nataragung.id – Natar – Berjalanlah dengan langkah yang lahir dari kesadaranmu sendiri. Jangan menari di bawah irama gendang yang dipukul tangan orang lain, sebab tidak setiap tabuhan itu mengarah pada kebaikanmu.
Banyak gerak yang tampak indah di mata, namun di baliknya tersimpan agenda yang tidak engkau ketahui.
Maka pastikan engkau memahami alasan di balik setiap langkah yang kau ambil, setiap keputusan yang kau buat, dan setiap suara yang kau ikuti.
Hidup ini penuh arus yang mengajak kita masuk, penuh suara yang mengklaim kebenaran, dan penuh tangan yang ingin mengarahkan.
Tetapi tidak semua arus membawa pada keselamatan, dan tidak semua suara lahir dari ketulusan.
Karena itu, jadilah pemilik bagi dirimu sendiri—pemilik niatmu, pemilik langkahmu, pemilik masa depanmu.
Sebelum bergerak, bertanyalah kepada hatimu: “Untuk siapa aku melangkah? Untuk apa aku bergerak? Siapa pemilik agenda yang sedang kubawa?”
Sebab setiap agenda ada tuannya, dan setiap aksi punya arahnya.
Jangan sampai engkau menjadi bagian dari kisah orang lain, sementara engkau kehilangan babak hidupmu sendiri.
Tegakkan akalmu, jernihkan hatimu, dan kuatkan prinsipmu. Bila engkau memahami tujuanmu, maka langkahmu tidak akan goyah.
Engkau tak akan mudah terseret, tak akan rentan diperalat, dan tak akan kehilangan arah.
Engkau akan menari, bukan karena gendang orang lain, tetapi karena ritme yang engkau pilih dengan penuh kesadaran dan kemuliaan. (108).
Wallahu A’lamu
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

