nataragung.id – Pemanggilan – Di dunia yang gemerlap ini, manusia sering sibuk memperindah apa yang tampak di mata, namun lupa merawat apa yang tersembunyi di dalam dada.
Dinding-dinding rumah dihias dengan warna dan ukiran, tetapi hati, tempat Allah memandang, dibiarkan berdebu oleh lalai dan dosa.
Padahal, sejatinya bukan ruang-ruang megah yang menjadi ukuran dirimu, melainkan saat-saat sunyi ketika engkau duduk sendiri, menengadahkan tangan, menyebut nama-Nya dengan penuh harap dan takut. Di sanalah hakikatmu terlukis. Di sanalah nilai dirimu ditentukan.
Setiap tasbih yang lirih, setiap kata benar yang kau ucapkan, dan setiap kebaikan yang kau ulurkan,
bukanlah sesuatu yang hilang begitu saja. Ia akan menjelma menjadi bangunan indah yang sedang ditegakkan untukmu di negeri yang kekal.
Maka jangan terpedaya oleh luasnya istana dunia, sementara hatimu sempit oleh kelalaian.
Jangan bangga dengan kemewahan yang fana, jika ruhmu kering dari dzikir dan takwa.
Karena perjalanan ini bukan tentang seberapa banyak yang kau bawa, tetapi seberapa berkah yang kau persembahkan.
Jadilah engkau arsitek bagi jiwamu sendiri. Bangunlah dengan iman, hiasi dengan ikhlas, dan kokohkan dengan takwa. Dirikan untuk dirimu istana di langit, yang tak akan runtuh, tak akan lapuk, dan tak akan musnah dimakan zaman.
Sebab pada akhirnya, setiap langkah akan berhenti, setiap nafas akan terhenti, dan setiap jiwa akan kembali.
Dan hanya mereka yang membawa bekal takwa, yang akan melangkah dengan tenang, tanpa takut, tanpa gelisah…
menuju perjumpaan dengan Rabb-nya, dalam cahaya yang penuh kemuliaan. (219).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.
#KIS
#SHOBAHUL_KHAIR
#MUTIARA_PAGI

