Mutiara Pagi: Mulailah… Sebab Pertolongan Allah Berjalan Bersama Langkah Pertamamu. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Ada manusia yang sepanjang hidupnya hanya menjadi penonton bagi cita-citanya sendiri. Bukan karena ia tidak mengetahui jalan menuju kebaikan, tetapi karena ia terus menunggu hatinya siap melangkah. Ia menjadikan perasaan sebagai pemimpin, padahal perasaan adalah makhluk yang paling mudah berubah.

Ia berkata, “Nanti ketika hatiku tenang, aku akan membaca Al-Qur’an.” Ia berkata lagi, “Jika semangat itu datang, aku akan bangun malam.” Ia berjanji, “Bila pikiranku telah jernih, aku akan mulai berdakwah, menulis, belajar, dan memperbaiki diri.”

Namun hari-hari berlalu sebagaimana awan berlalu di langit; meninggalkan bayangan yang sebentar, lalu lenyap tanpa jejak. Sedang umur terus mengurangi dirinya, sebagaimana matahari mengurangi panjang bayang-bayang setiap petang.

Allah tidak meminta kepadamu agar engkau datang kepada-Nya dengan hati yang telah sempurna. Allah hanya meminta agar engkau datang. Sebab hati yang keras akan menjadi lembut ketika lama bersujud. Jiwa yang gelisah akan menjadi tenang ketika lama berdzikir. Mata yang berat menangis akan menjadi bening ketika lama membaca firman-Nya.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Sedikit Yang Dawam Lebih Baik Dari Banyak Yang Terputus. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Jangan menunggu cahaya untuk berjalan. Berjalanlah, niscaya Allah akan menyalakan cahaya di hadapanmu.

Bukankah Allah telah berfirman:

﴿وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا﴾

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, sungguh akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al-‘Ankabut: 69).

Perhatikanlah… Allah mendahulukan mujahadah sebelum hidayah. Perjuangan lebih dahulu, kemudian petunjuk. Langkah lebih dahulu, kemudian pertolongan. Air mata lebih dahulu, kemudian ketenangan. Seakan-akan Allah berfirman kepada hamba-Nya, “Datanglah kepada-Ku walau tertatih-tatih, niscaya Aku akan menuntunmu hingga engkau mampu berlari.”

Itulah sebabnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda kepada seorang lelaki yang merasa berat menerima Islam:

أَسْلِمْ وَإِنْ كُنْتَ كَارِهًا

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Kita dan Kekurangan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

“Masuklah Islam, sekalipun engkau merasa enggan.”

Karena keikhlasan sering kali bukan pintu pertama sebuah amal, melainkan buah yang dipetik oleh orang yang tetap bertahan dalam amalnya.

Ketahuilah, setan tidak selalu mampu menghalangimu dari kebaikan. Tetapi ia sangat pandai membuatmu menundanya. Ia tidak berkata, “Jangan membaca Al-Qur’an.” Ia hanya berbisik, “Besok saja.” Ia tidak berkata, “Jangan bertobat.” Ia hanya berkata, “Masih ada waktu.” Padahal ia mengetahui bahwa “besok” adalah negeri yang tidak pernah dihuni oleh siapa pun.

Maka jangan jadikan suasana hatimu sebagai kiblat perjalananmu. Jadikanlah ridha Allah sebagai arah langkahmu. Sebab hati yang mengikuti hawa akan selalu berubah bersama angin. Sedangkan hati yang mengikuti Allah akan tetap teguh meskipun badai menerpa.

Mulailah…

Sebab langkah pertama yang engkau ambil menuju Allah akan disambut oleh rahmat-Nya. Kesulitan yang hari ini terasa seperti gunung, esok akan menjadi jalan yang mudah dilalui. Amal yang mula-mula terasa berat akan berubah menjadi kenikmatan. Lidah yang dahulu berat berdzikir akan merasa asing jika sehari tidak menyebut nama-Nya.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Ridha dengan Takdir, Kunci Ketenangan Hati. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Jangan tunggu semangat datang.

Sebab semangat adalah tamu yang mencintai rumah-rumah yang telah dihuni oleh amal.

Mulailah…

Karena sering kali pertolongan Allah tidak turun sebelum langkah pertama diayunkan. Dan ketika engkau melangkah karena-Nya, engkau akan menyaksikan bahwa ternyata Allah telah lebih dahulu berjalan dengan rahmat-Nya untuk menyambutmu. (*/304).
WaAllahu A’lam

_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair
📚 Mutiara Pagi

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini