MUTIARA PAGI : Menitipkan Hati pada Takdir Allah. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Ada hal-hal dalam hidup yang tak perlu terus kita tangisi. Masa lalu, seberapa pun beratnya, telah menunaikan perannya. Ia datang sebagai pelajaran, lalu pergi sebagai kenangan. Menyesalinya tanpa henti hanya akan mengikat hati pada sesuatu
yang Allah sendiri telah lepaskan.

Begitu pula masa depan, ia bukan ruang untuk kecemasan yang berlebihan. Takdir tidak pernah datang lebih cepat dari waktunya,
dan tidak pula terlambat sedetik pun. Segala sesuatu telah ditakar dengan ukuran yang sempurna.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Kasih Sayang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bagi Umatnya. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Apa yang Allah tetapkan untuk kita tak akan pernah tersesat jalannya. Meski kita diam, ia tetap mencari. Meski kita lemah, ia tetap mendekat. Karena rezeki, pertemuan, dan jalan hidup
tidak bergantung sepenuhnya pada kuatnya langkah kita, melainkan pada kehendak-Nya.

Maka tenangkanlah hati. Berjalanlah hari ini dengan ikhtiar dan doa. Serahkan hasilnya kepada Allah. Sebab yang ditulis untukmu
akan sampai kepadamu pada waktu terbaiknya,
dengan cara terbaiknya,
sebagaimana Allah kehendaki, bukan sebagaimana yang kita sangkakan.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Jangan Pernah Menutup Pintu. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

{ لِّكَيۡلَا تَأۡسَوۡاْ عَلَىٰ مَا فَاتَكُمۡ وَلَا تَفۡرَحُواْ بِمَآ ءَاتَىٰكُمۡۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُورٍ }

Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri, [Surat Al-Hadid: 23]
(KIS/155).
WaAllahu A’lam

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Menyeru Kebaikan, Menanggung Luka, dan Menjaga Kesabaran. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini