Ramadhan Mubarak (29) : Tanda-Tanda Ramadhan Diterima Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subḥanahu wata’ala yang telah mengizinkan kita menyelesaikan hampir seluruh rangkaian Ramadhan.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, yang selalu memohon agar amalnya diterima oleh Allah.

Jamaah yang dirahmati Allah…

Di penghujung Ramadhan ini, mungkin muncul satu pertanyaan dalam hati kita: Apakah puasa dan ibadah kita diterima oleh Allah?

Para ulama mengatakan, di antara tanda diterimanya suatu amal adalah munculnya amal kebaikan setelahnya. Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Ma’idah: 27)

Baca Juga :  Ramadhan Mubarak (24) : Ramadhan sebagai Madrasah Kehidupan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Maka ukuran diterimanya Ramadhan adalah bertambahnya ketakwaan kita.

Jamaah sekalian…

Apa saja tanda-tandanya?
Pertama, Hati Lebih Lembut

Kita lebih mudah tersentuh oleh ayat-ayat Allah, lebih mudah menangis karena dosa, dan lebih takut melakukan maksiat.

Kedua, Ibadah Tetap Terjaga

Shalat tetap tepat waktu, tilawah tetap berjalan, sedekah tetap rutin meskipun Ramadhan telah selesai.

Ketiga, Dosa Mulai Ditinggalkan

Kita merasa berat untuk kembali pada kebiasaan buruk yang dulu sering kita lakukan.

Keempat, Tidak Merasa Bangga Diri

Orang yang amalnya diterima justru semakin takut dan semakin rendah hati.

Allah Subḥanahu wata’ala memuji orang-orang beriman dengan firman-Nya:

Baca Juga :  RAMADHAN MUBARAK (6) : Sedekah di Bulan Ramadhan - Melipatgandakan Keberkahan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang mereka berikan, dengan hati yang takut (karena mereka tahu) bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” (QS. Al-Mu’minun: 60)

Mereka beramal, tetapi tetap khawatir amalnya tidak diterima.

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Ramadhan hampir pergi. Jangan sampai ia pergi tanpa bekas. Jangan sampai ia menjadi saksi yang memberatkan kita di hari kiamat.

Mari tutup Ramadhan dengan:
– Taubat yang sungguh-sungguh
– Istighfar yang tulus
– Doa yang penuh harap

Karena para sahabat dahulu berdoa selama enam bulan setelah Ramadhan agar amal mereka diterima.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Kebaikan yang Menghapus Dosa. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Semoga Allah Subḥanahu wata’ala menerima puasa, qiyam, sedekah, dan seluruh amal ibadah kita.

اللهم تقبل منا إنك أنت السميع العليم وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم

Ya Allah, terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
Amin ya Rabbal ‘alamin. (KIS/206)
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini