nataragung.id – NATAR – Jika sudah terkenal licik tetap akan licik di mana dan kapanpun. Orang licik selalu memikirkan keselamatan diri sendiri walau harus mengorbankan orang lain.
Diantara binatang, musanglah yang terkenal dengan kelicikannya. Ia akan beradaptasi seusai dengan target yang hendak dimangsanya.
Maka kita kenal istilah “musang berbulu ayam”. Artinya jika ia ingin memangsa ayam maka ia harus memiliki prilaku dan penampilan seperti prilaku dan penampilan ayam sehingga mudah untuk mendekatinya, setelah itu siap memangsa.
*****
Suatu hari seekor musang kehausan lalu ia pergi ke sebuah sumur untuk minum. Tiba-tiba ia terjatuh ke dalam nya.
Setelah puas minum iapun berusaha hendak keluar tapi tidak mampu, sebab tembok sumur tersebut terlalu tinggi.
Tak lama kemudian lewatlah di dekat sumur itu seekor kambing yang juga kehausan. Ia melihat di dalamnya ada seekor musang.
Kambing tersebut bertanya, “Apakah air di sumur ini jernih dan segar?.
“Ya. Sangat jernih dan segar. Bahkan air ini adalah air terjernih dan tersegar yang pernah aku rasakan seumur hidupku”. Jawab musang.
“Karenanya engkau lihat aku betah berada di sini. Ayo turun bersamaku di sini” Sambungnya dengan tersenyum.
Maka tergodalah kambing tersebut dengan rayuan manis si musang. Iapun turun dan minum sepuasnya sampai kenyang.
Adapun musang, ia segera melompat ke atas punggung kambing lalu segera keluar dari sumur tersebut.
Tinggalah kambing kebingungan tak tahu bagaimana caranya keluar.
Iapun meminta musang agar kembali untuk menolongnya. Tapi dasar musang binatang yang licik.
Sambil menjauh ia mengatakan, “Saya selamat karena diriku. Tidak ada gunanya saya menolongmu wahai binatang yang dungu”.
Kambing baru sadar bahwa ia telah ditipu. Ia pun menyesal, walau penyesalan tak ada gunanya.
****
Begitulah prilaku orang yang licik. Jika ada maunya kata-katanya menyihir. Ia tak segan-segan memuji ke sana dan ke sini untuk memuluskan keinginannya.
Tapi jika kemauannya sudah terpenuhi dan didapatkan, ia tak segan-segan mengorbankan orang yang tadi menolongnya.
Maka waspadalah terhadap mereka yang berprilaku seperti ini. Sebab ia ada di sekeliling kita dan siap menjadikan kita sebagai mangsanya. [<>]
*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

