Mimbar Jum’at : 7 Bekal Terpenting Untuk Kehidupan di Akhirat. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Hidup di dunia hanyalah persinggahan sementara. Kita datang tanpa membawa apa-apa, dan akan kembali menghadap Allah tanpa membawa apa pun kecuali amal. Maka, orang yang cerdas adalah yang menyiapkan bekal terbaik untuk perjalanan panjang menuju akhirat.
Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197)

Berikut tujuh bekal terpenting yang harus kita siapkan:

Pertama, Iman yang Kokoh

Iman adalah fondasi segala amal. Tanpa iman, semua kebaikan tidak bernilai di sisi Allah.
Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka surga Firdaus sebagai tempat tinggal.”
(QS. Al-Kahfi: 107)

Kedua, Amal Shalih yang Ikhlas

Amal tanpa keikhlasan ibarat debu yang berterbangan. Yang diterima hanyalah amal yang dilakukan karena Allah.
Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

Baca Juga :  MIMBAR JUM'AT : Kita Dan Taqdir. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

“Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia beramal saleh dan tidak mempersekutukan dalam ibadah kepada-Nya.” (QS. Al-Kahfi: 110)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketiga, Taqwa kepada Allah

Taqwa adalah bekal terbaik, yaitu menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah.
Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Keempat, Taubat yang Tulus

Tidak ada manusia yang luput dari dosa. Namun, sebaik-baik orang berdosa adalah yang segera bertaubat.
Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Bertaubatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung.” (QS. An-Nur: 31)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik yang bersalah adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi)

Baca Juga :  Mimbar Jum'at : Tiga Perniagaan Yang Tak Pernah Merugi. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Kelima, Dzikir dan Mengingat Allah

Hati yang hidup adalah hati yang selalu mengingat Allah.

Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Keenam, Akhlak yang Mulia

Akhlak yang baik adalah amal yang paling berat dalam timbangan di akhirat.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلُ فِي الْمِيزَانِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ

“Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan (amal) daripada akhlak yang baik.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Ketujuh, Ilmu yang Bermanfaat
Ilmu yang diamalkan akan menjadi cahaya di dunia dan akhirat.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika manusia meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.”
(HR. Muslim)

Baca Juga :  KHUTBAH JUM’AT : Rajab, Isra’ Mi‘raj, dan Mengapa Kita Harus Menjaga Shalat. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Waktu terus berjalan, usia semakin berkurang, dan kematian semakin mendekat. Dunia bukan tempat tinggal, melainkan ladang amal. Apa yang kita tanam hari ini, itulah yang akan kita tuai di akhirat.

Maka jangan pulang dengan tangan kosong.
Isilah hari-hari dengan iman, hiasilah hidup dengan amal shalih, dan tutuplah perjalanan dengan taubat.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang bersih dan bekal yang cukup.

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ۝ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.” (QS. Asy-Syu’ara: 88–89)

اللهم ارزقنا زاد التقوى، وحسن الخاتمة، واجعل خير أيامنا يوم نلقاك.
____
#KIS
#Shobahul_Khair
#Mimbar_Jumat

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini