Bulan: Juni 2025

  • Kerukunan Antarumat Beragama dan SDM Religius Jadi Fokus Kolaborasi Pemprov Lampung dan FKUB

    Kerukunan Antarumat Beragama dan SDM Religius Jadi Fokus Kolaborasi Pemprov Lampung dan FKUB

    nataragung.id – BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk terus memperkuat kerukunan antarumat beragama serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berlandaskan pada Pancasila terutama nilai-nilai keagamaan.

    Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menerima kunjungan FKUB Provinsi Lampung di ruang kerjanya, Kompleks Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Rabu (4/6/2025).

    Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menekankan pentingnya menjaga kedamaian dan harmoni sosial sebagai landasan utama dalam membangun masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing.

    “Kita harus bersama-sama mewujudkan kehidupan yang damai dan sejahtera di Provinsi Lampung. Perkembangan ekonomi, teknologi, dan pendidikan tidak akan berarti jika tidak dibarengi dengan kerukunan dan ketentraman hidup bermasyarakat,” ujar Mirza.

    Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Pertama harus menjadi pijakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    “Ketuhanan Yang Maha Esa adalah fondasi utama. Ini adalah prioritas kita dalam membentuk masyarakat yang bermoral dan beradab,” tegasnya.

    Gubernur Mirza mengapresiasi peran FKUB selama ini dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Lampung.

    Ia berharap FKUB terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membina kehidupan beragama yang damai, inklusif, dan membangun, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda.

    “FKUB adalah mitra penting Pemerintah Provinsi Lampung. Mari bersama-sama kita bekali generasi penerus dengan nilai-nilai keagamaan dan moralitas agar mereka tumbuh menjadi insan yang unggul dan berintegritas,” tambahnya.

    Sementara itu, Ketua FKUB Provinsi Lampung Prof. M. Bahruddin menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program-program pemerintah dalam memperkuat kerukunan dan membangun SDM yang religius dan berkualitas.

    “FKUB siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang rukun, toleran, dan berkeadaban,” ujar Bahruddin.

    Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini FKUB telah aktif menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah seperti Badan Kesbangpol dan Biro Kesejahteraan Rakyat.

    “Kami senantiasa membangun komunikasi yang erat dengan pihak-pihak terkait, serta turut terlibat dalam agenda-agenda penting daerah seperti pelaksanaan pemilu dan kegiatan lintas agama,” imbuhnya.

    Bahruddin menegaskan kesiapan FKUB untuk terus berkontribusi dalam penguatan nilai-nilai keagamaan dan harmonisasi sosial di Provinsi Lampung.

    “Kami siap mendukung seluruh program Bapak Gubernur yang bertujuan menciptakan Lampung yang damai, harmonis, dan religius,” pungkasnya. (SMh)

  • Gubernur Lampung Terbitkan Aturan Baru Pakaian Dinas ASN Pemprov Lampung

    Gubernur Lampung Terbitkan Aturan Baru Pakaian Dinas ASN Pemprov Lampung

    nataragung.id, Bandar Lampung, 4 Juni 2025 — Pemerintah Provinsi Lampung resmi mengeluarkan aturan terbaru mengenai pakaian dinas harian (PDH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 91 Tahun 2025 tentang Pakaian Dinas Pegawai ASN di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

    Dalam surat edaran tersebut, ASN diwajibkan menggunakan jenis pakaian tertentu sesuai dengan hari kerja. Ketentuan ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan, profesionalisme, serta mencerminkan identitas budaya daerah. Berikut rincian pakaian dinas harian yang diwajibkan:

    • Senin–Selasa: Seragam dinas warna khaki
    • Rabu: Kemeja putih dengan bawahan hitam
    • Kamis–Jumat: Batik Lampung atau batik nasional dengan atribut khas daerah Lampung

    Selain pemakaian pakaian yang telah ditetapkan, ASN juga diwajibkan untuk selalu menjaga kerapihan, kesopanan, serta mematuhi ketentuan yang berlaku dalam surat edaran ini.

    Informasi yang tertuang dalam infografis ini merupakan sebagian dari isi Surat Edaran Nomor 91 Tahun 2025. Informasi lainnya akan disampaikan secara bertahap melalui infografis lanjutan.

    📎 Untuk informasi lengkap, masyarakat dan ASN dapat mengakses surat edaran melalui tautan berikut: https://s.id/SERAGAMPNSLAMPUNG25

    Editor  : Muhammad Arya

  • Semakin Meneguhkan Keyakinan Sebagai Pengantin, Supriyanto Teratas dalam Seleksi Sekda Lampung Selatan 2025

    Semakin Meneguhkan Keyakinan Sebagai Pengantin, Supriyanto Teratas dalam Seleksi Sekda Lampung Selatan 2025

    nataragung.id – KALIANDA – Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan resmi mengumumkan tiga nama terbaik hasil seleksi terbuka untuk posisi Sekda, berdasarkan rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) tertanggal 2 Juni 2025.

    Pengumuman dengan nomor: 800.1.2.6/06/PANSEL-JPTP-LS/2025 itu menetapkan tiga kandidat terbaik yang telah melewati seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 sebagaimana diubah dengan PP Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

    Tiga besar peserta terbaik hasil seleksi JPTP Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2025 adalah:

    1. Supriyanto, S.Sos., M.M. (NIP 196907201991011001)
    2. Drs. Muhammad Darmawan, M.M. (NIP 196807251989011001)
    3. Anton Carmana, S.E. (NIP 196708191995031004)

    Ketiganya dinyatakan lolos sebagai calon pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang akan diajukan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk ditetapkan satu nama sebagai Sekda definitif.

    Bertenggernya Supriyanto pada posisi teratas, semakin meneguhkan keyakinan berbagai kalangan, bahwa memang sejak awal Supriyanto telah disiapkan sebagai pengantin pada jabatan tertinggi ASN di Bumi Khagom Mufakat ini.

    Ketua Panitia Seleksi, Ir. Fredy SM, M.M., CGCAE, menandatangani pengumuman ini di Kalianda pada 4 Juni 2025. Panitia juga menegaskan bahwa apabila terdapat kekeliruan dalam pengumuman ini, akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya. (wapp)

  • Pemprov Lampung Dorong Sinergi Stakeholder dalam Reforma Agraria Berbasis Desa

    Pemprov Lampung Dorong Sinergi Stakeholder dalam Reforma Agraria Berbasis Desa

    nataragung.id, Bandar Lampung — Gubernur Lampung diwakili Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung M. Firsada membuka Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Lampung Tahun 2025, bertempat di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Lampung, Selasa (3/6/2025).

    Rakor GTRA tahun ini mengusung tema: “Optimalisasi Tanah Objek Reforma Agraria untuk Mendukung Percepatan Legalisasi Aset dan Penataan Akses yang Berkelanjutan dan Berdampak”. Tema tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menciptakan keadilan agraria yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Lampung.

    Dalam sambutannya, M. Firsada menegaskan bahwa Reforma Agraria merupakan agenda strategis nasional yang bertujuan mengurangi ketimpangan penguasaan dan pemanfaatan tanah.

    “Skema Reforma Agraria harus mengintegrasikan penataan aset dan penataan akses, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, penataan aset mencakup pemberian kepastian hukum melalui sertifikasi hak atas tanah, sedangkan penataan akses meliputi penyediaan dukungan infrastruktur, akses pasar, permodalan, teknologi, hingga pendampingan agar masyarakat dapat mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri.

    Firsada juga mengapresiasi kerja keras Gugus Tugas Reforma Agraria dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program ini di Provinsi Lampung. Ia berharap Rakor GTRA 2025 dapat menghasilkan rekomendasi strategis dan langkah nyata yang mampu menghadirkan keadilan agraria yang merata dan berkelanjutan.

    “Kita tidak hanya memperjuangkan selembar sertipikat, tetapi masa depan keluarga, keberlanjutan pertanian, dan kemandirian ekonomi masyarakat,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Lampung, Hasan Basri Natamenggala, S.H., M., menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini selaras dengan 3 (Tiga) Cita program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung periode 2025-2030 khususnya cita pertama yaitu : mewujudkan Provinsi Lampung menjadi lumbung pangan nasional dan mewujudkan ekosistem ekonomi yang berbasis Desa.

    “Karenanya saya menyambut baik mengangkat tema ini, apa yang kita kerjakan di tim GTRA (Gugus Tugas Reforma Agraria) harus selaras dan mensupport program pemerintah provinsi Lampung dan reforma agraria merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan untuk memperbaiki ketimpangan struktur pemilikan penguasaan dan pemanfaatan tanah dan program ini diharapkan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat,” ungkap Hasan Basri.

    Menurut Hasan Basri, keberhasilan program ini tidak akan bisa tercapai bilamana para stakeholder bekerja sektoral tanpa melakukan kolaborasi masalah yang ada di semua sektor, karenanya penyelenggaraan program GTRA ini penting sekali didukung oleh semua pihak.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Kesepahaman dan Kesepakatan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Tahun 2025 oleh Pj. Sekdaprov M. Firsada, Kepala Kanwil BPN Provinsi Lampung, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung.

    Editor  : Muhammad Arya

  • Pemprov Lampung Buka Peluang Kerjasama Dengan Perusahaan Industri Maritim Tiongkok

    Pemprov Lampung Buka Peluang Kerjasama Dengan Perusahaan Industri Maritim Tiongkok

    nataragung.id – BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka peluang kerja sama dengan perusahaan industri maritim terkemuka Tiongkok Jiangsu TanFang Technology Group Co., Ltd untuk mengembangkan sektor pertanian, budidaya laut, pengolahan hasil perikanan, dan pengembangan pelabuhan di Provinsi Lampung.

    Hal itu disampaikan Gubernur Mirza saat menerima kunjungan kerja Jiangsu TanFang Technology Group Co., Ltd., di Ruang Kerja Gubernur, Kompleks Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Bandarlampung, Rabu (4/6/2025).

    Gubernur Mirza menyambut baik dan membuka peluang kerjasama atas ketertarikan Jiangsu TanFang Technology Group Co., Ltd., untuk menjalin kemitraan strategis dengan Provinsi Lampung.

    “Kami menyambut baik kunjungan delegasi Jiangsu TanFang Technology Group ke Provinsi Lampung. Tentu akan banyak hal yang bisa kita kerjasamakan dalam berbagai sektor strategis,” ujar Mirza.

    Pertemuan tersebut juga membahas rencana pengembangan kerja sama kota kembar (sister city) antara Lampung dan Jiangsu, Tiongkok.

    Mirza menjelaskan Lampung dikenal sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera, memiliki posisi geografis yang sangat strategis serta infrastruktur yang terus berkembang.

    “Hal ini menjadikan Lampung sebagai kawasan potensial untuk investasi dan pengembangan wilayah,” katanya.

    Pada triwulan I tahun 2025, Provinsi Lampung berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi se-Sumatera, yakni sebesar 5,47 persen (yoy).

    Capaian ini melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 4,87 persen serta rata-rata pertumbuhan ekonomi regional Sumatera sebesar 4,85 persen.

    Mirza menuturkan Lampung sendiri merupakan salah satu lumbung pangan nasional, terutama dalam produksi padi yang menjadi komoditas utama bagi masyarakat Indonesia.

    “Dengan potensi lahan pertanian dan sumber daya alam yang melimpah, Provinsi Lampung memiliki peran penting sebagai penopang ketahanan pangan nasional,” katanya.

    Mirza berharap melalui kerja sama antara Jiangsu TanFang Technology Group dan Provinsi Lampung, dapat memberikan efek domino yang positif bagi kedua negara.

    “Khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung dan memperkuat hubungan internasional yang saling menguntungkan,” ujarnya.

    Sementara itu, Chairman Jiangsu Exploration Technology Group Co., Ltd., Chen Zhilong mengatakan bahwa pihaknya begitu tertarik untuk menjalin kerja sama antara Provinsi Lampung.

    Chen menyampaikan sangat menikmati kunjungannya ke Lampung dengan potensi yang luar biasa, pemandangan yang indah, dan masyarakatnya ramah.

    “Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang telah menerima kami dengan hangat dan telah memperkenalkan berbagai potensi luar biasa yang dimiliki Lampung. Kami sangat tertarik, adanya peluang besar untuk dikerjasamakan antara Provinsi Lampung dan Provinsi Jiangsu,” ujar Chen.

    Chen menuturkan sebagai tindak lanjut, akan menyampaikan proposal konsep pembangunan sister city antara Lampung dan Jiangsu, agar dapat dibahas lebih mendalam dalam waktu dekat.

    Dia turut mengundang Gubernur Mirza untuk berkunjung ke Provinsi Jiangsu guna melanjutkan pembahasan kerja sama.(SMh)

  • Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana Terpilih Sebagai Wakil Ketua Apeksi, Ajak Sukseskan Asta Cita Presiden

    Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana Terpilih Sebagai Wakil Ketua Apeksi, Ajak Sukseskan Asta Cita Presiden

    nataragung.id, Bandar Lampung — Walikota Surabaya, Eri Cahyadi secara resmi Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Periode 2025-2030.
    Eri Cahyadi terpilih secara aklamasi dalam pleno terakhir Musyawarah Nasional (Munas) VII APEKSI 2025 yang berlangsung di Ballroom Grand City Mall Kota Surabaya beberapa waktu lalu.

    Susunan Dewan Pengurus Apeksi telah ditetapkan, terdapat nama Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana diberi amanah menjadi Wakil Ketua Bidang Pemerintah dan Otonomi Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) periode 2025-2030.

    Terpilihnya Bunda Eva sapaan akrab Walikota Eva Dwiana berdasarkan surat nomor : 175/Apeksi/V/2025 tentang ketetapan susunan pengurus Apeksi yang ditandatangani oleh Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Eri Cahyadi.

    Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana membenarkan Informasi tersebut. Dirinya mengaku berterima kasih atas amanah yang diberikan, Bunda Eva menambahkan akan mendukung penuh program Ketua Dewan Pengurus Apeksi untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat.

    “Melalui Apeksi. Kita ingin Pemerintah Kota di seluruh Indonesia bersama-sama mensukseskan asta cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia,”jelas Eva Dwiana Selasa 3 Juli 2025.

    Eva Dwiana berharap dengan terpilihnya sebagai Wakil Ketua Apeksi dapat membawa Kota Bandar Lampung lebih maju di Kancah Nasional.

    “Dalam Apeksi kita berkolaborasi bertukar ide dan gagasan demi kemajuan Kota Bandar Lampung Kedepanya,”tambah Eva Dwiana.

    Berikut Pengurus Apeksi periode 2025-2030

    1. Eri Cahyadi : Ketua Dewan Pengurus
    2. Eva Dwiana : Wakil Ketua Bidang Pemerintah dan Otonomi
    3. Ika Puspita : Wakil Ketua Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial
    4. I Gusti Ngurah Jaya Negara: Wakil Ketua Bidang Perkotaan dan Budaya
    5. A. Afzan A. Djunaidi: Wakil Ketua Bidang Kerjasama
    6. M. Ramlan Nurmantias: Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi
    7. dr. Khairul: Wakil Ketua Bidang Informasi
    8. Dr. M. Tauhid Soleman : Wakil Ketua Bidang Inklusi dan Hak Asasi manusia
    9. Munarfi Arifuddin: Wakil Ketua Bidang ekonomi dan keuangan
    10. Respati A. Ardianto: Wakil Ketua Bidang Akselerasi kota cerdas
    11. illiza sa’addudin jamal : Wakil Ketua Bidang lingkungan dan perubahan iklim
    12. Alwis rustam: Sekertaris Dewan Pengurus
    13. Neni moerniaeni: Bendahara Dewan Pengurus

    Editor  : Muhammad Arya

  • Pasien Puji Pelayanan RS Bumi Waras Bandar Lampung

    Pasien Puji Pelayanan RS Bumi Waras Bandar Lampung

    nataragung.id, Bandar Lampung — Rumah Sakit Bumi Waras Bandar Lampung kembali mendapat apresiasi dari masyarakat atas kualitas pelayanannya. Salah satunya datang dari Arif Ashifudin, warga Teluk Betung Selatan, yang baru saja menjalani perawatan selama satu minggu di rumah sakit tersebut.

    Dalam keterangannya, Arif mengungkapkan kepuasannya atas pelayanan yang diterimanya sejak pertama kali datang ke instalasi gawat darurat (IGD).

    “Saya sangat puas. Dari penyambutan di UGD, dokter jaga sangat tanggap. Ditambah lagi proses pendaftaran juga tidak berbelit,” ujar Rabu (4/6/2025).

    Tak hanya pelayanan medis, Arif juga menyoroti kebersihan lingkungan rumah sakit yang menurutnya sangat terjaga. Ia mengapresiasi kerja petugas kebersihan yang rutin membersihkan area rumah sakit setiap hari.

    “Petugas kebersihan rajin, mulai dari menyapu, mengepel, hingga mengangkut sampah dua kali sehari. Jangan sampai ada sampah atau kotoran yang menumpuk,” tambahnya.

    Senada dengan Arif, Budi — pasien lain yang juga dirawat di RS Bumi Waras — menyampaikan pandangannya. Ia menilai pelayanan rumah sakit ini cukup baik, meski ada sedikit catatan.

    “Secara umum pelayanan cukup baik. Hanya saja ada satu dua perawat yang agak lambat responnya. Tapi saya bisa maklum, mungkin karena jumlah pasien yang banyak,” ujar Budi.

    Pujian dan masukan dari para pasien ini menunjukkan bahwa RS Bumi Waras terus berkomitmen memberikan layanan terbaik. Diharapkan, apresiasi dari masyarakat ini menjadi motivasi tambahan bagi seluruh jajaran rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan ke depan.

    Editor  : Muhammad Arya

  • Membangun dari Desa, Desaku Maju Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lampung

    Membangun dari Desa, Desaku Maju Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lampung

    nataragung.id – Lampung Utara – Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan Program Desaku Maju yang sekaligus menandai pencapaian 100 hari kerja Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela. Peluncuran program ini dipusatkan di Desa Wonomarto, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, Selasa (3/6/2025).

    Peluncuran serentak juga dilakukan di beberapa desa lainnya, yaitu Desa Taman Cari (Lampung Timur) yang dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Desa Tambah Rejo (Pringsewu) dan Desa Suka Damai (Lampung Selatan).

    Program Desaku Maju merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi salah satu program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung.

    Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal meninjau berbagai kegiatan yang telah bergulir di Desa Wonomarto antara lain produksi pupuk organik cair oleh BUMDes dan kelompok tani, hibah alat pengering (dryer) untuk gabah dan jagung, pelatihan vokasi untuk peningkatan keterampilan warga, serta pembangunan dan perbaikan jalan desa guna mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian.

    Gubernur Mirza menegaskan bahwa komoditas pangan seperti singkong, padi, dan jagung adalah komoditas utama pertanian Lampung. Saat ini, sekitar 6 juta penduduk menggantungkan hidup pada tiga komoditas tersebut. Oleh karenanya, menurut Gubernur, ketiganya dinilai sangat vital dan harus dilindungi serta terus dikembangkan pembinaannya.

    “Maka ketika harga singkong bagus produksinya tinggi, ketika harga jagung bagus produksinya tinggi, ketika harga gabah bagus produksinya tinggi, maka 6 juta masyarakat Lampung akan mengalami kecukupan,” ujar Gubernur.

    Di Desa Wonomarto sendiri, terdapat potensi pertanian yang besar 1.000 hektare lahan singkong, 600 hektare jagung, dan 200 hektare sawah. Harga jual jagung basah Rp3.700 per kilogram dan dapat mencapai Rp5.500 jika dikeringkan. Hal ini membuka potensi nilai tambah pendapatan Rp6 miliar setiap kali panen atau sekitar Rp6 juta per hektare per petani.

    Pemerintah Provinsi Lampung mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian di setiap desa melalui program Desaku Maju. Salah satunya melalui pemberian bantuan mesin pengering (dryer) yang memungkinkan petani jagung meningkatkan pendapatannya hingga Rp1 juta per bulan. Dengan 1 unit dryer, Desa Wonomarto diharapkan mampu memulai hilirisasi pertanian.

    Selain itu, penguatan sektor pertanian juga dilakukan melalui pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) di 474 desa dimana satu fasilitas POC mampu mencukupi kebutuhan hingga 2.000 hektare lahan.

    “Apabila ini bisa dilakukan secara masif di 2000 desa di Lampung, maka pertumbuhan ekonomi lampung akan membaik dan Lampung akan semakin maju,” tegas Gubernur.

