Bulan: Januari 2025

  • Pemeintah Provinsi Lampung Buka Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Untuk Jabatan Sekda

    Pemeintah Provinsi Lampung Buka Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Untuk Jabatan Sekda

    nataragung.id, Bandar Lampung – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Lampung membuka seleksi terbuka untuk mengisi posisi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk satu posisi jabatan Sekdaprov Lampung.

    Informasi terkait seleksi ini diumumkan melalui laman resmi https://bkd.lampungprov.go.id pada Selasa (7/1/2025).

    Berdasarkan Pengumuman Panitia Seleksi Nomor: 02/PANSEL-JPTM/I/2025, penerimaan berkas pendaftaran dimulai sejak hari ini 7 Januari hingga 21 Januari 2025.

    Selanjutnya, Seleksi Administrasi (Rekam Jejak dilakukan pada 22–23 Januari 2025. Hasil seleksi administrasi diumumkan pada 24 Januari 2025.

    Kemudian, uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural: 4–5 Februari 2025. Hasilnya akan diumumkan pada 18–19 Februari 2025.

    Para calon juga harus mengikuti tahapan Penulisan Makalah pada 20 Februari 2025. Lalu, tahap wawancara: 21 Februari 2025.

    Hasil Penulisan Makalah dan Wawancara akan diumumkan pada 24 Februari 2025. Selanjutnya, penyampaian Hasil Akhir kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) pada 28 Februari 2025.

    Peserta yang ingin mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) harus memenuhi sejumlah persyaratan administratif sebagai berikut:

    1. Daftar Riwayat Hidup

    2. Surat Keterangan Rekam Jejak Jabatan

    3. Surat Rekomendasi dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK)

    4. Surat Keterangan Tidak Melanggar Disiplin

    5. Surat Pernyataan Kesediaan untuk mengikuti proses seleksi.

    6. Pakta Integritas yang ditandatangani oleh peserta.

    7. Surat Pernyataan Tidak Terafiliasi dengan Partai Politik (Parpol).

    8. Surat Lamaran yang ditujukan kepada Panitia Seleksi

    Editor  : Muhammad Arya

  • Arti dan Makna Bandar Negara serta Kaitannya Dengan Kecamatan Natar Oleh. : H. SyahidanMh

    Arti dan Makna Bandar Negara serta Kaitannya Dengan Kecamatan Natar Oleh. : H. SyahidanMh

    nataragung.id – BANDAR NEGARA – Pada awal pengusulan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Lampung Selatan akhir tahun 2009, yang diusulkan oleh empat orang inisiator dah satu orang pengggagas yaitu : H. SyahidanMh , Bejo Susanto, Edy Swaspodo, Supriyanto Hutagalung dan Drs. H. Ahmad Bastian SY, nama yang dipakai adalah Natar Agung yang meliputi lima kecamatan yaitu Kecamatan Natar, Tanjung Bintang, Jati Agung, Merbau Mataram dan Tanjung Sari.

    Namun berdasarkan kompromi (jalan tengah), setelah terjadi perdebatan yang cukup tajam antara yang mengusung nama Natar Agung dan yang mengusung Bandar Lampung sebagai calon DOB di Lampung Selatan, maka diputuskanlah nama Bandar Negara sebagai jalan tengah hasil dari sebuah kompromi.

    Jalan tengah itu diambil dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi 1, Panitia DOB Natar Agung, TPPD, Anggota DPD RI Dr. Bustami Zainudin, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, APDESI dan PABPDSI pada lima kecamatan calon DOB di ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lampung Selatan, pada Hari Jum’at 3 Januari 2025, pukul 09.30 WIB hingga menjelang Sholat Jumat. Rapat Dengar Pendapat langsung di pimpin oleh Ketua DPRD didampingi para wakil ketua yaitu Merik Havit, SH, MH dan A Benny Raharjo, SH.

    Usai ketua DPRD Lamsel Erma Yusneli, SE, MM menyampaikan kata pengantar, kemudian ketua TPPD Puji Sartono dan ketua DOB Natar Agung Irfan Nuranda Djafar masing-masing memberikan paparan terkait capaian kerja dilembaganya masing-masing, kemudian RDP di skore oleh Ketua DPRD untuk memberikan kesempatan mediasi (berunding) bagi kedua pihak yang terlibat dalam proses pemekaran.

    Rapat tertutup antara Panitia DOB dan TPPD yang dipandu oleh Sekretaris DPRD Lampung Selatan Thomas Amirico, ketua Komisi 1 Agus Sartono dan Jenggis Khan Haikal serta turut dihadiri oleh anggota DPD RI. DR. Bustami Zainudin. Dalam rapat tertutup itulah terjadi kesepakatan nama Bandar Negara untuk calon DOB di Lampung Selatan.

    Terkait dijadikannya nama Bandar Negara sebagai calon DOB banyak warga yang bertanya dengan pertanyaan kurang lebih sebagai berikut : “Kalau boleh tahu, apakah ada yang bisa menjelaskan asal-usul nama Bandar Negara, siapa tahu suatu saat anak cucu kami ada yang bertanya.”

    Pertanyaan itu cukup menggelitik, menarik dan amat wajar karena selama ini Nama Bandar Negara tidak pernah disebut dalam proses pemekaran, meski dalam rekomendasi hasil study kelayakan LPPM Unila nama Bandar Negara adalah salah satu dari empat nama yang direkomendasikan untuk nama DOB di Lampung Selatan.

    Dengan adanya pertanyaan seperti itu, perlu diberikan penjelasan agar publik khususnya warga 5 kecamatan calon DOB lebih faham dan bisa ikut menjelaskan kepada publik jika kebetulan ada warga masyarakat yang kembali bertanya.

    Dalam tulisan ini saya akan jelaskan dari beberapa sudut jawaban yaitu dari sisi arti “Bandar” dan arti “Bandar Negara” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan dari sisi sejarah kenapa Bandar Negara di jadikan nama DOB, yang ternyata juga berkaitan dengan sejarah Kecamatan Natar pada awal berpisahnya distrik (Keresidenan) Lampung dari Sumatra Selatan yang kemudian menjadi Provinsi Lampung pada era tahun 1960-an.

    KATA BANDAR.
    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “BANDAR” memiliki beberapa arti :

    Arti Umum
    1. Tempat atau kota yang menjadi pusat perdagangan atau pelayaran.
    2. Pelabuhan atau dermaga tempat kapal-kapal bersandar.
    3. Kota atau tempat yang menjadi pusat kegiatan ekonomi.

    Arti Khusus
    1. Dalam konteks sejarah, bandar merujuk pada kota-kota pelabuhan yang menjadi pusat perdagangan di Nusantara.
    2. Dalam konteks permainan, bandar adalah orang yang memimpin atau mengatur permainan.

    Contoh Kalimat
    1. Bandar Lampung adalah kota pelabuhan yang sibuk di Lampung.
    2. Bandar udara adalah tempat pesawat terbang berangkat dan mendarat.
    Sumber: KBBI. Edisi V.

    KALIMAT BANDAR NEGARA.
    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kalimat “BANDAR NEGARA” dapat diartikan sebagai berikut :

    Arti Harfiah
    1. Kota atau pelabuhan negara.
    2. Pusat pemerintahan atau ibukota negara.

    Arti Khusus
    1. Dalam konteks sejarah, Bandar Negara dapat merujuk pada kota-kota pelabuhan yang menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan di Nusantara.
    2. Dalam konteks modern, Bandar Negara dapat merujuk pada ibukota atau pusat pemerintahan suatu negara.

    Contoh Kalimat
    1. Bandar Negara Republik Indonesia adalah Jakarta.
    2. Bandar Negara tersebut menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi.
    Sumber: KBBI. Edisi V.

    Lantas kenapa dipilih nama Bandar Negara sebagai nama calon DOB di Lampung Selatan ? Begini penjelasannya terkait hal-hal yang menjadi latar belakangnya :

    Pada tahun 2019 Lembaga Pusat Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung (Unila) atas permintaan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengadakan study kelayakan rencana pemekaran calon DOB Natar Agung yang telah diusulkan sejak tahun 2009.
    Usai LPPM Unila mengadakan study kelayakan, dalam rekomendasinya memberikan empat nama untuk calon DOB yaitu :
    1. Natar Agung.
    2. Bandar Lampung
    3. Bandar Negara
    4. Bandar Husada.

    Dalam rekomendasi itu dijelaskan secara rinci dan gamblang berikut alasan mengapa LPPM Unila merekomendasikan nama-nama tersebut sebagai calon DOB di Lampung Selatan.

    Selanjutnya berdasarkan rekomendasi LPPM Unila, Tim Persiapan Pemekaran Daerah (TPPD) mengadakan sosialisasi pada 84 Desa dalam 5 Kecamatan calon DOB dan dalam sosialisasi itu TPPD cendrung memakai nama Bandar Lampung dengan rujukan utamanya adalah rekomendasi LPPM Unila. Sedang Panitia DOB tetap bertahan dengan nama Natar Agung, karena selain sudah diusulkan sejak tahun 2009, nama Natar Agung sudah me-nasional dan sesuai dengan sejarah sejarah keberadaan 5 kecamatan calon DOB. Dua perbedaan nama itulah yang menjadikan seolah-olah di masyarakat ada dua kepanitiaan yaitu Panitia DOB Natar Agung dibawah pimpinan Irfan Nuranda Djafar dan TPPD Bandar Lampung pimpinan Puji Sartono.

    Sebab lainnya karena Panitia DOB Natar Agung menganggap TPPD adalah tim adhock, dimana saat penunjukan personil TPPD atas usulan dalam rapat internal Panitia DOB dan tempat rapatnya juga di kediaman pribadi ketua umum DOB Bapak Irfan Nuranda Djafar (keterangan Pak Irfan dalam berbagai kesempatan dan keterangan itu kembali di sampaikan dalam RDP Jumat 3 Januari 2025).

    Menurut Irfan dibentuknya TPPD karena ada anggaran di APBD Lampung Selatan tahun 2019 sebesar Rp 1 Milyar, karena itu harus ada sebuah tim yang di SK kan oleh Bupati sebagai azaz legalitas guna untuk pertanggung-jawaban dana yang bersumber dari APBD.

    Dengan demikian dipakainya nama Bandar Negara berarti tidak menyimpang dari 4 nama yang telah direkomendasikan oleh LPPM Unila ketika mengatakan study kelayakan.

    Menurut anggota DPD RI. Dr Bustami Zainudin jika mengambil nama diluar 4 nama yang ada, maka resiko nya amat berat. Apa resikonya :
    1. Jika yang diambil nama calon DOB tidak ada dalam rekomendasi, maka bisa saja akan dilakukan study kelayakan dari awal, yang berarti proses pemekaran DOB akan kembali dari nol.
    2. Karena Study kelayakan yang dilakukan oleh LPPM Unila berikut sosialisasi TPPD pada tahun 2019 mempergunakan dana APBD Lampung Selatan sebesar Rp 1 Milyar, bisa saja dana itu akan menjadi temuan BPK, jika nama yang diberikan untuk calon DOB tidak sesuai dengan rekomendasi yang ada.

    Itulah penjelasan Anggota DPD RI Bapak DR.Bustami Zainudin di hadapan Rapat tertutup antara Panitia DOB Natar Agung dan TPPD Jum’at (3/1/25), sehingga nama Bandar Negara diambil dan dipakai sebagai nama DOB hasil kesepakatan bulat antara Panitia DOB Natar Agung dan TPPD dan itu juga merupakan jalan tengah sebagai bentuk kompromi yang amat elegen dari semua pihak yang terlibat dalam proses pemekaran.

    Lantas apa filosofi dan sejarah nama Bandar Negara jika dikaitkan dengan liman kecamatan yang akan menjadi calon DOB?.
    Begini ulasannya.

    Era tahun 1960-an Distrik (Keresidenan) Lampung berpisah dari Sumatra Selatan dan menjadi Provinsi sendiri yaitu Provinsi Lampung.

    Saat menjadi Provinsi, Lampung baru mempunyai tiga kabupaten dan satu kota yaitu :
    1. Lampung Selatan
    2. Lampung Tengah
    3. Lampung Utara.
    4. Kota Praja (Kota-madya ) Tanjung Karang-Teloek Betoeng.

    Lantas Bagaimana kecocokan nama Bandar Negara jika di kaitkan dengan 5 Kecamatan calon DOB?, apakah relevan dan bisa dijadikan cerita sejarah terkait pemberian nama Bandar Negara sebagai nama calon DOB?

    Begini penjelasan dan latar-belakangnya
    1. Kabupaten Lampung Selatan, saat Provinsi Lampung berdiri mempunyai salah satu kecamatan yang bernama Natar.
    2. Kecamatan Natar saat itu meliputi wilayah Kedaton (sampai makam pahlawan) dan Panjang.
    3. Wilayah Kedaton meliputi Tanjung Bintang dan kecamatan Pemekarannya yaitu Jati Agung dan Tanjung Sari. Makanya sampai saat ini di Tanjung Bintang, Jati Agung dan Tanjung Sari masih familier dengan sebutan atau istilah Kedaton. Pasti kita sering mendengar istilah Kedaton 1-IX untuk menyebutkan block-block tertentu di tiga kecamatan itu. Miriplah ketika kita menyebut bedeng-bedeng dari Trimurjo hingga Lampung Timur, untuk menggambarkan lokasi transmigrasi di kawasan itu.
    4. Dari lima kecamatan yang akan menjadi DOB Bandar Negara hanya Merbau Mataram yang tidak ada kaitannya dengan Natar, karena Merbau Mataram adalah pecahan dari Kecamatan Katibung.

    Dengan demikian pemakaian nama Bandar Negara sebagai calon DOB, jika kita hubungkan dari mulai berdirinya Provinsi Lampung sudah sangat jelas menggambarkan bahwa awalnya empat kecamatan dari lima kecamatan calon DOB yaitu Natar , Tanjung Bintang, Jati Agung dan Tanjung Sari PUSATNYA ada di Natar sebagai induk kecamatan, hanya Merbau Mataram yang tidak ada sejarah keterkaitan dengan Kecamatan Natar. Karena Merbau Mataram adalah pecahan dari kecamatan Katibung.

    Sedang kata Negara lebih fokus pada calon ibu kota Provinsi Lampung yang kelak akan ada di Kota Baru (Jati Agung) dan juga rencana pusat pemerintahan Bandar Negara direncanakan akan ada di seputaran Kota Baru Jati Agung.

    Berangkat dari fakta itulah akhirnya semua peserta RDP dan diharapkan juga seluruh warga lima kecamatan bersepakat memakai nama Bandar Negara sebagai calon DOB.
    Karena jika kita tarik sejarah kebelakang, calon DOB awalnya semua berasal dari Natar, selain nama Bandar Negara juga merupakan salah satu dari empat nama yang direkomendasikan oleh LPPM Unila.

    Semoga Allah akan berikan kemudahan bagi proses selanjutnya, sehingga kelak Bandar Negara benar-benar bisa menjadi Daerah Otonomi Baru. ***
    Tabiik

    Penulis adalah Inisiator Pemekaran DOB Natar Agung, tinggal di Natar.

  • Terkendala Administrasi, Pasien Ibu dan Anak Terlantar di RS Airan Raya Lampung

    Terkendala Administrasi, Pasien Ibu dan Anak Terlantar di RS Airan Raya Lampung

    nataragung.id, Jati Agung, Yenni binti Thamrin (44), warga Karang Anyar, menghadapi kendala administratif di RS Airan Raya Lampung. Yenni masuk ke rumah sakit pada Sabtu, 4 Januari 2025, dengan keluhan asam lambung, sementara anaknya yang berusia 6 tahun juga dirawat akibat kecelakaan. Keduanya menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan.

    Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menyampaikan bahwa Yenni memiliki gejala usus buntu dan merekomendasikan operasi melalui BPJS. Namun, Yenni menolak dengan alasan dirinya merasa sudah sehat dan ingin fokus mendampingi anaknya yang sedang dirawat. “Saya merasa sudah tidak ada keluhan lagi. Anak saya juga sedang membutuhkan perhatian saya, jadi saya memutuskan untuk tidak menjalani operasi,” ujar Yenni saat diwawancarai.

    Penolakan tersebut menyebabkan pihak rumah sakit mengubah status pengobatan Yenni dari peserta BPJS menjadi pasien umum. Akibatnya, ia dikenai biaya pengobatan sebesar Rp 1.600.000. Karena belum mampu melunasi biaya tersebut, hingga pagi ini, 7 Januari 2025, Yenni masih tertahan di ruang administrasi rumah sakit.

    “Saya benar-benar bingung harus bagaimana. Saya tidak punya uang untuk membayar biaya itu sekarang. Saya hanya ingin pulang dan fokus menjaga anak saya,” tambah Yenni.

    Kasus ini menyoroti persoalan akses layanan kesehatan bagi pengguna BPJS, terutama dalam situasi darurat. Masyarakat berharap pihak RS Airan Raya dan instansi terkait dapat memberikan solusi yang adil dan mempertimbangkan kondisi ekonomi pasien.

  • Tohir Bahnan Terpilih Sebagai Ketua Umum dan Formatur HMI Cabang Bandar Lampung

    Tohir Bahnan Terpilih Sebagai Ketua Umum dan Formatur HMI Cabang Bandar Lampung

    nataragung.id – Bandar Lampung – Konferensi Cabang (Konfercab) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung dibuka pada tanggal 20 Desember 2024 dan berlangsung dengan hikmat. Acara ini menjadi ajang adu gagasan, pertukaran pikiran, serta evaluasi bagi HMI Cabang Bandar Lampung.

    Konfercab dihadiri oleh 14 komisariat penuh dan 3 komisariat persiapan, dengan total 34 suara yang diperebutkan. Dalam konferensi ini, terdapat tiga calon ketua umum yang mendaftarkan diri: Tohir Bahnan dari Komisariat Ushuluddin UIN Raden Intan Lampung, Alfarizi Wijaya dari Komisariat Syari’ah UIN Raden Intan Lampung, dan Reynaldo Maulana dari Komisariat Sosiologi Politik Universitas Lampung (Unila).

    Setelah melalui proses pemilihan yang aklamasi, Tohir Bahnan ditetapkan sebagai Formatur/Ketua Umum HMI Cabang Bandar Lampung pada tanggal 7 Januari 2025. Ia mendapatkan dukungan dari berbagai komisariat, termasuk Ushuluddin UIN RIL, Pertanian Unila, Tarbiyah UIN RIL, Baradatu, Hukum Unila, FEBI UIN RIL, Syari’ah UIN RIL, Dakwah UIN RIL, dan KIP Unila.

    Nama Tohir Bahnan sudah mencuat sebelum Konfercab berlangsung. Ia merupakan mantan Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Bandar Lampung dan mantan Ketua Umum HMI Komisariat Ushuluddin UIN Raden Intan Lampung.

    Dalam keterangan persnya kepada wartawan pada tanggal 7 Januari 2025, Tohir menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah yang diberikan kepadanya. “Terima kasih banyak untuk seluruh koalisi komisariat yang telah membersamai perjuangan ini sampai akhir. Insya Allah ini adalah kemenangan bersama, kemenangan HMI Cabang Bandar Lampung. Saya akan menjalankan amanah ini semaksimal mungkin,” ujar Tohir.

