nataragung.id – Pemanggilan – Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subḥanahu wata’ala yang melimpahkan rezeki kepada kita dan memberi kesempatan untuk berbagi di bulan penuh berkah ini.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, manusia paling dermawan, terlebih lagi di bulan Ramadhan.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Ramadhan bukan hanya bulan puasa dan shalat malam. Ia juga bulan kepedulian. Bulan di mana hati dilembutkan oleh lapar, agar kita merasakan derita saudara yang kekurangan.
Allah berfirman:
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai; pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261)
Satu menjadi tujuh ratus, bahkan lebih. Inilah logika langit yang tidak sama dengan logika bumi. Di dunia, memberi berarti berkurang. Tetapi dalam hitungan Allah, memberi berarti bertambah.
Jamaah sekalian,
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam adalah teladan dalam kedermawanan. Dalam hadits disebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jika Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam yang dijamin surga saja masih berlomba dalam sedekah, lalu bagaimana dengan kita yang penuh dosa dan sangat membutuhkan ampunan?
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ
“Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)
Betapa luasnya rahmat Allah. Hanya dengan memberi seteguk air atau sebutir kurma, pahala puasa orang lain mengalir kepada kita.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Sedekah bukan hanya tentang jumlah, tetapi tentang keikhlasan. Bisa jadi seribu rupiah yang diberikan dengan tulus lebih berat di sisi Allah daripada jutaan rupiah yang disertai riya’.
Allah Subḥanahu wata’ala mengingatkan:
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ
“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan yang sempurna sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali ‘Imran: 92)
Ramadhan adalah saat terbaik untuk melatih hati agar tidak terikat pada dunia. Melepaskan sebagian yang kita cintai demi menggapai cinta Allah.
Mari kita jadikan Ramadhan ini sebagai bulan berbagi:
– Berbagi makanan berbuka
– Berbagi rezeki kepada fakir miskin
– Berbagi senyum dan kepedulian
– Berbagi doa untuk sesama
Semoga setiap sedekah menjadi cahaya di kubur kita dan pemberat timbangan amal kita di hari kiamat.
اللهم ارزقنا قلباً سخياً وعملاً متقبلاً واجعل صدقاتنا ستراً لنا من النار
Ya Allah, anugerahkan kepada kami hati yang dermawan, amal yang Engkau terima, dan jadikan sedekah kami sebagai penghalang dari api neraka. Amin ya Rabbal ‘alamin. (KIS/183).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

