Mutiara Pagi: Melihat Kelebihan, Memaklumi Kekurangan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Kadang kita hanya perlu membuka mata untuk satu kelebihan, dan menutupnya untuk seribu kekurangan.

Begitulah salah satu rahasia ketenangan hati. Tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang membawa cahaya sekaligus bayangannya, memiliki kelebihan yang patut disyukuri dan kekurangan yang perlu dimaklumi. Orang yang hanya sibuk menghitung kekurangan orang lain akan hidup dalam kegelisahan, sedangkan orang yang pandai melihat kebaikan akan hidup dalam kedamaian.

Membuka mata untuk satu kelebihan bukan berarti mengabaikan kesalahan, tetapi memilih untuk menghargai nikmat yang Allah titipkan pada seseorang. Sebaliknya, menutup mata terhadap seribu kekurangan bukan berarti membenarkan keburukan, melainkan menahan diri dari sikap mudah mencela, menghakimi, dan merendahkan.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Menanam Kebaikan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

وَلَا تَنسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ

“Dan janganlah kamu melupakan kebaikan di antara kamu.”
(QS. Al-Baqarah: 237)

Ayat ini mengajarkan agar kita tidak membiarkan kesalahan seseorang menghapus semua jasa dan kebaikannya. Betapa banyak hubungan yang hancur bukan karena besarnya kesalahan, tetapi karena hilangnya kemampuan untuk mengingat kebaikan.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga bersabda:

لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً، إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ

“Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah (istrinya). Jika ia tidak menyukai satu perangainya, pasti ada perangai lain yang ia sukai.” (HR. Muslim)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Jangan Tinggalkan Al-Qur'an. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Hadis ini mengajarkan keseimbangan dalam menilai manusia. Jangan biarkan satu kekurangan menutup pandangan kita terhadap banyak kelebihan yang dimilikinya.

Orang yang bijaksana bukanlah orang yang tidak melihat kekurangan, tetapi orang yang tidak menjadikan kekurangan sebagai satu-satunya cara memandang orang lain. Ia memilih untuk memperbesar kebaikan, memperkecil kesalahan, dan mendoakan perbaikan.

Sebab, sebagaimana kita berharap orang lain memaklumi kekurangan kita, demikian pula mereka berharap mendapatkan keluasan hati dari kita.

Maka, jika engkau ingin hidup damai, bukalah matamu untuk melihat satu kebaikan pada setiap orang, dan pejamkanlah matamu dari seribu kekurangan yang tidak akan pernah habis untuk dihitung. Karena hati yang dipenuhi penghargaan akan melahirkan kasih sayang, sedangkan hati yang dipenuhi celaan hanya akan melahirkan permusuhan. (*/298)
WaAllahu A’lam

Baca Juga :  Mengembaralah. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair
📚 Mutiara Pagi

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini