Episentrum Sanad Tremas Dalam Arus Modernitas Jati Agung. Oleh: Edi Sriyanto *)

0

nataragung.id – Sidomulyo – Di tengah arus modernitas yang kian menderu, Pondok Pesantren Bahrul Ulum berdiri sebagai sebuah mercusuar yang memadukan kedalaman tradisi klasik dengan progresivitas zaman. Saya, yang sempat menyerap langsung atmosfer spiritual pesantren ini selama lima hari penuh (19-23 Desember 2021), mendapati bahwa Bahrul Ulum bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan sebuah laboratorium peradaban di mana sanad keilmuan luhur bertemu dengan totalitas pengabdian organisatoris.

Eksistensi Bahrul Ulum yang dipelopori oleh Kiai Abdul Aziz Attarmasi sejak tahun 2010 adalah sebuah fenomena “transplantasi” keberkahan dari tanah Jawa ke tanah Sumatera. Sebagai putra ideologis Pondok Tremas, Pacitan, Kiai Aziz mengemban amanah besar untuk melestarikan sanad yang bersambung langsung kepada Musnidud Dunya, Syekh Mahfudz At-Tarmasi. Identitas “Attarmasi” bukan sekadar atribut, melainkan jaminan bahwa kurikulum yang diajarkan mulai dari pendalaman Ilmu Alat (Nahwu, Shorof, Balaghah) hingga penguasaan kitab-kitab Fiqih Syafi’iyah dan Madzahibul Arba’ah memiliki akar yang menghujam ke dasar tradisi keilmuan Islam yang otentik.

Baca Juga :  Lampung Selatan Perkuat SDM Juru Sembelih Halal, Dukungan Bupati Egi Menguatkan Program Juleha

Kematangan Bahrul Ulum hari ini adalah cerminan dari ketekunan pengasuhnya dalam berkhidmat di jam’iyyah Nahdlatul Ulama melalui jalur organik. Kiai Aziz adalah potret langka seorang ulama yang menapaki tangga organisasi dari level paling dasar: Ketua Ranting NU (2004-2009), menjadi Wk Ketua MWCNU Jati Agung (2009-2014) memimpin MWCNU Jati Agung masa khidmat (2014-2019), hingga dipercaya sebagai nakhoda LDNU Lampung Selatan (2019-2024). Kini, amanah sebagai Wakil Ketua PCNU Lampung Selatan periode 2024-2029 dipikulnya sebagai bagian dari tanggung jawab struktural yang lebih luas.

Lebih dari sekadar jabatan, dedikasi beliau sebagai Instruktur PD PKPNU Wilayah Lampung menegaskan posisi Bahrul Ulum sebagai episentrum kaderisasi penggerak NU. Hal ini terbukti secara empiris saat pesantren ini dipercaya menjadi tuan rumah PKPNU Edisi Khusus Muktamar PCNU Lampung Selatan di tengah perhelatan besar Muktamar ke-34 lalu. Di bawah asuhan seorang instruktur wilayah, Bahrul Ulum menjelma menjadi kawah candradimuka di mana ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dikristalisasi dalam diri para kader.

Baca Juga :  Ida Mustafidah Terpilih Secara Aklamasi dan Pimpin PAC Fatayat NU Kecamatan Sidomulyo Masa Khidmat 2026-2030

Filosofi pendidikan di Bahrul Ulum berpijak pada kaidah al-muhafazhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah. Di satu sisi, pesantren ini begitu ortodoks dalam menjaga kemurnian kitab kuning; di sisi lain, ia begitu progresif dengan kehadiran Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) bidang Desain Grafis. Kiai Aziz sangat menyadari bahwa santri hari ini harus memiliki kompetensi “ilmu kekinian” untuk menjawab tantangan dunia kerja dan mengisi ruang digital dengan narasi dakwah yang beradab.

Kemandirian ini juga tercermin dalam ikhtiar fisik melalui pembangunan Masjid At-Taufiq dengan estimasi dana Rp 750.000.000. Masjid ini diproyeksikan bukan hanya sebagai pusat ibadah bagi 120 santri mukim yang datang dari Lampung, Sumatera Selatan, hingga Bengkulu, melainkan sebagai monumen gotong royong umat dalam menjaga masa depan peradaban Islam di Sumatera.

Baca Juga :  100 Tahun NU Masehi, 50 Grup Hadroh Getarkan MWC NU Sidomulyo, Gerakkan Ekonomi Umat

Setelah satu setengah dasawarsa berkhidmat, Bahrul Ulum telah membuktikan bahwa keberhasilan sebuah pesantren tidak hanya diukur dari megahnya bangunan, melainkan dari konsistensi menjaga sanad keilmuan dan keteguhan dalam berkhidmat kepada umat dan organisasi. Di bawah asuhan Kiai Abdul Aziz Attarmasi, Bahrul Ulum terus melangkah, memastikan bahwa cahaya ilmu dari lembah Tremas akan terus bersinar terang, melahirkan generasi yang tidak hanya alim secara intelektual, tetapi juga sholih secara sosial dan amil dalam pengabdian.
Tabik.

*) Penulis Adalah : Aktivis PCNU Kabupaten Lampung Selatan, tinggal di Sidomulyo – Lampung Selatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini