakah didaerah Lampung bisa? Kenapa harus begitu? Iya ialah, karena provinsi Lampung sudah sangat memprihatinkan. Tanah bertuah yang memiliki histori yang cukup panjang hilang seketika terkubur oleh kolonisasi dan dilanjut oleh transmigrasi. Dan bumi Lampung itu serasa seperti baru diciptakan Tuhan ketika memasuki tarikh 1905.

Kalau anda tidak percaya, bumi Lampung itu seperti baru diciptakan tuhan ketika memasuki abad 20, datanglah ke Lampung. Disana kalian sulit sekali menemukan nama-nama daerah “tuha” yang memiliki histori yang cukup panjang dan penuh makna. Mulai dari nama-nama desa, kecamatan, kawasan bahkan nama kabupaten. Semua serba baru dan beraroma pulau Jawa. Kalau pun sudah ada nama daerah tersebut akan diperbaharui tanpa mengikat histori lama. Atau nama lama akan dikerdilkan sehingga histori dan kharismatiknya hilang tanpa kesan.

Baca Juga :  Inisiator Pemekaran Calon DOB Natar Agung Beri Mandat Penuh Kepada Panitia Bandar Negara Memperjuangkan Pemekaran

Lha kok bisa demikian? Karena ketika kolonisasi dan transmigrasi berlangsung, kuat dugaan saya, memang ada unsur kesengajaan. Bukan manusianya saja yang bermigrasi tetapi nama-nama daerahnya pun ikut bermigrasi ke Lampung. Sehingga kalau kita berkeliling bermain ke Lampung serasa bukan di daerah Lampung melainkan di pulau Jawa dan Bali. Ditambah lagi bahasa dan budaya sehari-hari sangat kental tak ubahnya di pulau Jawa. Belum juga banyak berdiri monumen (tugu) dan arsitektur bergaya Jawa dan Bali. Jadi tidak heran kalau orang menduga Lampung itu adalah Jawa.

Coba nama desa atau daerah Jawa mana yang tidak ada di Lampung? Semua hampir ada, mulai dari Bagelen, Wonosobo, Sukoharjo, Banyumas, Purbolinggo, Pekalongan dan masih banyak yang lainnya. Apa gak lucu ini? Apa tidak menimbulkan masalah? Atau memang disengaja biar terkesan Lampung itu jawa? Atau juga Lampung itu tanah kosong tak bertuan tadinya? Induh kidah wee, podor huluku kak ngangonko ano.

Baca Juga :  Polisi Gagalkan Penyelundupan 122,51 Kg Sabu. Untuk Kelabui Petugas di Samarkan Dibawah Tumpukan 8 Ton Jengkol

Yang jelas, saya berharap sangat semoga saja ada para pemerhati, budayawan dan penggiat yang peduli akan Lampung. Mereka menyuarakan perubahan dan perbaikan nama-nama daerah itu. Mampu mengembalikan marwah nama-nama besar daerah yang ada di Lampung. Dan menata ulang nama-nama yang kurang layak. Sehingga daerah Lampung itu benar-benar beraroma Lampung. Bolehlah untuk nama-nama desa diimpor dari luar Lampung. Tapi untuk nama kecamatan, kota dan kabupaten jangan. Karena nanti akan timbul polemik tentang alamat suatu daerah. Bisa juga menjadi konflik yang tak dinyana. Jawa Barat saja bisa masa Lampung enggak bisa? (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini