Cermin Retak: Konflik Timur Tengah, yang Menggelikan Geoteologinya. Oleh : Mukhotib MD *)

0

nataragung.id – Yogyakarta – Perang antara koalisi Amerika-Israel dengan Iran, sungguh-sungguh membingungkan. Bukan perkara geopolitiknya, melainkan kata Pakde No soal geoteologinya yang menggelikan.

Geopolitiknya sudah jelas, bagaimana Iran mampu memainkan kartu-kartu AS dalam konflik yang tampaknya akan terus meningkat tensinya. Iran benar-benar seperti menguasai lapangan tempur, termasuk menguasai selat Hormuze bisa membuat perminyakan gonjang-ganjing.

Sementara Indonesia yang siap menjadi penengah, kata kabar burung ditolak Iran. Belum banyak yang tahu, niat baik Presiden Indonesia itu yang menawarkan diri sebagai penengah.

‘Tetapi alasan paling dekat tentu saja karena Indonesia berada dalam barisan siap gerak BoP. Itu kuasanya Trump,” kata Pakde No. Seperti biasa kalau soal analisis ia memang orang yang tepat.

Baca Juga :  Dunia Wanita, "Keputihan dan Kebersihan Area Wanita".

“Geoteologi itu bagaimana lanjutannya,” kataku khawatir Pakde No endo dari gagasannya, lari dari pikirannya sendiri.

Pakde No mengatakan konflik timur tengah itu yang menggelikan pembelahan dan kebingungannya orang-orang yang membenci Syiah sampai ke ubun-ubun ya.

“Ini kan menggelikan,” ujar Pakde No. Saya masih memburu penjelasannya, sebab belum cetho benar apa yang dimaksudkan dengan geoteologi itu.

“Begini …,” kata Pakde No.

Di Indonesia itu, ujar Pakde No, kan beragam-ragam cara pandang teologisnya. Nah, Iran itu beraliran Syiah kanan pol. Sehingga ketika Amerika-Israel menyerang Iran, orang-orang yang anti Syiah itu justru bahagia.

Baca Juga :  100 Hari Lampung Selatan Maju bersama Egi-Syaiful

“Kalau sampai hati mereka mungkin akan mengucapkan terima kasih kepada Trump dan Netanyahu,” ungkap Pakde No.

Kelompok ini membuat stempel yang selalu aneh. Siapa pun yang membela Iran dalam konflik ini akan disebut pendukung Syiah, dan tentu saja akan menjadi musuh mereka karena dianggap sebagai bagian dari Syiah.

Lebih getol lagi, kalau dekat dengan Cina dan Rusia. Setempel langsung berhamburan sebagai pelanjut PKI. Dan otomatis akan menjadi musuh mereka juga.

Saya mulai paham apa yang ada dalam pikiran Pakde No. Meski saya masih ingin melanjutkan berdiskusi, tetapi suara Yuk Nah mengejutkan Pakde No dan saya.

Baca Juga :  Wakaf yang Enggak Masuk Akal. Oleh : Mukhotib MD *)

“Gara-gara kalian diskusi tentang geoteologis, nih tahu susurku jadi gosong,” kata Yuk Nah.

“Apa hubungannya?” tanya Pakde No.

“Karena saya jadi turut mendengarkan diskusinya, dan lupa mengangkat tahu susur itu,” jelas Yuk Nah.

Ahhh …. (*/18)

*) Penulis adalah : Jurnalis dan peneliti senior pada Adicita Swara Publika (ASP) Yogyakarta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini