nataragung.id – Natar – Tidak ada satu pun jiwa yang benar-benar mengetahui apa yang akan terjadi esok hari. Allah telah menegaskan dalam firman-Nya:
وَمَا تَدۡرِي نَفۡسٞ مَّاذَا تَكۡسِبُ غَدٗاۖ
“Dan tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang akan dikerjakannya besok.” (QS. Luqman: 34)
Maka bagaimana mungkin manusia yang dirinya saja tidak tahu apakah ia masih hidup, sehat, kuat, atau bahkan masih dapat membuka matanya esok, berani menakut-nakuti masa depanmu?
Ada orang yang berkata: “Hati-hati, masa depan gelap… masa depan sulit… hidup akan berat.”
Padahal mereka sendiri berjalan dalam ketidaktahuan tentang takdirnya.
Mereka gelisah oleh bayangannya sendiri, lalu menularkan ketakutan itu kepadamu.
Namun Allah mengajarkan kita untuk hidup dengan tenang, sebab masa depan bukan ditentukan oleh kata-kata manusia, tetapi oleh ketetapan Rabb semesta alam.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
“لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا”
“Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki seperti burung: pergi pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi)
Burung tidak tahu rezekinya hari ini di mana, tetapi ia tetap terbang dengan tenang, karena ia yakin Allah yang menanggung hidupnya.
Maka tenanglah…
Tidak ada ancaman manusia yang sekuat perlindungan Allah.
Tidak ada rasa takut tentang masa depan yang dapat mengalahkan kepastian bahwa Allah telah menulis takdirmu dengan hikmah yang sempurna.
Jika hatimu bersandar kepada manusia, engkau akan gelisah.
Jika hatimu bersandar kepada bayangan masa depan, engkau akan lelah. Tetapi jika hatimu bersandar kepada Allah, engkau akan hidup damai.
Allah berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Maka, berjalanlah hari ini dengan iman. Dan biarkan esok tetap tersembunyi dalam rahmat Allah sampai Ia membukanya untukmu dengan cara terbaik. (KIS/124).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