    Dengan terpilihnya Tohir Bahnan sebagai formatur baru, diharapkan HMI Cabang Bandar Lampung dapat terus berkontribusi dalam pengembangan mahasiswa dan masyarakat di wilayah tersebut serta memperkuat perannya sebagai organisasi mahasiswa Islam yang aktif dan relevan.

    Editor : SyahidanMh

  • Badan Musyawarah DPRD Lampung Selatan Sepakat Paripurna Penyampaian Rekomendasi Calon DOB Hari Rabu

    Badan Musyawarah DPRD Lampung Selatan Sepakat Paripurna Penyampaian Rekomendasi Calon DOB Hari Rabu

    nataragung.id – Kalianda – Rapat Badan Musyawarah (BanMus) DPRD Lampung Selatan Sepakat melaksnakan sidang paripurna penyampaian rekomendasi Daerah Otonomi Baru (DOB) di Lampung Selatan pada hari Rabu 8 Januari 2025.

    Rapat BanMus yang diikuti Pimpinan dan anggota BanMus di mulai pada pukul 10.00 WIB – selesai berlangsung di ruang Badan Anggaran DPRD setempat.

    Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Erma Yusneli, SE, MM mengahasilkan kesepakatan bahwa rapat paripurna penyampaian usulan persetujuan Pemekaran Daerah oleh Bupati Lampung Selatan akan dilaksanakan pada hari Rabu 8 Januari 2025 pukul 09.00 wib di ruang sidang DPRD Lampung Selatan. “Ya, sudah kita putuskan waktu pelaksanaanya dengan mengundang pihak terkait termasuk Ketua TPPD dan Ketua DOB Natar Agung,” ucap Ketua DPRD.

    Pada kesempatan terpisah Wakil Ketua 2 DPRD Lampung Selatan A. Benny Raharjo mengungkapkan agenda sidang paripurna akan di awali pembukaan oleh ketua dewan, kemudian penyampaian rekomendasi persetujuan pemekaran daerah oleh Bupati Lampung Selatan, dilanjutkan dengan pandangan umum dari fraksi, tanggapan Bupati atas pandangan umum fraksi dan diakhiri dengan pembentukan Panitia Khusus (Pansus). “Sengaja kita membuat pansus untuk mendalami administrasi terkait pemekaran,” ucap politisi Partai Golkar ini.

    Benny juga menambahkan, fokus kerja pansus selain masalah nama juga lokasi pusat pemerintahan. “Saat RDP hari Jumat lalu, masalah nama sudah selesai yaitu Bandar Negara, namun untuk lokasi pusat perkantoran, peserta RDP baru menyepakati tempatnya yaitu di Jati Agung, tetapi status tanah belum ada pendalaman,” tegasnya.

    Ia melanjutkan salah satu tugas pansus adalah mendalami status tanah dan kepemilikan tanah sehingga ketika nanti rekomendasi usulan DOB ini disetujui oleh paripurna DPRD, semua administrasi sudah jelas, karena syarat administrasi akan menjadi lampiran dari persetujuan dewan.

    Dengan demikian menurut Benny hari Rabu nanti, belum ada pengesahan atau persetujuan pemekaran DOB Bandar Negara tapi baru sebatas pembentukan pansus dan memberikan kesempatan pansus untuk bekerja.

    Sumber-sumber di internal dewan menyebutkan, bahwa bisa saja pansus meng agendakan Konsultasi ke Pemerintah Pusat untuk lebih mendalami masalah lokasi ibu kota kabupaten. “Bisa juga pansus meng-agendakan kunjungan kerja ke kabupaten yang tengah melakukan pembahasan atau yang sudah melakukan pembahasan DOB. “Hal itu amat dimungkinkan karena teman-teman anggota dewan bercerita tentang itu, tapi kalau saya sich berharap kerja pansus cukup seminggu saja, biar segera di setujui,” kata anggota dewan yang minta namanya tidak disebutkan.

    Sebagai mana diketahui proses pemekaran DOB di Lampung Selatan sudah dimulai sejak tahun 2009 dengan nama Natar Agung, kemudian atas rekomendasi LPPM Unila maka TPPD di Lampung Selatan bersosialisasi nama menjadi Kabupaten Bandar Lampung, sehingga terkesan di masyarakat ada dualisme panitia yaitu Panitia DOB Pimpinan Irfan Nuranda Djafar dan TPPD Bandar Lampung pimpinan Puji Sartono. Baru pada hari Jumat 3 Januari 2025 atas kesepakatan Panitia DOB Natar Agung, TPPD di Lampung Selatan, disaksikan oleh anggota DPD RI Dr. Bustami Zainudin menyepakati nama Bandar Negara sebagai nama calon DOB di Lampung Selatan.

    Editor : SyahidanMh.

  • Graha Land Group Lakukan Rapat Kerja Tahunan di Santika Hotel Bandar Lampung

    Graha Land Group Lakukan Rapat Kerja Tahunan di Santika Hotel Bandar Lampung

    nataragung.id, Bandar Lampung – Graha Land Group Lakukan Rapat Kerja Tahunan di Santika Hotel Bandar Lampung

    Graha Land Group sendiri sementara ini terdiri dari
    PT. Graha Land Indonesia dan PT. Bana Cipta Graha

    Rapat Kerja Tahunan kali ini Graha Land Group Mengusung Tema
    “Kolaborasi Strategis untuk Pertumbuhan Perusahaan Berkelas”

    Selaras dengan Program Pemerintah, yang mana telah menetapkan program 3 jt rumah, makan Graha Land Group turut serta mendukung penuh program pemerintah tersebut dengan target 1000 rumah di 2025, tutur dari direktur PT Graha Land Indonesia ‘ M Fatih Mubarok..

    Selanjutnya,. Komisaris PT. Graha Land Indonesia ‘Novian Andrian,.
    Menyampaikan Bahwasanya Program 1000 rumah tersebut dapat dicapai dengan instrumen yang cukup dan SDM yang Profesional yang saling Berkolaborasi, baik dari Jajaran direksi, managerial dan seluruh jajaran staf dan karyawan Graha land Group..

    Selain itu acara RAT ini juga di hadiri oleh Ketua Real Estat Indonesia (REI) Lampung, Yuliana Gunawan,.
    Menyampaikan Bahwa Tema Kolaborasi yang diusung oleh Graha Land Group ini sejalan dengan Program Kerja 1000 hari dari DPD REI Lampung..
    Yang mana Kolaborasi baik dari bidang perbankan ataupun antar pengembang yang tergabung di REI Lampung,.

    Sebelum dimulainya acara-acara Rapat Akhir Tahun Team Graha Land Group juga Mendapat Arahan dari Albino Prashesarb selalu Komisaris PT. Bana Cipta Graha yang mana Bino (panggilan akrab) menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada team Graha Land Group yang telah sukses mengadakan RAT di tahun ini.. Besar Harapan Beliau untuk Graha Land Group ini menjadi Leading Sector di Bidang Properti di Indonesia dan Khususnya di Lampung.

  • Pj. Sekdaprov Lampung Pimpin Upacara Bulanan, Apresiasi Sinergi Pemerintah Daerah dan Forkompinda Jaga Kondusifitas di Provinsi Lampung

    Pj. Sekdaprov Lampung Pimpin Upacara Bulanan, Apresiasi Sinergi Pemerintah Daerah dan Forkompinda Jaga Kondusifitas di Provinsi Lampung

    nataragung.id, Bandar Lampung — Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, menjadi Inspektur Upacara Bulanan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, di Lapangan Korpri Komplek Kantor Gubernur Lampung, Senin (06/01/2025).

    Pj. Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Pj. Sekdaprov Fredy menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Forkopimda Provinsi Lampung dan segenap jajaran yang telah bekerja keras dengan penuh dedikasi untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di Provinsi Lampung.

    “Keberhasilan kita dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan ini tentu tidak lepas dari sinergi yang baik antara Pemerintah Provinsi Lampung, TNI, Polri, serta seluruh pihak terkait,” ucapnya.

    Pj. Gubernur sangat menghargai komitmen dan upaya yang telah dilakukan semua pihak untuk memastikan bahwa masyarakat dapat merayakan momen-momen penting ini dengan rasa aman dan nyaman.

    Dalam kesempatan tersebut, Pj. Gubernur menekankan kepada seluruh ASN untuk terus bekerja dengan sebaik-baiknya, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan berkomitmen untuk mendorong kemajuan Provinsi Lampung.

    “Sebagai Aparatur Sipil Negara, kita memiliki tugas dan peran yang sangat penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah. Bekerja bersama Forkopimda, kita harus terus memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh komponen masyarakat untuk mencapai tujuan bersama, yakni mewujudkan Lampung yang lebih maju, damai, dan sejahtera menuju Indonesia Emas,” ujar Pj. Gubernur.

    “Mari kita menyambut tahun ini dengan semangat baru dan tekad yang lebih kuat untuk memberikan yang terbaik dalam tugas dan tanggung jawab kita,” lanjutnya.

    Pj. Gubernur juga menekankan kepada ASN untuk selalu meningkatkan kinerja yang optimal, disiplin, dan semangat melayani publik, dan harus menjadi prioritas utama. ASN harus terus berinovasi, bekerja dengan penuh dedikasi, serta menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap tindakan.

    Editor  : Muhammad Arya

  • Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih, Rahmat Mirzani Djausal Bersama Istri dan Jihan Nurlela Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Budaya Lampung

    Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih, Rahmat Mirzani Djausal Bersama Istri dan Jihan Nurlela Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Budaya Lampung

    nataragung.id Bandar Lampung – Tidak hanya menyambangi kantor kementerian, Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal bersama istri dan Jihan Nurlela juga aktif bersilaturahmi dibeberapa Tokoh di Lampung, salah satunya di kediaman Mulyono, Ketua umum Paguyuban Bela Budaya Nusantara yang merupakan relawan RMD – Jihan pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2024 lalu, pada Minggu (5/1/2025).

    Acara silaturahmi ini juga dihadiri beberapa tokoh masyarakat di Lampung, diantaranya Anshori Djausal, Prof Admi Syarif, Dir intelkam Polda Lampung Kombespol Nowo Hadi Nugroho, Kasatgaswil Densus 88 At Polri Kombespol Stialanri Kurniawan Setinggar, seluruh pengurus Bela Budya Nusantara Kabupaten Kota, serta berbagai perwakilan organisasi masyarakat serta warga setempat.

    Dalam sambutannya, Rahmat Mirzani Djausal (RMD) menekankan pentingnya keberagaman di Provinsi Lampung. Menurutnya, Lampung adalah miniatur Indonesia yang diwarnai oleh berbagai suku dan agama yang hidup berdampingan secara harmonis.

     

    “Semua etnis ada di Provinsi Lampung, dan semua agama tumbuh serta berkembang dengan damai di sini. Ini adalah kelebihan kita, karena meskipun beragam suku dan agama, tidak pernah ada konflik etnis berkepanjangan. Persatuan dan kesatuan yang kita miliki adalah modal utama,” ujar RMD.

    Ia juga mengapresiasi keberlanjutan identitas budaya yang dijaga oleh berbagai etnis di Lampung hingga saat ini. “Kami, Mirza dan Jihan, ingin Lampung ini saling mengisi satu sama lain dalam membangun harmonisasi yang indah. Kita ingin anak-anak kita ke depan tetap mewarisi tradisi orang tuanya, sembari membawa Lampung menuju kemajuan,” tambahnya.

    RMD menekankan pentingnya nilai gotong royong sebagai budaya tertinggi di Indonesia. Ia berharap Lampung dapat maju dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur seperti menghormati orang tua dan menjaga akhlak generasi muda.

    “PR kita ke depan sangat besar, bagaimana mengejar ketertinggalan Lampung dalam berbagai aspek. Namun, saya yakin dengan gotong royong, kita bisa mencapai itu,” ungkapnya.

     

    Di akhir sambutanya, RMD menyampaikan apresiasi kepada Pak De Mulyono (Ketum Bela Budaya) atas kepeduliannya terhadap budaya di Provinsi Lampung. “Kami memiliki kesamaan visi, yaitu membangun Lampung dengan budaya sebagai identitasnya,” tutupnya.

    Hal senada disampaikan oleh Wakil Gubernur terpilih, Jihan Nurlela. Ia menegaskan bahwa pembangunan Lampung ke depan harus tetap berlandaskan budaya dan keberagaman yang menjadi kekuatan provinsi ini.

    Jihan juga menyampaikan terima kasih atas peran besar Paguyuban Bela Budaya Nusantara selama masa kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung beberapa waktu lalu.

    “Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh relawan yang tergabung dalam Paguyuban Bela Budaya Nusantara. Kerja keras, dedikasi, dan semangat kalian selama masa kampanye kemarin menjadi bagian penting dari perjalanan kita bersama menuju kemenangan,” ujar Jihan.

    “Saya ingat betul kampanye hari terakhir di Desa Nampi Rejo Kecamatan Batang Hari, Lampung timur, saya bersama Bela Budaya hujan- hujanan dan ini membuktikan betapa kuatnya dukungan Bela Budaya yang dipimpin pakde Mul untuk memenangkan Mirza – Jihan “Sambungnya.

     

    Menurutnya, dukungan para relawan tak hanya berupa upaya memenangkan pasangan Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela, tetapi juga dalam menggerakkan masyarakat untuk tetap menjaga budaya dan nilai gotong royong di tengah-tengah proses demokrasi.

    Jihan juga menegaskan komitmennya untuk terus menjalin sinergi dengan komunitas-komunitas budaya seperti Paguyuban Bela Budaya Nusantara. Ia berharap relawan yang selama ini mendukungnya akan terus menjadi mitra dalam mewujudkan visi dan misi membangun Lampung yang harmonis, maju, dan berbudaya.

    “Kerja kita belum selesai. Bersama, kita akan terus melangkah membangun Lampung yang lebih baik dengan menjadikan budaya sebagai identitas utama,” pungkasnya.

    Editor : Nova Indriani

  • Ahmad Bastian : Usulan Pencabutan Moratorium Keinginan Kolektif Parlemen

    Ahmad Bastian : Usulan Pencabutan Moratorium Keinginan Kolektif Parlemen

    nataragung.id – JAKARTA – Wacana pencabutan moratorium pemekaran daerah yang sempat mencuat pada akhir Bulan Oktober 2024 lalu yang didengungkan oleh Badan Legislasi (Baleg) DPR RI sesungguhnya merupakan keinginan kolektif lembaga Parlemen.

