MIMBAR JUM’AT : Tujuh Hal Yang Membuat Seseorang Berlaku Jujur ( الصدق) Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Kejujuran adalah mahkota akhlak dan fondasi keimanan. Tidak ada iman yang kokoh tanpa kejujuran, dan tidak ada amal yang bernilai di sisi Allah tanpa kejujuran niat dan perbuatan.

Makna Ash-Shidqu (الصدق)

Secara bahasa, ash-shidqu (الصدق) berarti kesesuaian antara ucapan, keyakinan, dan perbuatan dengan kenyataan.

Secara istilah, ash-shidqu adalah ketulusan hati dalam iman, kejujuran lisan dalam ucapan, dan kelurusan anggota badan dalam amal, semata-mata karena Allah.

Kejujuran bukan hanya berkata benar, tetapi hidup dalam kebenaran.

Allah Ta‘ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur. (Surat At-taubah : 119)

Ayat ini menunjukkan bahwa kejujuran adalah jalan takwa, dan orang jujur adalah teman perjalanan menuju ridha Allah.

Keutamaan Kejujuran

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

«عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ» (رواه البخاري ومسلم)

Baca Juga :  KHUTBAH JUMAT : 7 Keutamaan Menjadi Guru - Penyebar Cahaya, Pewaris Nabi, Peletak Masa Depan Ummat. Oleh : Ustadz H. Komiruddin, Lc *)

Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran akan menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan akan menuntun ke surga. HR.Bukhari dan Muslim)

Kejujuran adalah jalan panjang menuju surga, meski terkadang terasa berat di dunia.

7 Hal yang Membuat Seseorang Berlaku Jujur

Pertama, Iman yang Hidup di Dalam Hati

Orang yang yakin bahwa Allah Maha Melihat tidak akan berani berdusta, meski tidak ada manusia yang mengetahuinya.

إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Sesungguhnya Allah selalu mengawasi kalian. (Surat An-Nisa :1)

Kedua, Takut kepada Hisab dan Hari Akhir

Kejujuran lahir dari kesadaran bahwa setiap kata akan dipertanggungjawabkan.

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Tidak ada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada malaikat pengawas yang selalu siap mencatat. (Surat Qaf : 18)

Ketiga, Keikhlasan kepada Allah

Orang yang ikhlas tidak membutuhkan kebohongan untuk terlihat baik di hadapan manusia.

فَلَوْ صَدَقُوا اللهَ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ

Baca Juga :  MIMBAR JUM'AT : Ketika Pagi Membuka Pintu Rahmat. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Maka sekiranya mereka bersikap jujur kepada Allah, niscaya itu lebih baik bagi mereka. (Surat Muhammad:1)

Keempat, Membiasakan Lisan Berkata Benar

Kejujuran adalah kebiasaan. Siapa yang melatih lisannya untuk selalu berkata benar, Allah akan menjaganya dari dusta.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

«وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقًا» (رواه البخاري ومسلم)
Artinya:
Seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha jujur hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai orang yang sangat jujur. (HR Bukhari dan Muslim)

Kelima, Lingkungan Orang-Orang Saleh

Kejujuran mudah tumbuh di lingkungan yang mencintai kebenaran.

وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

Dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur. (Surat At-taubah:19)

Keenam, Menjauhi Dusta Sekecil Apa Pun

Dusta kecil adalah pintu menuju dusta besar. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

«وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ»
(رواه البخاري ومسلم)

Jauhilah dusta, karena dusta menuntun kepada kejahatan, dan kejahatan menuntun ke neraka. (HR Bukhari dan Muslim)

Baca Juga :  MUTIARA JUM'AT : Sabar, Jangan Terburu-buru. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Ketujuh: Doa dan Pertolongan Allah

Kejujuran adalah taufik dari Allah. Siapa yang meminta, akan diberi.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا

Artinya:
Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk. (Surat Ali Imron: 8)

Penutup

Kejujuran bukan sekadar akhlak, tetapi jalan hidup seorang mukmin. Jujur kepada Allah dalam iman, jujur kepada diri sendiri dalam niat, dan jujur kepada manusia dalam ucapan dan amanah.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang jujur, dan mengumpulkan kita bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. (KIS)

آمين يا رب العالمين.

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini