nataragung.id – Natar – Ada kalanya seorang hamba mengira bahwa cinta Allah akan menjadikan hidupnya lapang tanpa gangguan, tanpa cercaan, tanpa duri di sepanjang jalan.
Padahal, kasih sayang Allah justru sering menghantarkan seorang hamba pada ujian yang meninggikan derajatnya, sebagaimana jalan para nabi dan orang-orang pilihan.
Lihatlah kisah Musa ‘alaihissalam. Allah sendiri berfirman kepadanya:
﴿وَأَلۡقَیۡتُ عَلَیۡكَ مَحَبَّةࣰ مِّنِّی﴾
“Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang dari-Ku.”
Namun apakah kasih sayang itu membuatnya bebas dari musuh? Tidak. Justru jalan dakwahnya dipenuhi penentangan, fitnah, dan permusuhan.
Namun karena cintanya kepada Allah dan cinta Allah kepadanya, ia tetap berdiri teguh di antara gelombang ujian yang menghempas.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun mengingatkan kita dengan sabdanya yang penuh hikmah: “Semoga Allah merahmati Musa; beliau disakiti lebih dari ini, namun beliau tetap bersabar.”
Betapa dalam makna ini…
Bahwa ujian bukan tanda bahwa Allah membenci, tetapi boleh jadi justru tanda bahwa Allah sedang mengangkat kita ke tangga-tangga kedekatan. Bahwa luka yang kita terima bukan selalu hukuman, tetapi bisa jadi penanda bahwa kita tengah berjalan di jalan para nabi.
Maka jika hari ini engkau dicela, disakiti, disalahpahami, dan engkau tetap berusaha berjalan menuju Allah, ketahuilah:
Engkau sedang menapaki jejak orang-orang yang dicintai-Nya.
Dan tidak ada jejak yang lebih mulia untuk diikuti daripada jejak mereka yang hatinya diberi cinta dari langit, namun kakinya tetap teguh menanggung beratnya bumi.
Bersabarlah…
Karena kesabaran itulah bukti bahwa cinta Allah sedang bekerja di dalam jiwamu. (110).
Wallahu A’lamu
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

