nataragung.id – Pemanggilan – Istiqamah bukanlah semata hasil kecerdasan, luasnya wawasan, atau tingginya gelar. Ia adalah anugerah dari Allah yang Dia titipkan pada hati-hati yang dikehendaki-Nya.
Betapa sering kita menyaksikan, orang yang ilmunya luas justru tergelincir, sementara mereka yang ilmunya sederhana mampu berjalan lurus hingga akhir hayatnya.
Hal itu mengajarkan kita satu pelajaran penting: ilmu tanpa penjagaan Allah bisa menjadi sebab kesombongan, dan kesederhanaan ilmu yang disertai kerendahan hati justru melahirkan keteguhan. Hati manusia lemah dan mudah berubah. Hari ini yakin, esok bisa ragu. Pagi lurus, sore bisa menyimpang.
Karena itulah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, manusia paling mulia dan paling terjaga imannya, masih memohon dengan penuh ketundukan: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
Jika Nabi saja berdoa demikian, lalu bagaimana dengan kita? Maka jangan pernah merasa aman dengan diri sendiri. Jangan pula meremehkan doa. Teruslah meminta kepada Allah agar Dia menjaga iman kita, meneguhkan langkah kita, dan mematikan kita dalam keadaan husnul khatimah.
Sebab sejatinya, yang paling kita butuhkan dalam hidup ini bukan hanya banyaknya ilmu, tetapi hati yang Allah kokohkan hingga akhir perjalanan. (KIS)
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

