POLITIK BANTING PINTU. Oleh : Budi Setiawan

0

nataragung.id – Pak Jokowi sudah paham bahwa pada waktunya, PDIP bakal memecatnya, anak dan mantunya.

Pemahaman ini pasti dia dapat ketika Megawati tidak sepakat menggandengkan Prabowo sebagai Presiden dan Ganjar sebagai wakilnya setelah Puan gagal disandingkan karena approval rating dia yang jeblok.

Jokowi hanya yakin kepada Prabowo yang bisa meneruskan hasil kepemimpinan dia untuk visi Jokowi yakni Indonesia Emas 2045.

Karena itu, tidak heran jika Jokowi tidak marah namun lebih terlihat hati-hati menanggapi pemecatannya.

Dia juga paham.PDIP baru sekarang memecatnya karena nama Jokowi itu manjur semanjurnya di Pilpres, Pileg atau Pilkada.

Baca Juga :  Ksatria Hanya Tinggal Cerita Wayang. Oleh : Gunawan Handoko *)

Ada keyakinan bahwa jika PDIP memecat Jokowi dan keluarganya disaat Pilihan Raya, Sang Banteng langsung kebanting masuk jurang.
Hal yang sama bisa terjadi jika Jokowi yang mundur duluan.

Tapi itu tidak Jokowi lakukan. Dia membiarkan PDIP mendulang sedikit kemenangan ditengah reruntuhan kekalahan yang menyakitkan ketika pemilu dan Pilkada kemarin.

Dan ketika dipecat setelah perang bubat pemilu selesai, Jokowi hanya mengatakan :

Baca Juga :  Merebut Kembali Kota Bandar Lampung. Oleh : Gunawan Handoko *)

‘ .. Saya tidak dalam posisi untuk membela atau memberikan penilaian karena keputusan itu sudah terjadi. Nanti, waktu yang akan mengujinya, saya rasa itu saja,”

Tidak sediikitpun ada intonasi kemarahan atau kekecewaan. Yang mungkin diharapkan oleh para pihak yang setia atau para pihak yang benci Jokowi.

Tidak atau belum terlihat minat Jokowi dirikan partai politik sekaligus menasbihkan dirinya sebagai mantan Presiden yang tidak memiliki partai politik setelah mendiang Habibie.

Tapi itu nampaknya tidak masalah baginya karena sangat bisa jadi Jokowi punya pendirian ini :

Baca Juga :  Menghidupkan Kembali Kearifan Lokal Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

Time will heal..

Dan

Ketika kamu marah jangan banting pintu. Siapa tahu dikemudian hari kamu memerlukan pintu itu.

Atau orang yang buat kamu marah justru membuka pintu itu untuk kamu karena mereka tahu ketika marah dulu, kamu tidak membanting pintu itu. <>

Penulis adalah penggiat Medsos.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini