MUTIARA PAGI : Hidup dalam Kelelahan yang Bermakna. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Allah SWT berfirman QS Al-Balad : 4, yang berbunyi :

﴿لَقَدْ خَلَقْنَا الإِنسَانَ فِي كَبَدٍ﴾

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam keadaan penuh susah payah.” (QS. Al-Balad: 4)

Ayat ini mengajarkan sebuah kebenaran besar tentang kehidupan: bahwa kelelahan bukanlah tanda kegagalan, dan kesusahan bukanlah bukti ketertinggalan.

Allah sejak awal telah menetapkan bahwa hidup manusia adalah perjalanan perjuangan. Tidak ada satu pun insan yang benar-benar terbebas dari beban, hanya saja bentuknya berbeda-beda.

Sebagian orang diuji dengan kekurangan, sebagian lain diuji dengan kelimpahan.

Ada yang lelah mencari rezeki, ada pula yang lelah menjaga amanah rezeki itu sendiri. Firman Allah:

﴿وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً﴾

“Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan.” (QS. Al-Anbiyā’: 35)

Allah tidak mengabarkan tentang beratnya hidup untuk membuat hamba-Nya berputus asa,
tetapi agar manusia memahami bahwa apa yang ia rasakan bukanlah sesuatu yang ganjil.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Kita dan Perasaan Malu. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Bahwa lelah adalah bagian dari sunatullah, dan setiap jiwa sedang berjalan di jalur ujiannya masing-masing.

Karena itu, ketika kita menyadari bahwa semua manusia pasti lelah, maka pertanyaan terpenting bukan lagi “mengapa aku lelah?” melainkan “untuk apa aku lelah?”

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

«لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ القِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ»

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat
hingga ia ditanya tentang umurnya, untuk apa ia habiskan.” (HR. Tirmidzi)

Hadits ini mengingatkan bahwa kelelahan hidup akan dipertanggungjawabkan, apakah ia dihabiskan hanya untuk dunia yang fana, atau juga untuk akhirat yang kekal.

Islam tidak melarang kita bersungguh-sungguh dalam urusan dunia. Bahkan kerja dan usaha yang halal adalah ibadah. Namun Islam mengajarkan keseimbangan.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Menanam Kebaikan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

﴿وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا﴾

“Carilah pada apa yang telah Allah karuniakan kepadamu kebahagiaan negeri akhirat,
dan janganlah engkau melupakan bagianmu di dunia.” (QS. Al-Qaṣaṣ: 77)

Orang yang paling beruntung bukanlah mereka yang paling sedikit lelah,
melainkan mereka yang menjadikan lelahnya bernilai ibadah.

Lelah dalam ketaatan, lelah menjaga kejujuran, lelah menahan diri dari maksiat, dan lelah bersabar di jalan yang lurus.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

«أَعْظَمُ الأَجْرِ مَعَ أَعْظَمِ البَلَاءِ»

“Besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian.” (HR. Tirmidzi)

Maka jangan iri kepada mereka yang tampak ringan hidupnya, karena kita tidak tahu ujian apa yang sedang Allah titipkan pada hatinya.

Dan jangan merasa hina dengan kelelahanmu,
sebab bisa jadi itulah jalan Allah untuk meninggikan derajatmu.

Terkadang Allah menunda pemberian-Nya,
bukan karena Ia lupa, melainkan karena Ia Maha Tahu waktu yang paling tepat.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Jejak Cinta yang Menguji. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

﴿وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا﴾

“Dan ketika dia telah mencapai usia dewasa dan kekuatannya, Kami anugerahkan kepadanya hikmah dan ilmu.” (QS. Al-Qaṣaṣ: 14)

Jika sebagian doa belum terjawab, jika sebagian harapan belum terwujud, yakinlah bahwa Allah sedang mempersiapkanmu, agar saat nikmat itu datang, engkau mampu menjaganya.

Akhirnya, marilah kita memilih untuk lelah dengan cara yang benar.

Karena lelah di dunia akan berakhir, namun lelah di jalan Allah akan berbuah istirahat yang abadi.
(KIS/133).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini