Bulan: Juli 2025

  • Tenaga Lini Lapangan Lampung Selatan Borong Penghargaan di Harganas 2025 Tingkat Provinsi

    Tenaga Lini Lapangan Lampung Selatan Borong Penghargaan di Harganas 2025 Tingkat Provinsi

    nataragung.id – Bandar Lampung – Sejumlah tenaga lini lapangan dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Lampung Selatan berhasil meraih berbagai penghargaan prestisius pada ajang Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 tingkat Provinsi Lampung tahun 2025.

    Penghargaan diberikan oleh BKKBN Perwakilan Provinsi Lampung dalam acara puncak Harganas yang digelar di Kantor BKKBN Provinsi Lampung, Jumat, 25 Juli 2025.

    Adapun penghargaan yang diraih antara lain:

    – Peringkat 1 Kategori Kader IMP Bangga Kencana

    – Peringkat 1 Kategori Pasangan KB Lestari 20 Tahun

    – Peringkat 2 Kategori PKB/PLKB Terbaik

    – Peringkat 3 Kategori Kader Tim Pendamping Keluarga

    Kepala Dinas PPKB Kabupaten Lampung Selatan, Rika Wati, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian tersebut. Ia menyatakan bahwa apresiasi dari BKKBN merupakan bentuk pengakuan terhadap dedikasi tenaga lini lapangan dalam menjalankan program kependudukan dan keluarga berencana di tingkat provinsi.

    “Semoga apa yang sudah kita raih menjadi penyemangat dan motivasi untuk kemajuan Kabupaten Lampung Selatan,” ujar Rika Wati.

    Rika Wati juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egy Pratama, atas dukungan dan bimbingannya terhadap program Bangga Kencana di wilayah tersebut.

    Lebih lanjut, Rika Wati berharap, penghargaan ini bisa menjadi motivasi bagi tenaga lini lapangan lainnya untuk terus meningkatkan kinerja mereka serta berkontribusi dalam pembangunan kependudukan dan keluarga berencana di daerah. (mara)

  • Ini Pesan Tegas Bupati Egi Kepada Mahasiswa An-Nur Lampung

    Ini Pesan Tegas Bupati Egi Kepada Mahasiswa An-Nur Lampung

    nataragung.id – Jati Agung – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan pesan penting kepada generasi muda untuk ikut ambil bagian dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

    Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam acara orientasi mahasiswa dan pembukaan perkuliahan Universitas An-Nur, Kecamatan Jati Agung, Jumat (25/7/2025).

    Di hadapan ratusan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan mahasiswa baru dari program S1, S2, dan S3, Bupati Egi menekankan pentingnya membentuk pribadi yang berpikir kritis, adaptif, serta memiliki semangat berkontribusi nyata untuk masyarakat.

    “Jadilah pribadi yang berpikir kritis dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Manfaatkan proses belajar sebagai bekal untuk memberi kontribusi nyata,” ujar Egi.

    Dalam pemaparannya, Bupati muda ini juga menyinggung berbagai tantangan strategis yang dihadapi bangsa ke depan, seperti rendahnya tingkat pendidikan, ketimpangan ekonomi, krisis iklim, hingga ancaman radikalisme dan disrupsi teknologi.

    Menurut Egi, di Lampung Selatan sendiri, sekitar 34 persen penduduk masih hanya lulusan SD, yang menunjukkan perlunya pemerataan kualitas SDM dan peningkatan literasi masyarakat.

    “Sekarang dunia bergerak sangat cepat. Banyak pekerjaan digantikan mesin. Mahasiswa harus jeli melihat arah perkembangan teknologi,” ucapnya.

    Tak hanya itu, Egi juga menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini, pemenuhan gizi anak, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dalam pendidikan modern.

    “Ilmu tanpa karakter itu berbahaya. Pendidikan harus menanamkan nilai Pancasila dan tetap adaptif dengan modernisasi dalam beragama,” lanjutnya.

    Sebagai penutup, Egi mendorong mahasiswa untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubahan.

    “Generasi emas bukanlah takdir otomatis, tapi hasil dari investasi dan komitmen kita hari ini. Jadilah pemimpin masa depan yang berbasis karakter, inovatif, dan peduli lingkungan sosial,” tegasnya.

    Acara tersebut menjadi momen reflektif sekaligus inspiratif bagi para mahasiswa untuk lebih sadar akan perannya dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia yang maju, adil, dan berdaya saing global di tahun 2045. (SMh)

  • Buku Seri Lampung Pubian Dalam Komunitas Pepadun Seri 3: Pembagian Lampung Pubian : Pubian, 2 Suku, 3 Suku, dan Bukuk Jadi Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

    Buku Seri Lampung Pubian Dalam Komunitas Pepadun Seri 3: Pembagian Lampung Pubian : Pubian, 2 Suku, 3 Suku, dan Bukuk Jadi Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

    nataragung.id – Bandar Lampung – Masyarakat Pubian merupakan bagian dari komunitas Pepadun, dengan akar sejarah yang merentang dari Sekala Brak, kemudian bermigrasi ke dataran tengah dan timur Lampung. Seiring perjalanan sejarah dan pertumbuhan demografis, terjadi pemekaran dan penyesuaian dalam struktur adat Pubian, baik karena faktor alamiah (perkembangan keluarga dan kampung) maupun faktor sosial-politik (kolonialisme, transmigrasi, dan dinamika administratif).

    Hasilnya, dikenal empat klasifikasi besar dalam masyarakat Pubian:
    1. Pubian Inti
    2. Pubian Dua Suku
    3. Pubian Tiga Suku (Telu Suku)
    4. Pubian Bukuk Jadi

    Pembagian ini tidak hanya menunjuk pada struktur suku atau garis keturunan, tetapi juga pada wilayah persebaran, tingkat otonomi adat, dan interaksi sosial di dalam dan luar komunitas Pubian.

    Pubian Inti adalah kelompok yang dianggap sebagai pusat asal-usul marga Pubian. Mereka merupakan pewaris langsung dari keturunan Pa’lang, salah satu dari lima putra Umpu Serunting yang disebut dalam Kuntara Raja Niti. Pubian inti dikenal sebagai penjaga tradisi murni, masih memegang kuat nilai-nilai adat dan menjalankan struktur kelembagaan Pepadun secara utuh.

    Ciri khas:
    * Terdapat di wilayah Padang Ratu, Kalirejo, dan Way Pengubuan (Lampung Tengah)
    * Menjaga sistem cakak pepadun dengan ketat
    * Ritual adat dan upacara masih dilakukan secara lengkap
    * Gelar adat diwariskan dan diberikan melalui prosesi begawi besar

    Pubian Inti menjadi rujukan adat bagi varian Pubian lainnya dalam hal pengesahan gelar, konsultasi adat, dan warisan budaya.

    Pubian Dua Suku adalah hasil pemekaran dari Pubian Inti yang terdiri atas dua jalur keturunan dominan, biasanya terbentuk karena pertumbuhan keluarga yang sangat besar di satu tiyuh sehingga diperlukan pemisahan struktur penyimbang atau pemangku adat.

    Wilayah persebaran utama:
    * Terusan Nunyai dan bagian selatan Lampung Tengah
    * Beberapa bagian Tulang Bawang dan daerah pinggiran Way Seputih

    Karakteristik:
    * Struktur adat mengikuti model Pepadun tetapi lebih sederhana
    * Terdapat dua penyimbang besar dalam satu tiyuh atau wilayah
    * Beberapa gelar diberikan berdasarkan hubungan kekerabatan lateral (kiri-kanan), bukan garis vertikal penuh
    * Upacara adat berskala sedang namun tetap berakar kuat pada nilai pi’il pesenggiri

    Pubian Dua Suku menjaga keseimbangan antara kelenturan struktural dan kedekatan genealogis dengan Pubian Inti.

    Pubian Tiga Suku atau dikenal dengan sebutan Pubian Telu Suku merujuk pada penggabungan tiga jalur suku besar yang membentuk satu sistem adat kolektif. Ini adalah bentuk sinergi dari tiga marga utama yang tetap menjaga otonomi masing-masing namun berada dalam satu kesatuan wilayah adat.

    Tiga suku utama tersebut adalah:
    1. Manyarakat (Minak Patih Tuha)
    2. Tambapupus (Minak Demang Lanca)
    3. Bukuk Jadi (Minak Handak Hulu)

    Lokasi utama:
    * Lampung Tengah bagian timur
    * Lampung Utara
    * Way Kanan

    Ciri khas:
    * Adat dijalankan secara bersama dalam bentuk konsensus tiga penyimbang besar
    * Pembagian wilayah (kecamatan atau tiyuh) berlandaskan perimbangan suku
    * Banyak terjadi dalam daerah-daerah yang dahulu merupakan sentra kolonial atau pos penghubung antar marga

    Mekanisme musyawarah dalam Pubian Telu Suku menekankan asas nengah nyampur dan semangat sakai sambayan secara fungsional.

    Pubian Bukuk Jadi merupakan salah satu perkembangan terbaru dalam struktur masyarakat Pubian. Bukuk Jadi awalnya adalah bagian dari Telu Suku, namun seiring dengan pertumbuhan masyarakat dan perpindahan penduduk (terutama ke wilayah selatan Lampung), kelompok ini mengembangkan struktur sosial sendiri dan menjadi komunitas adat yang kuat di wilayah urban dan semi-urban.
    Wilayah utama:
    * Natar dan Tegineneng (Lampung Selatan)
    * Mencakup 14 tiyuh (tiyuh) adat di 12 desa.

    Karakteristik:
    * Sistem adat dijalankan dalam konteks modern, menyatu dengan pemerintahan desa
    * Proses gelar dan upacara disesuaikan dengan kondisi sosial setempat
    * Terdapat fungsionalisasi lembaga adat: penyimbang juga berperan sebagai tokoh masyarakat dan keagamaan
    * Menjaga warisan adat sembari beradaptasi dengan mobilitas urban dan pendidikan modern

    Pubian Bukuk Jadi menjadi wajah baru dari komunitas adat yang mampu mempertahankan tradisi dalam masyarakat modern.

    Tabel Ringkasan Persebaran dan Ciri Khas.

    Kelompok Pubian.
    Wilayah Dominan Ciri Utama.
    Pubian Inti Padang Ratu, Kalirejo Tradisi utuh, pusat rujukan adat.

    Pubian Dua Suku Terusan Nunyai, Tulang Bawang.
    Pemekaran kekerabatan, struktur penyimbang ganda

    Pubian Tiga Suku Way Kanan, Lampung Tengah Timur. Kerjasama kolektif antar tiga suku utama

    Pubian Bukuk Jadi
    Natar, Tegineneng (14 tiyuh/12 desa) Adaptif, urban, tetapi menjaga gelar dan adat Pepadun

    Pembagian masyarakat Pubian menjadi empat kelompok besar adalah hasil dari perkembangan sejarah, mobilitas, dan kebutuhan sosial untuk mengelola struktur adat secara efisien. Meski memiliki perbedaan dalam struktur dan wilayah, semua kelompok Pubian tetap berakar pada satu nilai bersama: pi’il pesenggiri, sakai sambayan, nemui nyimah, dan adok juluk.

    Pubian Bukuk Jadi, sebagai perkembangan terbaru, adalah bukti bahwa masyarakat adat Pubian mampu beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan identitas leluhur. Dari hulu Skala Brak ke hilir Natar, masyarakat Pubian terus menjaga dan menafsirkan adat sebagai jalan hidup, bukan sekadar simbol sejarah. (*)

    *) Penulis Adalah Saibatin dari Kebandakhan Makhga Way Lima. Gelar Dalom Putekha Jaya Makhga, asal Sukamarga Gedungtataan, Pesawaran. Tinggal di Labuhan Ratu, Bandar Lampung.

  • MUTIARA PAGI : Waktu, Luka, dan Perubahan yang Pelan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

    MUTIARA PAGI : Waktu, Luka, dan Perubahan yang Pelan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

    nataragung.id – Natar Tak semua jiwa berubah secepat doa dilantunkan…
    Tak semua hati luluh seiring nasihat dilontarkan.
    Ada jiwa-jiwa yang terkurung dalam sifat lamanya,
    terperangkap dalam tabiat yang bertahun-tahun menjadi rumahnya.

    Kita sering lelah melihat mereka yang tak kunjung berubah.
    Kita gemas pada mereka yang terus saja jatuh pada kesalahan yang sama.
    Tapi… tidakkah kita pernah berpikir?
    Bahwa mereka pun mungkin sedang berjuang,
    dalam sunyi, dalam diam,
    dan,

    الوقت جزء من العلاج

    Al waktu juz’un minal ilaj

    “Waktu adalah bagian dari pengobatannya”

    Allah tidak menciptakan perubahan dalam sekejap.
    Nuh ‘alaihis salam berdakwah 950 tahun,
    dan kaumnya tetap membangkang.
    Nabi Musa butuh bertahun-tahun membimbing Bani Israil,
    dengan sabar dan berulang.

    Lalu siapa kita, yang ingin orang berubah dalam semalam?

    Sesungguhnya, perubahan itu seperti penyembuhan luka dalam,
    tak tampak dari luar, tapi berjalan pelan di dalam jiwa.
    Butuh waktu, butuh tangis di malam hari,
    butuh jatuh-bangun dalam taubat yang berkali-kali.

    Maka jika engkau melihat seseorang yang masih dalam keburukan,
    jangan hakimi dia dengan ujung matamu.
    Tapi doakan…
    karena bisa jadi, hari ini ia masih buruk,
    namun esok Allah membalik hatinya menjadi pemilik cahaya.

    Dan jika dirimu sendiri sulit lepas dari gelap masa lalu,
    jangan putus asa.
    Karena waktu adalah bagian dari penyembuhan.
    Dan Allah tak pernah terburu-buru menyempurnakan hamba-Nya.

    Biarkan waktu menyembuhkan…
    Biarkan waktu memperhalus kerasnya hati…
    Biarkan waktu menjadi saksi bahwa meski lambat,
    kau tetap berjalan menuju cahaya. (25).
    WaAllahu A’lam

    _____
    📚 H. Komiruddin Imron, Lc
    ✒️Shabahul_Khair

    *) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

  • Wajib Kamu Tahu! Tempat WiFi Publik Gratis dari Pemerintah Provinsi Lampung

    Wajib Kamu Tahu! Tempat WiFi Publik Gratis dari Pemerintah Provinsi Lampung

    nataragung.id, Bandar Lampung —- Kabar gembira bagi masyarakat Lampung! Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik menghadirkan layanan WiFi Publik Gratis yang bisa diakses masyarakat 24 jam nonstop tanpa password di berbagai lokasi strategis.

    Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Lampung untuk mendorong pemerataan akses informasi digital serta mendukung transformasi digital di ruang publik. Layanan internet gratis ini diharapkan menjadi solusi konektivitas bagi masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, mahasiswa, pekerja informal, hingga wisatawan.

    Lokasi WiFi Publik Gratis Pemerintah Provinsi Lampung:

    Beberapa titik lokasi yang telah tersedia WiFi Publik Gratis antara lain:

    • Area Stadion Pahoman & Kolam Renang
    • RSUD Abdul Moeloek (Farmasi, Pelayanan IT 2)

    • UPTD Samsat Rajabasa (Bag. Pelayanan IT 1)

    • Masjid Al Amin Pahoman (Selasar Masjid)

    • Area PKOR Way Halim (Gd A, Gd B, Sar Seni)

    • Lapangan KORPRI Kantor Gubernur

    • Green Sport Area (VIP IT 2, Tenis, Futsal)

    • Taman Gubernur, Foodcourt Komplek Gubernur

    • Halaman Perpustakaan Daerah Lampung

    • Halaman Museum Lampung

    • Masjid Agung Kalianda & Masjid Agung Taqwa Metro

    • Kantin/Foodcourt Perpustakaan dan Kearsipan

    • … dan lokasi publik lainnya.

    Akses Mudah Tanpa Password

    Layanan ini dapat langsung digunakan oleh masyarakat tanpa perlu memasukkan kata sandi atau registrasi khusus. Cukup berada di area jangkauan hotspot, WiFi publik akan terdeteksi secara otomatis di perangkat.

    Gunakan Secara Bijak dan Bertanggung Jawab

    Pemerintah Provinsi Lampung mengimbau seluruh pengguna untuk menggunakan fasilitas WiFi Publik ini secara bijak, menjaga etika berinternet, serta melindungi data pribadi dan privasi selama terhubung. Hindari mengakses situs ilegal, tidak etis, atau melakukan aktivitas yang melanggar hukum saat menggunakan jaringan publik.

    Dengan pemanfaatan yang baik, layanan ini dapat menjadi fasilitas bersama yang bermanfaat untuk mendukung produktivitas, pembelajaran, dan konektivitas masyarakat di era digital.

  • Dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dilingkungan Pemprov Lampung Dilantik

    Dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dilingkungan Pemprov Lampung Dilantik

    nataragung.id, Bandar Lampung — Atas nama Gubernur Lampung, Sekdaprov Marindo Kurniawan melantik dan mengambil Sumpah/Janji Jabatan 2 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, di Ruang Rapat Utama, Kamis (24/7/2025).

    Pelantikan ini didasarkan atas Keputusan Gubernur Lampung Nomor: 800.1.3.3/3806/VI.04/2025 tentang pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, yang ditetapkan di Bandar Lampung pada tanggal 24 Juli 2025 oleh Gubernur Lampung.

    Adapun 2 Pejabat yang dilantik adalah :

    1. Fitrianita Damhuri, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung dilantik menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung.
    2. Riski Sofyan, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung dilantik menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung.

    Dalam sambutan tertulis yang disampaikan Sekdaprov Marindo Kurniawan, Gubernur mengucapkan selamat kepada dua pejabat yang baru saja dilantik. Gubernur meyakini bahwa pejabat yang baru dilantik memiliki semangat dan integritas untuk melangkah bersama, dalam membangun Lampung yang lebih maju dan sejahtera.

    “Hari ini adalah titik awal dari amanah besar yang Saudara emban. Bukan sekadar jabatan, tapi tanggung jawab dan harapan masyarakat Lampung yang dititipkan di pundak Saudara,” kata Gubernur.

    Gubernur menegaskan bahwa tugas pemimpin bukan hanya merancang kebijakan, tapi memastikan bahwa kebijakan itu menyentuh kebutuhan masyarakat, memperbaiki kehidupan masyarakat, dan memberi harapan baru.

    “Saudara adalah pemimpin perubahan. Jabatan ini menuntut integritas yang tinggi, kepemimpinan yang bijaksana, serta komitmen tanpa batas untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik,” ujarnya.

    Selain itu, Gubernur juga menginginkan agar Pejabat yang dilantik dapat menjadi sosok teladan. Karena sejatinya, kepemimpinan adalah kemampuan untuk tetap maju di tengah tantangan, mengambil keputusan yang tepat, dan menginspirasi orang lain untuk ikut berubah dan bergerak bersama.

