nataragung.id – Natar – Ada rasa takut yang tak selalu berakar dari keburukan, namun kadang ia tumbuh dari ketidaktahuan. Sebab manusia, pada hakikatnya, sering memusuhi apa yang belum ia pahami. Pepatah arab mengatakan,
الإنسان عدو ما جهل
Al-insanu aduwwu ma jahila
“Manusia adalah musuh bagi apa yang tidak ia ketahui.”
Ia mencurigai kebenaran yang asing di telinganya, menolak kebijaksanaan yang tak dikenal logikanya, bahkan mencela cahaya hanya karena tak pernah keluar dari gelap yang nyaman.
Betapa banyak kebenaran yang tertolak hanya karena belum sempat dijamah oleh akal yang tenang. Betapa sering kebaikan disalahpahami hanya karena berselimut bentuk yang tak biasa.
Ketidaktahuan adalah kabut pekat yang menutupi keindahan hakikat. Dan manusia, yang memilih diam dalam kabut itu, bisa jadi menjadi musuh bagi petunjuk, pengetahuan, bahkan bagi dirinya sendiri.
Padahal, ilmu bukanlah dinding yang menakutkan—ia adalah jendela yang membuka cakrawala, memberi warna pada kehidupan, dan menjernihkan prasangka yang selama ini menyesakkan dada.
Maka belajarlah, bukan hanya untuk tahu, tapi untuk memahami.
Dekatkanlah hati kepada ilmu, agar kita tidak menjadi musuh bagi cahaya yang sebenarnya ingin menyelamatkan. (23).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

