nataragung.id – Natar – Kadang manusia mengira, jika ia hidup setulus malaikat, semua lidah akan diam, semua hati akan paham.
Padahal, bahkan andai engkau bersahabat dengan Jibril, tetap akan ada yang berbisik di belakangmu, tetap ada yang menuduh, ada yang mengira, ada yang memelintir cahaya menjadi bayangan.
Lihatlah Allah, yang Mahasuci, yang mencipta langit dan bumi tanpa cela, pun pernah dituduh memiliki anak dan istri oleh mereka yang buta nurani.
Padahal Dialah yang Maha Esa, tempat bergantung segala makhluk, yang tak beranak dan tak diperanakkan, dan tak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.
Maka jika tentang Allah saja lidah-lidah itu berani berdusta, apa artinya jika kita difitnah oleh manusia biasa?
Biarlah ombak berkata semaunya, asal hati tetap berlabuh di dermaga ridha Allah.
Biarlah dunia berisik menafsirkanmu, asal langit mengenalmu dengan amal dan niat yang benar.
Jangan gusar pada kata-kata yang tak adil, sebab pujian manusia tak menambah kemuliaan,
dan celaan mereka tak menghapus cahaya iman.
Teruslah berjalan dengan langkah yang jujur, meski bayanganmu sendiri kadang disalahpahami.
Karena di ujung perjalanan, bukan suara manusia yang akan memutuskan nasibmu , tetapi suara Allah yang memanggil: “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai. (96).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

