Bulan: Januari 2025

  • Ketua PAC Pemuda Pancasila Natar, Sunano Menaruh Harapan Besar Pada Pansus Calon DOB Bandar Negara

    Ketua PAC Pemuda Pancasila Natar, Sunano Menaruh Harapan Besar Pada Pansus Calon DOB Bandar Negara

    nataragung.id, Lampung Selatan – DPRD Kabupaten Lampung Selatan secara resmi menyetujui pembahasan usulan calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Bandar Negara, hasil pemekaran wilayah di Kabupaten Lampung Selatan.

    Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian Pemekaran Daerah di Kabupaten Lampung Selatan, yang berlangsung di Ruang Sidang Paripurna, Gedung DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (8/1/2024).

    Rapat itu dihadiri oleh 37 dari 50 anggota dewan, para Pejabat di lingkup Pemkab Lampung Selatan, Tim Percepatan Pemekaran Daerah (TPPD), Tim Daerah Otonomi Baru (DOB) Natar Agung serta para tamu undangan lainnya.

    Bupati Lampung Selatan yang diwakili oleh Pj. Sekretaris Daerah, Intji Indriati, menyatakan usulan pemekaran tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang telah lama disuarakan.

    Adapun, wilayah kabupaten baru yang diusulkan akan mencakup Kecamatan Natar, Jati Agung, Tanjung Sari, Tanjung Bintang dan Merbau Mataram, dengan ibu kota direncanakan di Kota Baru, Kecamatan Jati Agung.

    “Usulan pemekaran daerah ini telah melalui proses panjang dan melalui berbagai kajian, hingga akhirnya pada 3 Januari 2025 telah disepakati nama kabupaten baru adalah Kabupaten Bandar Negara,” ungkap Intji Indriati.

    Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Natar, Sunano, SE.,MM. yang kedapatan hadir dalam rapat peripurana menyampaikan apresiasi atas keputusan rapat paripurna yang memutuskan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Pembahasan Pemekaran Daerah calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Bandar Negara. Langkah ini dinilai sebagai momentum penting dalam upaya mempercepat pemerataan pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan.

    “saya sangat apresiasi, ini langkah yang tepat untuk mempercepat proses calon DOB Bandar Negara” Ujar Sunano.

    Sunano yang juga menjabat seabagi Manager PT. Konverta Mitra Abadi menaruh harapan besar kepada Pansus agar dapat bekerja semaksimal mungkin sehingga DOB Bandar Negara Segera terwujud.

    “Kami sudah lama menunggu moment seperti ini (paripurana DOB), dan kini sudah terbentu Pansus harapanya agar mereka (pansus) bisa maksimal dalam menjalankan amanahnya”, Pungkasnya.

    Selain Itu Sunano juga menambahkan, bahwa pembentukan kabupaten baru ini diharapkan bisa memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan pelayanan kesehatan yang lebih optimal.

    Dengan adanya pemekaran, Lampung Selatan berharap dapat mengatasi kesenjangan pembangunan yang terjadi antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Serta mempercepat realisasi program-program yang lebih dekat dengan masyarakat. Meski memiliki harapan besar terhadap dampak positif pemekaran, proses tersebut tidak tanpa tantangan.

    Pembahasan lebih lanjut mengenai pembentukan kabupaten Bandar Negara, khususnya terkait dengan penataan administrasi dan pembiayaan, akan menjadi pekerjaan rumah yang tak mudah bagi pemerintah daerah dan DPRD. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan proses pemekaran berjalan dengan baik. Tutup Sunano.

    Editor : Nova Indriani

  • Kasmani, Anggota DPRD Dapil Natar Ditunjuk Sebagai Pansus Pemekaran Calon DOB Bandar Negara

    Kasmani, Anggota DPRD Dapil Natar Ditunjuk Sebagai Pansus Pemekaran Calon DOB Bandar Negara

    nataragung.id, Kalianda – Kasmani, ST., MT. Anggota DPRD Lampung Selatan dari Fraksi PKS, menyampaikan apresiasi atas keputusan rapat paripurna yang memutuskan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Pembahasan Pemekaran Daerah calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Bandar Negara. Langkah ini dinilai sebagai momentum penting dalam upaya mempercepat pemerataan pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan.

    Rapat paripurna yang digelar di ruang sidang DPRD Lampung Selatan pada Rabu, 8 Januari 2025, dihadiri oleh 37 anggota DPRD dan sejumlah pejabat daerah, termasuk Pj Sekretaris Kabupaten Lampung Selatan Intji Indriati, perwakilan Forkopimda, anggota DPD RI KH. Abdul Hakim, serta camat dan kepala desa dari lima kecamatan calon DOB. Hadir pula unsur TPPD yang dipimpin oleh Puji Sartono, bersama Ketua Umum Panitia DOB Natar Agung Irfan Nuranda Djafar.

    Kasmani menyatakan kesiapannya untuk menjadi anggota Pansus yang merupakan langkah strategis dalam mendalami potensi pemekaran daerah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah calon DOB Bandar Negara.

    “Dengan adanya pansus, kita berharap dapat merumuskan kebijakan yang tepat dalam rangka memaksimalkan potensi daerah, serta mempercepat proses pemekaran demi tercapainya tujuan pembangunan yang lebih merata,” ujar Kasmani.

    Rapat Paripurna dimulai dengan sambutan Ketua DPRD Lampung Selatan, Erma Yusneli, dan dilanjutkan dengan paparan pemekaran daerah oleh Sekretaris Kabupaten. Meski sempat terhenti karena pemadaman listrik, rapat kembali dilanjutkan hingga seluruh fraksi menyampaikan pandangan umumnya. Setelah itu, tanggapan dari Bupati Lampung Selatan, yang diwakili oleh Pj Sekretaris Kabupaten, turut disampaikan.

    Rapat dilanjutkan dengan pembacaan usulan anggota pansus dari masing-masing fraksi, dan setelah melalui proses pemilihan, Kasmani terpilih sebagai anggota pansus yang berkomitmen untuk mendalami dan memperjuangkan pemekaran daerah calon DOB Bandar Negara. Ketua DPRD kemudian men-skore rapat untuk memberikan waktu bagi pansus bekerja lebih lanjut.

    Pembentukan pansus ini membuka jalan untuk penyusunan rekomendasi terkait pemekaran daerah yang lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat. Kasmani berharap proses ini dapat berjalan lancar dan memberi dampak positif bagi perkembangan Kabupaten Lampung Selatan. (WAPP)

  • Hendry Gunawan Apresiasi Pembentukan Pansus Pemekaran Calon DOB Bandar Negara

    Hendry Gunawan Apresiasi Pembentukan Pansus Pemekaran Calon DOB Bandar Negara

    nataragung.id, Kalianda – Hendry Gunawan, anggota DPRD Lampung Selatan dari Fraksi PDIP, mengucapkan selamat dan apresiasi tinggi atas hasil rapat paripurna yang telah memutuskan untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) Pembahasan Pemekaran Daerah calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Bandar Negara. Keputusan ini merupakan langkah maju dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lampung Selatan melalui pemekaran daerah yang lebih efektif dan efisien.

    Rapat paripurna yang berlangsung pada Rabu, 8 Januari 2025, di ruang sidang DPRD Lampung Selatan, dihadiri oleh 37 anggota DPRD dari total 50 orang, serta sejumlah pejabat penting, di antaranya Pj Sekretaris Kabupaten Lampung Selatan, Intji Indriati, perwakilan Forkopimda, anggota DPD RI KH. Abdul Hakim, dan sejumlah kepala OPD. Tak ketinggalan, para camat dan kepala desa dari lima kecamatan calon DOB juga turut hadir dalam acara tersebut.

    Hendry Gunawan, yang juga terpilih sebagai Sekretaris dalam Pansus Pemekaran Daerah, menyampaikan bahwa pembentukan pansus ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendorong kemajuan pembangunan di daerah-daerah yang berpotensi menjadi DOB. “Kami berharap pansus yang terbentuk dapat bekerja dengan maksimal untuk mendalami semua aspek terkait pemekaran ini, demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah calon DOB Bandar Negara,” ujar Hendry Gunawan.

    Rapat paripurna dimulai dengan pembukaan oleh Ketua DPRD Lampung Selatan, Erma Yusneli, yang dilanjutkan dengan penyampaian tentang pemekaran daerah oleh Sekretaris Kabupaten. Meskipun sempat terhenti akibat pemadaman listrik, acara berhasil dilanjutkan dan seluruh fraksi menyampaikan pandangan umum. Setelahnya, Bupati Lampung Selatan yang diwakili oleh Pj Sekretaris Kabupaten memberikan tanggapan.

    Setelah pembacaan usulan anggota pansus oleh masing-masing fraksi, terpilihlah anggota pansus dengan komposisi dari berbagai partai politik, dengan Hendry Gunawan dari PDIP sebagai Sekretaris. Ketua DPRD juga kemudian men-skore rapat untuk memberi kesempatan bagi pansus untuk bekerja.

    Keputusan ini menandai awal dari upaya mendalam untuk menggali potensi pemekaran daerah yang lebih optimal, yang akan dilanjutkan dengan laporan hasil kerja pansus di rapat paripurna mendatang.

