nataragung.id – Natar – Orang Arab dahulu berkata:
من عاتبك فقد استبقاك”
“Barangsiapa yang menegurmu, maka sungguh ia masih ingin mempertahankanmu.”
Kalimat singkat ini menyimpan hikmah yang dalam. Teguran bukanlah tanda kebencian, melainkan tanda kasih sayang.
Orang yang sudah tidak peduli, tidak akan lagi menegur atau memperingatkan. Ia akan membiarkanmu tenggelam dalam kesalahanmu sendiri.
Maka, bila suatu hari ada yang mengingatkanmu, meski dengan kata-kata yang keras atau sikap yang terasa berat, lihatlah niat di baliknya. Itu adalah tanda bahwa engkau masih berharga di matanya. Ia masih ingin engkau berada dalam kebaikan, bukan dalam keburukan.
Dalam Al-Qur’an, Allah pun mengingatkan hamba-Nya bukan karena benci, tetapi karena kasih sayang-Nya:
﴿إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ﴾
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)
Teguran adalah jalan menuju perbaikan. Maka jangan benci orang yang menegurmu, sebab ia adalah cermin yang menunjukkan noda di wajahmu, yang tak mampu engkau lihat sendiri.
Orang bijak berkata: “Sahabat sejati adalah dia yang tak membiarkanmu jatuh dalam lubang, sekalipun engkau marah ketika ia menarik tanganmu. (77).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

