nataragung.id – Pemanggilan – Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subḥanahu wata’ala yang membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba-hamba-Nya.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, yang lisannya tak pernah lepas dari istighfar.
Jamaah yang dirahmati Allah..
Kita telah melewati sepuluh hari pertama Ramadhan, sepuluh hari rahmat. Kini kita menuju fase ampunan. Dan kunci untuk meraih ampunan itu adalah istighfar. Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
“Maka aku berkata kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan kebun-kebun untukmu dan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh: 10–12)
Istighfar bukan hanya menghapus dosa. Ia juga membuka pintu rezeki, keberkahan, dan kemudahan hidup.
Jamaah sekalian..
Rasulullah yang maksum saja, yang telah diampuni dosa-dosanya, tetap memperbanyak istighfar. Beliau bersabda:
وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
“Demi Allah, sungguh aku beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” (HR. Bukhari)
Dalam riwayat lain disebutkan seratus kali. Jika Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam saja memperbanyak istighfar, lalu bagaimana dengan kita yang penuh kekhilafan?
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Sering kali hati terasa sempit, hidup terasa berat, doa terasa lambat dikabulkan. Bisa jadi karena dosa-dosa yang belum kita bersihkan. Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:
وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Dan Allah tidak akan mengazab mereka, sementara mereka beristighfar.” (QS. Al-Anfal: 33)
Istighfar adalah perisai dari azab. Ia adalah penenang hati. Ia adalah penghapus noda jiwa.
Jamaah sekalian…
Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak istighfar:
– Saat sahur, karena itu waktu mustajab.
– Saat berbuka, karena doa tidak tertolak.
– Saat sujud, karena kita paling dekat dengan Allah.
Jangan remehkan ucapan “Astaghfirullah”. Bisa jadi satu istighfar yang tulus menghapus dosa bertahun-tahun.
Mari kita hidupkan hari-hari Ramadhan dengan lisan yang basah oleh istighfar.
Semoga Allah Subḥanahu wata’ala mengampuni dosa-dosa kita, melapangkan rezeki kita, dan menjadikan kita hamba yang bersih hatinya.
أستغفر الله العظيم الذي لا إله إلا هو الحي القيوم وأتوب إليه
Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.
اللهم اغفر لنا ذنوبنا كلها دقها وجلها سرها وعلانيتها
Ya Allah, ampunilah seluruh dosa kami, yang kecil maupun besar, yang tersembunyi maupun yang terang-terangan.
Amin ya Rabbal ‘alamin. (KIS/187).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