    Dengan dibentuknya pansus ini, Hendry berharap agar seluruh pihak dapat bersinergi untuk memastikan bahwa pemekaran daerah akan membawa manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan. (WAPP)

  • Ali Sopian : Urusan Panitia Bandar Negara Selesai. Tak Ada Lagi Penyebutan Dengan Istilah Panitia DOB Atau TPPD

    Ali Sopian : Urusan Panitia Bandar Negara Selesai. Tak Ada Lagi Penyebutan Dengan Istilah Panitia DOB Atau TPPD

    nataragung.id BANDAR NEGARA – Sekretaris Umum Panitia Persiapan Pemekaran Daerah Otonomi Baru Kabupaten Bandar Negara (P3KBN) Ali Sopian, SH, C.PM mengatakan saat ini urusan panitia pemekaran telah selesai, sehingga tidak ada lagi penyebutan dengan istilah Panitia DOB dan istilah TPPD, yang ada adalah Panitia Persiapan Pemekaran Daerah Otonomi Baru Kabupaten Bandar Negara (P3KBN)

    Hal itu disampaikan oleh Ali Sopian terkait dengan telah diterimanya pernyataan tertulis diatas materai yang diberikan inisiator Pemekaran DOB Natar Agung yang kini telah berubah menjadi Bandar Negara.

    Menurut Ali Sopian dirinya selaku penerima amanah, bersama Ketua Umum dan Bendahara Umum P3KBN telah melakukan koordinasi secara intensif sejak Rabu malam (8/1/25) kepada TPPD dan hasilnya secara prinsip semua berkomitmen mempunyai satu ke-sefahaman bahwa panitia kini hanya satu yaitu P3KBN. “Itu ruh dari surat inisiator yang ditujukan kepada kami,” ucap Ali Sopian.

    Kedepannya menurut Ali Sopian, surat dari Inisiator dan susunan panitia P3KBN akan di tindak lanjuti dengan cara berkirim surat kepada berbagai pihak seperti Bupati Lampung Selatan (termasuk Bupati- Wakil Bupati terpilih), DPRD Lampung Selatan, Gubernur Lampung (termasuk Gubernur-Wakil Gubernur terpilih) serta DPRD Provinsi Lampung, dengan harapan jika lembaga atau institusi tersebut berkirim surat, cukup satu surat saja yaitu ke Panitia Persiapan Pemekaran Daerah Otonomi Baru Kabupaten Bandar Negara (P3KBN), karena dalam panitia Bandar Negara, kedua elemen yang ada yaitu Panitia DOB dan TPPD ada dalam susunan P3KBN. “Itulah kemauan inisiator Natar Agung kepada kami dan Alhamdulillah keinginan tersebut telah kami penuhi,” ujar advokat pendiri LBH Masa Perubahan Lampung ini.

    Ali Sopian sedikit membuka susunan P3KBN, misalnya Drs Ahmad Bastian SY di minta untuk menduduki posisi ketua dewan penasehat, tiga anggota DPD RI lainnya yaitu KH. Abdul Hakim, Bustami Zainudin dan Elmira Nabila Fauzi serta tokoh-tokoh penting lainnya pada 5 kecamatan calon DOB ada di jajaran penasehat. Kemudian ada jajaran dewan pembina yang di isi oleh tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat juga dari 5 kecamatan.

    Begitu juga dengan TPPD, dalam kepanitiaan P3KBN , nama TPPD tetap melekat pada Bapak Puji Sartono sebagai ketua TPPD dan Ibu Sugiharti namanya dalam kepanitiaan Bandar Negara tetap kita tulis Sekretaris TPPD. Namun dalam kegiatan keseharian di kepanitiaan P3KBN, beliau-beliau adalah pelaksana khusus. “Saya kira itu yang menjadi keinginan para inisiator bahwa komponen penggiat pemekaran harus menjadi satu kesatuan,” ujar Ali Sopian mengakhiri perbincangannya.

    Editor : SyahidanMh

  • Sai Bandar Lima Negara. (Makna dan Filosofi Logo Panitia Calon DOB Bandar Negara). Oleh: H. SyahidanMh

    Sai Bandar Lima Negara. (Makna dan Filosofi Logo Panitia Calon DOB Bandar Negara). Oleh: H. SyahidanMh

    nataragung.id – BANDAR NEGARA – seiring dengan berubahnya nama calon DOB dari Natar Agung / Bandar Lampung menjadi Bandar Negara, maka saya beserta tim kecil dari kepanitiaan DOB Natar Agung lebih khusus tim IT nataragung.id mencoba membuat logo panitia, sekali lagi ini adalah logo Panitia, karena sepengetahuan saya, jika Bandar Negara kelak sudah menjadi DOB maka logo Kabupaten Bandar Negara biasanya akan banyak melihatkan semua pihak khususnya tokoh adat baik dari Sai Batin maupun Pepadun yang ada di 5 kecamatan bahkan pada sekala yang lebih luas lagi yaitu se Provinsi Lampung.

    Lazimnya logo akan di adakan sayembara untuk mendesain termasuk memberikan arti baik warna gambar maupun tulisan yang ada dalam logo. Biasanya pemenang sayembara akan dijadikan Logo kabupaten Bandar Negara. Dalam hal ini, tentu saja saya beserta tim kecil nataragung.id akan amat berbahagia jika logo panitia ini kelak dijadikan logo DOB jika Bandar Negara benar-benar sudah mekar menjadi DOB dan berpisah dari Kabupaten induknya yaitu Lampung Selatan.

    Logo ini masih di internal kami, karena sampai saya bembuat tulisan, belum ada persetujuan dari ketua umum dan Sekretaris umum Panitia DOB Natar Agung yang kemungkinan nama itu akan berubah seiring dengan perubahan dari Natar Agung ke Bandar Negara.

    Izinkan saya mewakili tim kecil yang ada di jajaran redaksi nataragung.id, akan memberikan paparan terkait makna dari logo. Persoalan diterima atau ditolak oleh Ketum dan Sekum DOB Natar Agung itu sudah lain cerita karena ini hanya logo Panitia, jadi menurut hemat saya sesuatu hal yang tidak terlalu prinsip.

    Berikut adalah filosofi dari logo panitia calon DOB Kabupaten Bandar Negara berdasarkan komponen-komponen yang ada:

    1. Warna Merah: Melambangkan keberanian, semangat, dan tekad yang kuat dari masyarakat Bandar Negara dalam menjaga persatuan dan membangun daerah.
    Kuning (Emas) : Simbol kemakmuran, keagungan, dan kejayaan. Warna ini mencerminkan harapan untuk masa depan yang cerah dan penuh keberhasilan.
    Putih : Melambangkan kesucian, kejujuran, dan niat baik dalam setiap tindakan yang dilakukan oleh masyarakat.

    2. Siger Emas. Siger Emas: Lambang adat budaya Lampung, yang menunjukkan identitas dan kebanggaan masyarakat Bandar Negara sebagai bagian dari Provinsi Lampung. Siger juga melambangkan keagungan, kearifan lokal, dan kepemimpinan.

    3. Perahu Tapis Lampung. Perahu Tapis: Simbol perjalanan dan perjuangan masyarakat Bandar Negara yang hidup berdampingan dengan alam dan budaya maritim. Perahu juga melambangkan semangat gotong royong dan kebersamaan untuk mencapai tujuan bersama.

    4. Dua Pasang Pengantin Lampung. Pengantin Lampung : Melambangkan keutuhan, keharmonisan, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Hal ini juga menekankan pentingnya adat istiadat dan nilai-nilai luhur yang tetap dijaga.

    5. Padi dan Kapas : Padi : Simbol kemakmuran dan kecukupan pangan, mencerminkan harapan agar masyarakat Bandar Negara selalu hidup sejahtera.
    Kapas : Melambangkan keadilan dan kesejahteraan. Kapas merupakan simbol kebutuhan dasar manusia yang terpenuhi secara merata.

    6. Pita Putih dengan Tulisan “Sai Bandar Lima Negara”. Pita Putih: Melambangkan kesatuan, persaudaraan, dan niat baik dalam setiap kerja sama antar kelompok di masyarakat.
    Tulisan “Sai Bandar Lima Negara”: Menggambarkan kesatuan dan integrasi lima wilayah utama dalam Kabupaten Bandar Negara. “Sai” dalam bahasa Lampung berarti “satu,” menekankan semangat persatuan dalam keberagaman.

    KESELURUHAN FILOSOFI

    Logo Panitia DOB Kabupaten Bandar Negara adalah representasi visual dari nilai-nilai luhur masyarakat yang menjunjung tinggi adat budaya Lampung, semangat persatuan, keberanian, dan gotong royong untuk mencapai kesejahteraan bersama. Setiap elemen dalam logo menggambarkan cita-cita, identitas, dan karakter masyarakat Bandar Negara.

    Itulah makna yang terkandung dalam keseluruhan logo yang kami buat.
    Tabiikun.

    Penulis adalah : Inisiator Pemekaran calon DOB Natar Agung, tinggal di Natar, Marga Pubian BukukJadi

  • Inisiator Pemekaran Calon DOB Natar Agung Beri Mandat Penuh Kepada Panitia Bandar Negara Memperjuangkan Pemekaran

    Inisiator Pemekaran Calon DOB Natar Agung Beri Mandat Penuh Kepada Panitia Bandar Negara Memperjuangkan Pemekaran

    nataragung.id – Kalianda – Para inisiator Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Natar Agung yang kini telah berubah nama menjadi Bandar Negara yaitu H. SyahidanMh, SAg. Bejo Susanto, SAg. Edy Swaspodo. Ir. Supriyanto Hutagalung dan Drs. H. Ahmad Bastian SY, mengucapkan terima kasih atas upaya dan capaian kerja yang telah dilakukan berbagai pihak khususnya Panitia DOB Natar Agung, TPPD, DPRD dan Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto hingga dapat terselenggaranya Rapat Paripurna DPRD dalam rangka penyampaian Pemekaran Daerah di Lampung Selatan.

    Ditemui di sela-acara rapat paripurna khusus, Rabu ( 8/1/25) Edy Swaspodo tidak bisa menyembunyikan rasa harunya atas capaian yang telah diperoleh, buah dari perjalanan panjang proses pemekaran sejak tahun 2009.

    Edy menceritakan, inisiasi pembentukan DOB terjadi di rumahnya di Desa Natar, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Menurutnya saat itu mereka berempat (Dirinya, Syahidan, Bejo Susanto dan Supriyanto Hutagalung) berkumpul berdiskusi untuk memekarkan Kecamatan Natar menjadi DOB. Lantas dalam perjalanannya H. Ahmad Bastian mengusulkan agar Jati Agung bisa diikut sertakan dalam proses pembahasan DOB.

    Usulan Ahmad Bastian masih menurut Edy Swaspodo di Setujui oleh para inisiator dan akhirnya kelima orang itulah yang menanda-tangani surat usulan untuk diajukan ke DPRD Lampung Selatan guna dibahas lebih lanjut. “Surat usulan itu kami berlima yang menanda-tangani, termasuk lampiran yang merupakan satu kesatuan dari surat usulan pemekaran DOB Natar Agung,” ucap Edy Swaspodo yang didampingi oleh H. SyahidanMh dan Supriyanto Hutagalung.

    Edy menyebut, lampiran dimaksud berupa proposal pemekaran, nama Kecamatan (wilayah) yang akan dimekarkan, jumlah penduduk dan susunan panitia DOB Natar Agung. “Surat berikut lampiran itulah yang dibahas dalam hearing (RDP) antara Komisi A (kini Komisi 1) pada tanggal 10 Januari 2010,” kenang anggota DPRD Lamsel periode 2004-2009 itu.

    Kedepannya dia berharap panitia Natar Agung yang kini akan berubah menjadi Panitia Bandar Negara bisa bekerja dengan maksimal demi mewujudkan keinginan warga lima kecamatan yaitu Natar, Jati Agung, Tanjung Bintang, Merbau Mataram dan Tanjung Sari untuk menjadi DOB dan terpisah dari Kabupaten induknya yaitu Lampung Selatan. “In Syaa Allah kami selaku inisiator dan penggagas Pemekaran Natar Agung akan memberikan support sekaligus mandat kepada panitia calon DOB Bandar Negara,” tegas mantan kepala Desa Natar itu.

    Pernyataan Edy Swaspodo di dukung penuh oleh Ir. Supriyanto Hutagalung, menurut anggota DPRD Lamsel periode 2004-2009, 2014-2019 dan sisa jabatan periode 2019-2024 ini, dirinya amat mendukung upaya yang akan dilakukan oleh Edy Swaspodo. “Saya dukung penuh langkah yang akan diambil oleh Mas Edy agar para inisiator dan penggagas Natar Agung kembali memberikan kepercayaan kepada panitia Bandar Negara, sehingga kinerja teman-teman panitia lebih maksimal,” ujar Galung panggilan akrab Supriyanto Hutagalung.
    Dirinya menegaskan bahwa empat orang inisiator telah menandatangani surat pernyataan diatas materai tentang dua hal penting. Yang pertama bahwa inisiator dan penggagas Pemekaran Natar Agung menyetujui perubahan nama DOB menjadi Bandar Negara dan yang kedua inisiator telah menunjuk masing-masing Bapak Irfan Nuranda Djafar, Ali Sopian dan Nova Indriani tetap menjadi ketua umum, Sekretaris umum dan bendahara umum panitia DOB Bandar Negara yang merupakan pengganti nama sebelumnya yaitu Natar Agung.

    Galung juga menyatakan bahwa tim inisiator memberikan kepercayaan kepada mereka bertiga untuk melengkapi susunan kepanitiaan dengan melibatkan seluruh elemen pada lima kecamatan calon DOB. “Ini dilakukan dalam rangka memenuhi keinginan fraksi-fraksi dalam pandangan umumnya saat sidang paripurna, dimana fraksi menginginkan agar panitia kembali bersatu dengan satu tujuan yaitu Mekarnya Bandar Negara”, ucap Supriyanto Hutagalung yang di Aamiini oleh SyahidanMh.

    Sementara itu Ali Sopian yang tetap dipercaya oleh inisiator menjabat sekretaris umum panitia Bandar Negara, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Dirinya berjanji akan menunaikan kepercayaan itu dan akan bekerja secara maksimal agar harapan seluruh warga masyarakat lima kecamatan bisa terwujud. “In Syaa Allah amanat itu akan saya jaga, kami akan susun kepanitiaan secara lengkap dan kami bertekad mewujudkan Pemekaran Bandar Negara secepatnya,” tegas Ali Sopian usai menerima surat pernyataan dari para inisiator di gedung DPRD Lampung Selatan pada Rabu siang (8/1/25)

    Editor : Mara Kalianda

  • DPRD Lampung Selatan Putuskan Bentuk Panitia Khusus Calon DOB Bandar Negara

    DPRD Lampung Selatan Putuskan Bentuk Panitia Khusus Calon DOB Bandar Negara

    nataragung.id – Kalianda – Rapat Paripurna DPRD Lampung Selatan dengan agenda penyampaian Pemekaran Daerah di Kabupaten Lampung Selatan memutuskan untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus ) Pembahasan Pemekaran Daerah calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Bandar Negara.

    Rapat yang berlangsung di ruang sidang DPRD Lampung Selatan Rabu 8 Januari 2025, dihadiri oleh 37 orang dari 50 anggota DPRD, Bupati Lampung Selatan diwakili oleh Pj Sekretaris Kabupaten Intji Indriati, Forkopimda, Staf Ahli Bupati, para Asisten dan Kepala Satuan Kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Lampung Selatan, Anggota DPD RI KH. Abdul Hakim, para camat dari 5 kecamatan calon DOB. Turut hadir unsur TPPD yang diketuai oleh Puji Sartono dan Ketua Umum Panitia DOB Natar Agung Irfan Nuranda Djafar beserta jajaran pengurus lainnya.

    Acara diawali pembukaan oleh ketua DPRD Erma Yusneli, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Pemekaran Daerah di Kabupaten Lampung Selatan oleh Bupati diwakili Sekretaris Kabupaten Intji Indriati, acara berikutnya pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Lampung Selatan. Acara pandangan umum sempat tertunda dan terhenti ketika terjadi pemadaman listrik diruang sidang paripurna, saat fraksi PDIP yang diwakili oleh Hendry Gunawan membacakan pandangan umum. Meski begitu acara tetap dilanjutkan sampai seluruh fraksi menyampaikan pandangan umum.
    Usai pandangan umum acara dilanjutkan dengan tanggapan Bupati Lampung Selatan yang diwakili oleh Pj Sekretaris Kabupaten.

    Setelah Pj Sekretaris Kabupaten memberikan tanggapan atas nama Bupati, ketua DPRD melanjutkan acara berupa pembacaan usulan anggota panitia khusus oleh masing-masing fraksi yang dibacakan oleh sekretaris DPRD Thomas Amirico dengan formasi keanggotaan sebagai berikut : Partai Gerinda, PDIP, Golkar, PAN, PKB, Partai Demokrat NASDEM masing-masing mengirimkan anggota pansus 2 orang dan PKS 1 orang sehingga anggota pansus berjumlah 15 orang.

    Setelah keanggotaan pansus dibacakan oleh sekretaris DPRD, kemudian ketua DPRD men-skore rapat guna pembentukan dan pemilihan pimpinan pansus. Berdasarkan rapat anggota pansus maka terpilih sebagai Ketua Waris Basuki (Gerindra (Wakil Ketua Agus Sartono (PAN) dan Sekretaris Hendri Gunawan (PDIP ). Usai diskor Rapat kembali dibuka oleh ketua dewan dengan pembacaan surat keputusan tentang susunan keanggotaan pansus, setelah keanggotaan panitia khusus di sahkan, ketua DPRD Lampung Selatan kembali men-skore sidang paripurna untuk memberi kesempatan bagi pansus Pemekaran bekerja guna mendalami proses pemekaran calon DOB Bandar Negara dengan masa kerja beberapa waktu ke depan.

    Rapat paripurna kembali akan dilanjutkan jika panitia khusus telah memberikan laporan hasil kerjanya.

    Editor : SyahidanMh

  • DPRD Lampung Selatan Putuskan Bentuk Panitia Khusus Calon DOB Bandar Negara

    DPRD Lampung Selatan Putuskan Bentuk Panitia Khusus Calon DOB Bandar Negara

    nataragung.id – Kalianda – Rapat Paripurna DPRD Lampung Selatan dengan agenda penyampaian Pemekaran Daerah di Kabupaten Lampung Selatan memutuskan untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus ) Pembahasan Pemekaran Daerah calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Bandar Negara.

    Rapat yang berlangsung di ruang sidang DPRD Lampung Selatan Rabu 8 Januari 2025, dihadiri oleh 37 orang dari 50 anggota DPRD, Bupati Lampung Selatan diwakili oleh Pj Sekretaris Kabupaten Intji Indriati, Forkopimda, Staf Ahli Bupati, para Asisten dan Kepala Satuan Kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Lampung Selatan, Anggota DPD RI KH. Abdul Hakim, para camat dari 5 kecamatan calon DOB. Turut hadir unsur TPPD yang diketuai oleh Puji Sartono dan Ketua Umum Panitia DOB Natar Agung Irfan Nuranda Djafar beserta jajaran pengurus lainnya.

    Acara diawali pembukaan oleh ketua DPRD Erma Yusneli, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Pemekaran Daerah di Kabupaten Lampung Selatan oleh Bupati diwakili Sekretaris Kabupaten Intji Indriati, acara berikutnya pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Lampung Selatan. Acara pandangan umum sempat tertunda dan terhenti ketika terjadi pemadaman listrik diruang sidang paripurna, saat fraksi PDIP yang diwakili oleh Hendry Gunawan membacakan pandangan umum. Meski begitu acara tetap dilanjutkan sampai seluruh fraksi menyampaikan pandangan umum.
    Usai pandangan umum acara dilanjutkan dengan tanggapan Bupati Lampung Selatan yang diwakili oleh Pj Sekretaris Kabupaten.

    Setelah Pj Sekretaris Kabupaten memberikan tanggapan atas nama Bupati, ketua DPRD melanjutkan acara berupa pembacaan usulan anggota panitia khusus oleh masing-masing fraksi yang dibacakan oleh sekretaris DPRD Thomas Amirico dengan formasi keanggotaan sebagai berikut : Partai Gerinda, PDIP, Golkar, PAN, PKB, NASDEM masing-masing mengirimkan anggota pansus 2 orang dan PKS 1 orang sehingga anggota pansus berjumlah 13 orang.

    Setelah keanggotaan pansus dibacakan oleh sekretaris DPRD, kemudian ketua DPRD men-skore rapat guna pembentukan dan pemilihan pimpinan pansus. Berdasarkan rapat anggota pansus maka terpilih sebagai Ketua Waris Basuki (Gerindra (Wakil Ketua Agus Sartono (PAN) dan Sekretaris Hendri Gunawan (PDIP ). Usai diskor Rapat kembali dibuka oleh ketua dewan dengan pembacaan surat keputusan tentang susunan keanggotaan pansus, setelah keanggotaan panitia khusus di sahkan, ketua DPRD Lampung Selatan kembali men-skore sidang paripurna untuk memberi kesempatan bagi pansus Pemekaran bekerja guna mendalami proses pemekaran calon DOB Bandar Negara dengan masa kerja beberapa waktu ke depan.

    Rapat paripurna kembali akan dilanjutkan jika panitia khusus telah memberikan laporan hasil kerjanya.

    Editor : SyahidanMh

  • Hari Ini DPRD Akan Paripurnakan Calon DOB di Lampung Selatan

    Hari Ini DPRD Akan Paripurnakan Calon DOB di Lampung Selatan

    1. nataragung.id – Kalianda – Hari ini Rabu 8 Januari 2025 DPRD Lampung Selatan akan mengadakan rapat paripurna dengan agenda penyampaian pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di Lampung Selatan. “Ya, sudah kita putuskan waktu pelaksanaanya yaitu hari ini dengan mengundang pihak-pihak terkait termasuk Ketua TPPD dan Ketua DOB Natar Agung,” ucap Ketua DPRD Erma Yusneli ketika diminta penjelasannya

    mengenai hasil rapat Badan Musyawarah (BanMus) yang dilaksanakan pada hari Senin 6 Januari 2025.

    Hal senada disampaikan oleh wakil ketua 2 DPRD Lampung Selatan A. Benny Raharjo. Ia mengatakan, agenda sidang paripurna DPRD Lampung Selatan hari ini, akan di awali dengan pembukaan oleh ketua dewan, kemudian penyampaian pemekaran daerah oleh Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, pandangan umum dari fraksi, tanggapan Bupati atas pandangan umum fraksi kemudian dilanjutkan dengan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) calon DOB di Lampung Selatan. “Sengaja kita membuat pansus untuk mendalami administrasi terkait pemekaran calon DOB,” ucap politisi Partai Golkar ini.

    Benny juga menambahkan, fokus kerja pansus selain masalah nama juga lokasi pusat pemerintahan. “Saat RDP hari Jumat lalu, masalah nama sudah selesai yaitu Bandar Negara, namun untuk lokasi pusat perkantoran, peserta RDP baru menyepakati tempatnya yaitu di Jati Agung, tetapi status tanah belum ada pendalaman,” tegasnya.

    Salah satu tugas pansus menurut Benny adalah mendalami status tanah dan kepemilikan tanah sehingga ketika nanti rekomendasi usulan DOB ini disetujui oleh paripurna DPRD, semua administrasi sudah jelas, karena syarat administrasi berupa kelengkapan status tanah akan menjadi lampiran dari persetujuan dewan.

    Dengan demikian menurut Benny hari Rabu nanti, belum ada pengesahan atau persetujuan pemekaran DOB Bandar Negara tapi baru sebatas pembentukan pansus lalu sidang paripurna di skore untuk memberikan kesempatan pansus untuk bekerja.

    Sementara itu sumber-sumber di internal dewan menyebutkan, bahwa bisa saja pansus meng agendakan Konsultasi ke Pemerintah Pusat untuk lebih mendalami masalah lokasi calon ibu kota DOB.
    Tidak menutup kemungkinan pansus juga meng-agendakan kunjungan kerja ke kabupaten yang tengah melakukan pembahasan atau yang sudah melakukan pembahasan DOB. “Hal itu amat dimungkinkan karena ada teman-teman anggota dewan yang bercerita tentang itu, tapi kalau saya sich berharap kerja pansus cukup seminggu saja, biar segera di setujui,” ujar anggota dewan yang minta namanya tidak disebutkan.

    Sebagai mana diketahui proses pemekaran DOB di Lampung Selatan sudah dimulai sejak tahun 2009 dengan nama Natar Agung, kemudian atas rekomendasi LPPM Unila maka TPPD di Lampung Selatan bersosialisasi dan berusaha merubah nama dari Natar Agung menjadi Kabupaten Bandar Lampung.
    Nama Bandar Lampung merupakan salah satu dari empat nama yang ada dalam rekomendasi LPPM Unila, baru pada hari Jumat 3 Januari 2025 atas kesepakatan Panitia DOB Natar Agung, TPPD di Lampung Selatan, disaksikan oleh anggota DPD RI Dr. Bustami Zainudin menyepakati nama Bandar Negara sebagai nama calon DOB di Lampung Selatan.

    Editor : SyahidanMh.

  • Hari Ini DPRD Akan Paripurnakan Calon DOB di Lampung Selatan

    Hari Ini DPRD Akan Paripurnakan Calon DOB di Lampung Selatan

    nataragung.id – Kalianda – Hari ini Rabu 8 Januari 2025 DPRD Lampung Selatan akan mengadakan rapat paripurna dengan agenda penyampaian pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di Lampung Selatan. “Ya, sudah kita putuskan waktu pelaksanaanya yaitu hari ini dengan mengundang pihak-pihak terkait termasuk Ketua TPPD dan Ketua DOB Natar Agung,” ucap Ketua DPRD Erma Yusneli ketika diminta penjelasannya

    mengenai hasil rapat Badan Musyawarah (BanMus) yang dilaksanakan pada hari Senin 6 Januari 2025.

    Hal senada disampaikan oleh wakil ketua 2 DPRD Lampung Selatan A. Benny Raharjo. Ia mengatakan, agenda sidang paripurna DPRD Lampung Selatan hari ini, akan di awali dengan pembukaan oleh ketua dewan, kemudian penyampaian pemekaran daerah oleh Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, pandangan umum dari fraksi, tanggapan Bupati atas pandangan umum fraksi kemudian dilanjutkan dengan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) calon DOB di Lampung Selatan. “Sengaja kita membuat pansus untuk mendalami administrasi terkait pemekaran calon DOB,” ucap politisi Partai Golkar ini.

    Benny juga menambahkan, fokus kerja pansus selain masalah nama juga lokasi pusat pemerintahan. “Saat RDP hari Jumat lalu, masalah nama sudah selesai yaitu Bandar Negara, namun untuk lokasi pusat perkantoran, peserta RDP baru menyepakati tempatnya yaitu di Jati Agung, tetapi status tanah belum ada pendalaman,” tegasnya.

    Salah satu tugas pansus menurut Benny adalah mendalami status tanah dan kepemilikan tanah sehingga ketika nanti rekomendasi usulan DOB ini disetujui oleh paripurna DPRD, semua administrasi sudah jelas, karena syarat administrasi berupa kelengkapan status tanah akan menjadi lampiran dari persetujuan dewan.

    Dengan demikian menurut Benny hari Rabu nanti, belum ada pengesahan atau persetujuan pemekaran DOB Bandar Negara tapi baru sebatas pembentukan pansus lalu sidang paripurna di skore untuk memberikan kesempatan pansus untuk bekerja.

    Sementara itu sumber-sumber di internal dewan menyebutkan, bahwa bisa saja pansus meng agendakan Konsultasi ke Pemerintah Pusat untuk lebih mendalami masalah lokasi calon ibu kota DOB.
    Tidak menutup kemungkinan pansus juga meng-agendakan kunjungan kerja ke kabupaten yang tengah melakukan pembahasan atau yang sudah melakukan pembahasan DOB. “Hal itu amat dimungkinkan karena ada teman-teman anggota dewan yang bercerita tentang itu, tapi kalau saya sich berharap kerja pansus cukup seminggu saja, biar segera di setujui,” ujar anggota dewan yang minta namanya tidak disebutkan.

    Sebagai mana diketahui proses pemekaran DOB di Lampung Selatan sudah dimulai sejak tahun 2009 dengan nama Natar Agung, kemudian atas rekomendasi LPPM Unila maka TPPD di Lampung Selatan bersosialisasi dan berusaha merubah nama dari Natar Agung menjadi Kabupaten Bandar Lampung.
    Nama Bandar Lampung merupakan salah satu dari empat nama yang ada dalam rekomendasi LPPM Unila, baru pada hari Jumat 3 Januari 2025 atas kesepakatan Panitia DOB Natar Agung, TPPD di Lampung Selatan, disaksikan oleh anggota DPD RI Dr. Bustami Zainudin menyepakati nama Bandar Negara sebagai nama calon DOB di Lampung Selatan.

    Editor : SyahidanMh.