    “Saya ingin Saudara-saudara menjadi agen perubahan. Mari kita tunjukkan bahwa birokrasi kita bukan beban, tapi motor penggerak kemajuan. Mari bangun citra birokrasi Lampung yang modern, profesional, bersih, dan berpihak kepada rakyat. Jangan hanya memimpin dari balik meja, tapi pimpinlah perubahan langsung di lapangan,” tegas Gubernur.

    Di akhir sambutannya, Gubernur meminta para pejabat untuk membangun sinergi, kolaborasi, dan merawat semangat kebersamaan.

    “Jangan bekerja sendiri. Karena Lampung yang hebat hanya bisa kita wujudkan jika kita berjalan bersama, dengan satu niat dan satu semangat,” pungkas Gubernur.

    Editor  : Muhammad Arya

  • Grib Jaya Cup 2025 Resmi Bergulir: 30 Klub Bertarung, Total Hadiah Rp30 Juta dan Dukungan Tokoh Nasional

    Grib Jaya Cup 2025 Resmi Bergulir: 30 Klub Bertarung, Total Hadiah Rp30 Juta dan Dukungan Tokoh Nasional

    nataragung.id, Lampung Tengah — Semangat sportivitas dan persatuan bergema di Lapangan Poncowati, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, saat Open Cup Football Grib Jaya Cup 2025 resmi dimulai pada 15 Juli 2025. Turnamen prestisius ini diinisiasi oleh Grib Jaya Lampung Tengah, mempertemukan 30 klub sepak bola dari berbagai kecamatan se-Lampung Tengah, bahkan turut diramaikan oleh tim tamu dari Palembang.

    Tak sekadar ajang kompetisi, Grib Jaya Cup 2025 menjadi pesta rakyat yang menyuguhkan hiburan berkualitas, serta menggerakkan energi positif dari kalangan pemuda dan masyarakat.

    Kemeriahan turnamen semakin terasa dengan hadirnya Anggota DPD RI, Bustami Zainuddin, yang turut menyaksikan langsung laga sengit antara PERSETA (Tanjung Anom) melawan Kota Gajah FC. Kehadiran tokoh nasional ini menjadi bukti kuat dukungan terhadap kegiatan positif yang digagas oleh organisasi kemasyarakatan seperti Grib Jaya.

    Dalam wawancara eksklusif bersama awak media DGNews, Bustami menyampaikan apresiasinya,

    > “Kegiatan ini sangat positif dan patut dicontoh. Turnamen seperti ini tidak hanya menumbuhkan semangat sportivitas, tetapi juga mempererat tali silaturahmi masyarakat. Saya bangga dengan Grib Jaya Lampung Tengah di bawah kepemimpinan Andriansyah yang berhasil menghadirkan turnamen yang begitu meriah.”

     

    Tak hanya hadir, Bustami juga memberikan hadiah langsung kepada pencetak gol dari Kota Gajah FC, sebagai bentuk dukungan moral dan apresiasi terhadap talenta lokal.

    Tampak dalam suasana penuh keakraban, Bustami duduk bersama Kepala Kampung Poncowati, Abu Bakar Shiddiq, serta jajaran pengurus Grib Jaya lainnya. Mereka tampak antusias menyaksikan jalannya pertandingan sembari berbaur dengan masyarakat yang memadati area lapangan.

    Turnamen ini memperebutkan Piala Grib Jaya Cup 2025 dan uang pembinaan total senilai Rp30 juta, yang menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta untuk menampilkan permainan terbaik mereka.

    Dengan antusiasme tinggi dari masyarakat dan dukungan tokoh-tokoh penting, Grib Jaya Cup 2025 diharapkan menjadi agenda rutin tahunan yang mampu melahirkan bibit unggul sepak bola di Lampung Tengah serta mempererat sinergi antara masyarakat dan pemangku kepentingan.

    Editor  : Muhammad Arya

  • Bulan Agustus 2025, Lampung Akan Memiliki Kodam XX Radin Inten

    Bulan Agustus 2025, Lampung Akan Memiliki Kodam XX Radin Inten

    nataragung.id – Bandar Lampung Tanggal 10 Agustus 2025 akan menjadi sejarah, dimana Lampung akan memiliki Kodam yang bernama Kodam XX Radin Inten, dan akan ada pejabat baru yang akan dilantik sebagai Pangdam oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc.

    Dikutip dari newsanalis.com. Dengan berdirinya Kodam Radin Inten, menjadi awal pisahnya komando D
    daerah militer dari sebelumnya Kodam Sriwijaya ke kodam yang baru.

    Dasar atau tujuan pembentukan Kodam baru ini diharapkan dapat memperkuat pertahanan, mendukung pembangunan wilayah, dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Lampung dan Bengkulu.