    Demikian disampaikan oleh Drs. H. Ahmad Bastian SY, anggota DPD RI sekaligus penggagas Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Natar Agung yang kini menjadi Bandar Negara.

    Menurut senator asal Provinsi Lampung ini, usulan pencabutan Morotarium sesungguhnya keinginan kolektif lembaga Parlemen (DPR dan DPD), terakhir yang mengemuka dari Badan Legislasi DPR-RI yang diamplipayer oleh Wakil Ketua Baleg Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tanjung dari Fraksi Partai Golkar. “Sejauh ini belum kita dengar respon dari Pemerintah menanggapi hal tersebut, khusuanya dari Kantor Wakil Preseiden yang diberi tupoksi oleh Presiden menangani DOB bersama Mendagri,” ucap Bastian kepada nataragung.id.

    Ditambahkannya menyangkut masalah mekanisme Legislasi DOB, Bastian menjelaskan bahwa Pembahasan RUU DOB masuk dalam klaster komulatif terbuka. Artinya pembahasan tidak melalui Prolegnas, Sama seperti RUU APBN, Pembahasan Perubahan UU hasil Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Ratifikasi Perjanjian-Perjajian Internasional.
    Artinya lebih kurang 337 calon DOB yang sudah parkir di Kemendagri data per 11 Desember 2024 jikalau Morotorium dibuka akan otomatis calon-calon DOB berproses untuk dibahas bersama oleh : DPR-RI, DPD-RI dan Pemerintah.

    Menurut Bastian Pertanyaannya sekarang, “Apakah Bandar Negara termasuk yang akan dibahas jika Morotorium dibuka ?,” Menurut Bastian tentunya sangat tergantung sejauh mana Daerah (Pemda Lamsel dan Provinsi) mampu meyakinkan Pemerintah Pusat (Kemendagri).
    Politik legislasi dengan berbagai pertimbangan, pembahasannya pasti akan melakukan pendekatan skala prioritas.

    Menurutnya Mentri Keuangan sebagai Bendahara Negara pasti akan menjadi rujukan penting dalam hal pertimbangan kekuatan piskal Negara korelasinya dengan DOB.

    Pilihan pendekatan loby-loby lanjut Bastian, menjadi instrumen penting untuk meyakinkan pemerintah Pusat.

    Bastian menegaskan terlepas dari proses itu semua, dirinya selaku anggota DPD-RI dapil Lampung dan sekaligus sebagai penggagas DOB Natar Agung (Bandar Negara) menyambut baik dan ucapan selamat atas langkah maju Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Pemda dan DPRD) bersama-sama stakeholder yang telah menyepakati nama calon DOB yaitu Bandar Negara dengan iringan do’a semoga proses legalisasinya (paripurna DPRD-LS dan surat usulan ke Provinsi Lampung) cepat dan progresif. Begitu juga respon dan sambutan Pemda Provinsi Lampung (Pemda dan DPRD Provinsi Lampung), ucap Bastian mengakhiri penjelasannya.

    Editor : SyahidanMh

  • Mengenang Pelawak Basuki, Pemeran Mas Karyo di Sinetron Si Doel Anak Sekolahan

    Mengenang Pelawak Basuki, Pemeran Mas Karyo di Sinetron Si Doel Anak Sekolahan

    nataragung.id – Tepatnya pada 5 Maret 1956, pelawak Basuki pemeran Mas Karyo di sinetron Si Doel Anak Sekolahan lahir.

    pemilik nama lengkap Agus Basuki ini meninggal dunia dalam usia 51 tahun.Basuki meninggal setelah bermain futsal dengan rekan-rekan bisnisnya di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, 12 Desember 2007.

    Saat itu, meninggalnya pria kelahiran Solo itu mengejutkan banyak pihak, tak terkecuali teman-temannya di Solo

    Di kota inilah Basuki merintis kemampuan melawak dan aktingnya saat bergabung dengan kelompok kethoprak dan Srimulat sejak 1960-an.

    Basuki, dahulu tinggal di Kampung Sumber Tegalan RT 01 RW 04, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

    Lokasi tempat tinggalnya itu tidak jauh dari Balekambang, tempat pagelaran kethoprak dan gudangnya seniman tradisional

    Meski dikenal sebagai pelawak, Basuki sebenarnya adalah sosok pendiam.

    Bakat seninya diperoleh dari sang ayah, Suwito Hadiwiryono yang oleh sesama seniman dipanggil Pak Pete.

    Basuki mempunyai kelebihan dalam mengarang dan mengembangkan cerita saat di panggung.

    Basuki mulai terkenal saat diajak Rano Karno memerankan Mas Karyo di Si Doel Anak Sekolahan (SDAS) hingga berseri-seri.

    Di luar SDAS, ayah tiga anak ini kerap diundang untuk manggung baik sebagai pelawak maupun pemain kethoprak modern.

    Namun, peran itu tak diperoleh begitu saja. Basuki yang sebelum tenar juga berprofesi sebagai makelar, dikenal dekat dengan sutradara. ***

    Editor : SyahidanMh