nataragung.id – Pemanggilan – Dalam perjalanan hidup, manusia sering kali terjebak dalam perbandingan yang tiada akhir. Mata lebih mudah tertuju kepada mereka yang tampak lebih berkecukupan, lebih sukses, lebih nyaman dalam urusan dunia. Akibatnya, hati menjadi gelisah, nikmat yang ada terasa kurang, dan rasa syukur perlahan memudar.
Padahal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan tuntunan yang sangat indah untuk menjaga hati agar tetap tenang dan penuh syukur.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ
“Lihatlah orang yang berada di bawah kalian (dalam urusan dunia dan harta), dan janganlah kalian melihat orang yang berada di atas kalian. Karena hal itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepada kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini bukan sekadar nasihat, tetapi sebuah terapi jiwa yang menenangkan. Ia mengajarkan kita untuk mengalihkan fokus dari rasa kurang menjadi rasa cukup.
Ketika seseorang melihat ke bawah, ia akan menyadari bahwa masih banyak orang yang hidup dengan kondisi lebih terbatas, lebih sederhana, dan lebih berat ujiannya.
Dengan cara pandang seperti ini, hati akan belajar menghargai setiap nikmat kecil yang sering terabaikan: kesehatan yang masih terjaga, makanan yang cukup, tempat tinggal yang menaungi, serta iman yang masih Allah titipkan dalam dada.
Sebab, dalam kehidupan ini, selalu ada yang lebih menderita darimu. Selalu ada yang lebih sempit keadaannya, lebih berat ujian yang dipikulnya. Maka tersenyumlah, bukan karena hidup tanpa masalah, tetapi karena kamu masih diberi banyak nikmat yang patut disyukuri.
Syukur bukan berarti hidup tanpa kekurangan, tetapi kemampuan untuk melihat bahwa di balik kekurangan itu, Allah masih melimpahkan begitu banyak kebaikan. Dan dengan syukur itulah, hati menjadi lapang, hidup terasa ringan, serta nikmat yang ada menjadi semakin berkah.
Maka, biasakanlah memandang ke bawah dalam urusan dunia, agar hati tidak lelah mengejar yang tiada batasnya. Dan arahkan pandangan ke atas dalam urusan akhirat, agar semangat untuk beramal dan memperbaiki diri senantiasa terjaga. (221).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.
#KIS
#Shobahul_Khair
#Mutiara_pagi