    Dengan kehadiran Kodam baru banyak harapan dari tokoh-tokoh, politikus dan pengamat serta akademisi.

    Komentar dan harapan salah satunya datang dari seorang tokoh Lampung sekaligus Sekretaris Yayasan Alfian Husein, Bandar Lampung, Dr. Ir.H. Firmansyah Y.A,. MBA, MSc., yang menyambut baik dengan adanya Kodam XX Radin Inten di Lampung,

    Dengan adanya Kodam baru, maka akan menjadi indikator penunjang aspek keamanan dan kemajuan untuk Lampung dan Bengkulu.

    Ketika ditanya berkaitan dengan siapa calon Pangdam yang diharapkan, Firmansyah menyarankan sebaiknya putera daerah yang bisa diangkat dan dilantik. “Menurut saya jika ada putra daerah yang dilantik, itu sangat pas, karena akan mengetahui persoalan dan kultur yang ada didaerah Lampung,” ucap Firmansyah.

    Ketika ditanya berkaitan dengan adanya desas desus calon jenderal dari Lampung yang berpotensi jadi Pangdam XX Radin Inten, beliau mengatakan sangat
    mendukung penuh. “Jika ada Jenderal mau mulang tiyuh, itu amat bagus,” katanya.

    “Apalagi saya dengar infonya, calon yang muncul ini punya track record yang luar biasa, berpengalaman hingga ke mancanegara, saya berharap Pangdam XX Radin Inten bisa dipimpin putra daerah, karena saya yakin beliau akan berkontribusi maksimal terhadap daerahnya,” tambah Dr. Firmansyah.

    Hal senada disampaikan oleh pengamat kebijakan publik yang merupakan akademisi Unila Dr. Dedy Hermawan.

    Dirinya menyambut dengan antusias jika ada calon Pangdam dari Lampung. Namun ia mengakui bahwa dirinya baru membaca dari beberapa media, baik cetak maupun online ada sosok Jenderal TNI AD dari Lampung. “Saya belum begitu mengenal, tapi melihat biografi Jendral TNI AD ini, sosok sangat matang pengalaman,” ujar Dedy Hermawan.

    Jika benar, dirinya optimis dengan pengalaman sang jenderal yang sangat luar biasa, Kodam XX Radin Inten In Syaa Allah akan maju. “Tentu saya sebagai masyarakat Lampung patut bergembira, saya mendoakan putera daerah Lampung bisa menjadi kandidat kuat sebagai Pangdam XX Radin Inten,” tambahnya.

    Dirinya yakin masyarakat Lampung akan memberi doa yang terbaik, masyarakat Lampung dan Bengkulu berharap Kepala Staf AD maupun Panglima TNI dan Presiden, dapat menugaskan putera daerah untuk menjadi Pangdam XX Radin Inten.

    Pada bagian akhir Dedy manyampaikan harapan, bukan hanya harapan pribadi dirinya, tapi bisa saja harapan masyarakat Lampung dan Bengkulu yaitu dengan menempatkan putera daerah mudah-mudahan akan membawa dampak positif terhadap keamanan dan kemajuan daerah Lampung dan Bengkulu. (SMh)

  • PUSKAP Lampung Sesalkan Dugaan Gagal Salur DAU Lampung Selatan Bulan Juli 2025

    PUSKAP Lampung Sesalkan Dugaan Gagal Salur DAU Lampung Selatan Bulan Juli 2025

    nataragung.id – Bandar Lampung – Dugaan gagal salur DAU bulan Juli 2025 sebesar Rp 86,526 Milyar karena tidak dilaporkannya serapan anggaran pada bulan Juni 2025 oleh Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lampung Selatan ke Pemerintah Pusat mendapat tanggapan serius dari Gunawan Handoko, pengamat politik dari Pusat Pengkajian Etika Politik dan Pemerintahan (PUSKAP) Provinsi Lampung.

    Menurutnya, Dana Alokasi Umum (DAU) merupakan sumber daya yang sangat penting bagi roda pemerintahan daerah. “Sebagian besar pemerintah kabupaten dan kota memiliki ketergantungan terhadap DAU untuk membiayai kegiatan dan program-programnya,” ucap Pak De Gun.

    Terlambatnya proses pencairan Dana Alokasi Umum (DAU) tentu berdampak sangat serius, tidak hanya pada kegiatan di OPD-OPD, tetapi juga berdampak pada masyarakat dan perekonomian daerah. Karena DAU merupakan sumber pendapatan yang signifikan bagi Pemerintah Daerah.

    Akibat tertundanya pencairan DAU, kemungkinan OPD-OPD terpaksa tidak dapat melaksanakan kegiatan sesuai yang direncanakan, bahkan tidak menutup kemungkinan kegiatan pembangunan infrastruktur dihentikan atau ditunda sementara. Kecuali jika Pemerintah Daerah memiliki dana cadangan atau anggaran darurat yang telah disiapkan untuk membiayai kegiatan yang penting. “Dana tersebut bisa dimanfaatkan agar kegiatan di OPD tetap berjalan walau terjadi keterlambatan pencairan DAU,” tandas Gunawan Handoko.

    Sebenarnya keterlambatan pencairan DAU tidak perlu terjadi, karena mekanisme dan prosedurnya sudah ada. Dari tahap pengajuan proposal penggunaan DAU dari Kabupaten/Kota kepada Pemerintah Pusat, untuk selanjutnya diverifikasi guna memastikan kesesuaiannya.

    Jika sudah sesuai, maka Pemerintah Pusat melakukan pencairan ke rekening kas kabupaten/kota untuk membiayai kegiatan yang telah direncanakan.

    Boleh jadi tertundanya pembayaran DAU akibat belum adanya laporan, karena Pemerintah Kabupaten/Kota wajib melaporkan penggunaan DAU kepada Pemerintah Pusat secara berkala, sebagai syarat untuk pencairan tahap berikutnya.

    “Pemerintah Pusat tidak punya alasan untuk menunda pencairan DAU, sepanjang aturannya sudah dipenuhi. Karena alokasi dananya memang suda ada,” katanya.

    Lalu, apa tanggung-jawab Sekretaris Daerah Kabupaten terhadap pengelolaan DAU?

    Sekda Kabupaten memiliki tanggungjawab penting dalam pengelolaan DAU, antara lain mengkoordinasikan mulai perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.

    Sekda Kabupaten harus memastikan bahwa pengelolaan DAU sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dan yang tidak kalah penting, Sekda Kabupaten harus mengkoordinasikan pelaporan penggunaan DAU kepada Pemerintah Pusat dan stakeholders lainnya.

    “Sekda kabupaten memiliki peran penting dalam memastikan pengelolaan DAU yang efektif dan efisien.” pungkas Gunawan Handoko.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya berdasarkan aturan yang ada, realisasi DAU Kabupaten/Kota setiap bulan, akan ditransfer oleh Pemerintah Pusat secara berkala sebesar 1/12 (atau 8,3%) setiap bulan dari total anggaran setahun, pada setiap akhir bulan sebelumnya, atau awal bulan berjalan. Dengan kata lain DAU bulan Juli akan ditransfer pada tanggal 30 juni tahun 2025 atau paling lambat tanggal 1 Juli tahun 2025.

    Namun yang terjadi di Kabupaten Lampung Selatan, sampai Kamis 24 Juli 2025, realisasi DAU baru mencapai Rp 519,158 Milyar atau sebesar 50%, dari total anggaran sebesar Rp 1.038 T. Padahal seharusnya sudah terealisasi untuk tujuh bulan sebesar Rp 605,685 Milyar atau 58,33%, sebagaimana tahun-tahun sebelummnya.

    Sebagai informasi bahwa DAU seharusnya setiap bulan disalurkan 1/12 atau rata rata setiap bulan akan ditransfer sebesar 8,3% dari total anggaran, atau rata-rata sebesar Rp 86,526 Milyar setiap bulannya.

    Dugaan gagal salur DAU bulan Juli tahun 2025, dikarenakan Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) tidak menyampaikan laporan data bulanan sebagai mana diatur pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 231/PMK.07/2020 Pasal 2 Ayat (3)

    Akibatnya, gagal salur DAU bulan Juli sebesar Rp 86,526 M,
    dapat mengganggu likuiditas pembayaran belanja bahkan kemungkinan terkena pemotongan DAU dari pemerintah pusat, karena tidak dilaporkannya serapan anggaran pada bulan Juni 2025, sehingga Lampung Selatan ditunda penyaluran DAU sebesar Rp 86,526 M.

    Imbasnya, mayoritas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak bisa mengajukan usulan pencairan ke BPKAD, karena dana sebesar Rp 86,526 M, gagal salur dari pusat, karena tidak ada laporan realisasi pada bulan Juni 2025.

    Pertanyaan muncul, mengapa bupati dan wakil bupati tidak tahu ada penundaan penyaluran DAU 86,526 M untuk bulan Juli 2025 ?

    Sepekulasi yang berkembang dikalangan ASN Lampung Selatan, diduga karena kepala BPKAD Lampung Selatan menyembunyikan permasalahan ini atau diduga sengaja menutup-nutupinya, agar bupati tidak marah dan tidak melakukan pergeseran kepala BPKAD.

    Potensi dan dampak negatif akibat gagal lapor realisasi bulan Juni 2025, bukan hanya tertundanya penyaluran DAU sebesar Rp 86,526 M untuk bulan Juli, tetapi juga ada potensi dihapusnya atau dipotongnya DAU sebesar Rp 86,526 M untuk Tahun anggaran 2025.

    Yang menarik untuk diketahui oleh publik, apakah Sekretaris Daerah dan anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) lainnya, mengetahui kondisi ini?. Dimana Lampung Selatan berpotensi kehilangan Rp 86,526 Milyar untuk bulan Juli 2025 ?

    Guna mendapat penjelasan resmi dari BPKAD Lampung Selatan, nataragung.id mencoba menghubungi kepada BPKAD Wahidin Amin. Namun sayang dari tiga nomer telpon seluler yang dimiliki kepala BPKAD, tidak satupun yang aktif. Karena tidak bisa dihubungi, pertanyaan dialihkan kepada sekretaris BPKAD Mahat Sentosa, meski pertanyaan yang diajukan melalui WhatsApp tersampaikan dan dibaca, namun Mahat tidak menanggapi dan tidak menjawab pertanyaan tersebut.

    Kemudian nataragung.id mencoba untuk menanyakan persoalan ini kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, S.Sos, MM., lagi-lagi hingga berita ini diturunkan tidak ada komentar apapun dari Supriyanto.

    Saat dihubungi melalui WhatsApp, meskipun pesan terkirim dan dibaca namun tidak direspon. Begitupun ketika di telpon sebanyak dua kali, meski ada nada dering namun tidak diangkat

    Akhirnya nataragung.id mencoba menghubungi Kepala Bidang Anggaran : Rizki Alfina Kamal, S.T.P, M.Kes., melalui aplikasi perpesanan WhatsApp.

    Dalam balasannya Rizki Alfina mengatakan, bahwa BPKAD sampai saat ini, semua kegiatan berjalan normal tidak ada kendala dalam pengelolaan keuangan daerah.

    Pelaksanaan pencairan kegiatan bulan Juli berjalan normal dan secara periodik realisasi keuangan dilaporkan ke pimpinan. Dan Pemkab Lampung Selatan diapresiasi oleh Pemerintah provinsi Lampung, sebagai Pemda terbaik dalam pengelolaan keuangannya.Tulis Kabid Anggaran dalam WhatsApp

    Ketika didesak apakah Sekda mengetahui kondisi ini, kemudian apa penyebab gagal lapor ini terjadi, apakah BPKAD gagal menghimpun laporan dari OPD dan atau ada OPD yang membandel, tidak membuat laporan realisasi? Kemudian diajukan pertanyaan lanjutan apakah gagal lapor baru pertama kali terjadi atau sudah pernah terjadi sebelumnya. Dengan singkat Rizki Alfina menulis di WhatsApp. “Slow response ya pak, sedang rapat di dprd 🙏. (SMh)

  • MUTIARA PAGI : Kita dan Pertengahan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

    MUTIARA PAGI : Kita dan Pertengahan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

    nataragung.id – Natar – Dalam derasnya arus dunia, di antara gelombang ambisi dan jurang keputusasaan,
    terdapat jalan sunyi nan mulia yang sering terlupakan yaitu
    jalan tengah, tempat hikmah bersemayam, dan hati menemukan kedamaian.

    خَيْرُ الأُمُوْرِ أَوْسَاطُهَا

    Khoirul umuuri ausathuha.

    “Sebaik-baik urusan adalah yang pertengahan.”

    Bukan yang memuncak dalam kesombongan,
    dan bukan pula yang terpuruk dalam kehinaan,
    melainkan yang berpijak pada keseimbangan dan keadilan.

    Hidup bukan tentang melaju secepat angin,
    bukan pula menyerah pada pelan yang menenggelamkan.

    Namun hidup adalah seni menata langkah
    agar tak terlampau tergesa, dan tak pula terlalu lamban.

    Jadilah insan yang tahu kapan memberi dan kapan menahan,
    yang tahu kapan bicara dan kapan diam, yang tahu kapan marah, dan kapan bersabar.

    Karena pada pertengahan,
    ada kebijaksanaan yang memeluk,
    ada rahmat yang memancar,
    ada kemuliaan yang tumbuh dari kerendahan hati.

    Maka jika dunia mengajakmu ke tepi jurang keserakahan atau ke lubuk keterasingan,
    ingatlah kemuliaan bukan pada banyaknya, tapi pada cukupnya. Kebahagiaan bukan pada tingginya, tapi pada syukurnya. Dan keselamatan bukan pada ekstremnya, tapi pada pertengahannya.

    Hiduplah dengan seimbang, berpikirlah dengan adil, dan bertindaklah dengan sederhana.
    Di sanalah engkau akan menemukan ketenangan,
    yang tak bisa dibeli dunia dan tak bisa dicuri waktu. (24).
    WaAllahu A’lam

    _____
    📚 H. Komiruddin Imron, Lc
    ✒️Shabahul_Khair

    *) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.