    Gubernur selanjutnya mengatakan bahwa Provinsi Lampung membutuhkan 900 unit combine harvester, 500 dryer, 300 rice milling unit, dan ratusan silo guna menghilirisasi pertanian dan membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi menuju industrialisasi dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

    Namun, mengingat keterbatasan APBD, Gubernur mendorong perbankan untuk menyediakan skema pinjaman alsintan bagi petani, kelompok usaha tani, BUMDes, koperasi, dan pengusaha muda di desa.

    “Saya pastikan, mulai hari ini Lampung tidak akan tumbuh dari Bandar Lampung. Lampung tidak akan tumbuh dari kota-kota tapi akan tumbuh dari desa-desa seperti Desa Wonomarto,” kata Gubernur.

    “Ekonomi Lampung kedepan, bukan desa yang bergantung ke kota, bukan desa yang bergantung pada SDM di kota, tapi Kota yang akan bergantung ke desa. Kekuatan masyarakat, kekuatan Provinsi Lampung akan berada di tempat Bapak Ibu sekalian,” tambahnya lagi kepada seluruh masyarakat Desa Wonomarto yang hadir.

    Gubernur juga mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota, BUMN, BUMD, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat desa untuk bersama-sama membangun ekonomi desa melalui Program Desaku Maju.

    Pemprov Lampung tidak bisa berjalan sendiri, kami bukan Superman. Mari kita sinergikan langkah dan mari kita masukkan program ini dalam perencanaan pembangunan lima tahun ke depan, termasuk dalam RPJMD kabupaten dan kota,” pungkas Gubernur.. (SMh)

  • Ngelemang, Warisan Leluhur yang Tetap Hidup di Tengah Masyarakat Warga Lampung. Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

    Ngelemang, Warisan Leluhur yang Tetap Hidup di Tengah Masyarakat Warga Lampung. Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

    nataragung.id – Bandar Lampung – Ngelemang merupakan salah satu tradisi turun-temurun yang masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Lampung, khususnya di Kebandakhan Saibatin Makhga Way Lima. Tradisi ini bukan hanya sekadar ritual, melainkan sebuah warisan budaya leluhur yang sarat makna dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat.

    Apa itu Ngelemang?

    Ngelemang adalah kegiatan memasak beras dengan cara khusus menggunakan bambu yang dilubangi dan dibakar di atas api, hingga nasi tersebut matang secara perlahan. Cara ini memberikan cita rasa khas yang tidak dapat ditemukan pada metode memasak biasa. Tradisi ini biasanya dilakukan menjelang hari besar keagamaan, terutama menjelang Idul Fitri, serta dalam acara-acara adat dan hajatan masyarakat Lampung.

    Makna dan Fungsi Ngelemang dalam Kehidupan Masyarakat.

    Ngelemang lebih dari sekadar memasak makanan. Ia melambangkan kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur atas hasil panen atau rezeki yang didapatkan. Kegiatan ini biasanya melibatkan seluruh anggota keluarga dan tetangga, yang saling membantu menyiapkan bahan dan membakar lemang bersama-sama. Dengan demikian, Ngelemang menjadi momen untuk mempererat hubungan sosial sekaligus menguatkan solidaritas komunitas.

    Selain itu, Ngelemang juga memiliki nilai spiritual. Proses memasak dengan bambu dianggap membawa berkah dan sebagai wujud penghormatan kepada leluhur yang telah mewariskan tradisi tersebut. Dalam tradisi adat, nasi lemang yang matang akan dibagikan kepada para tetua adat, keluarga, dan tamu sebagai simbol penghormatan dan rasa syukur.

    Ngelemang dan Identitas Budaya Lampung.

    Ngelemang merupakan salah satu identitas budaya yang membedakan masyarakat Lampung dengan daerah lain. Tradisi ini telah ada sejak lama dan diyakini sebagai warisan dari masyarakat Minangkabau yang diadopsi dan dikembangkan secara unik oleh suku Lampung Saibatin.

    Keberlanjutan Ngelemang menunjukkan betapa kuatnya rasa cinta dan kebanggaan masyarakat Lampung terhadap budaya leluhur mereka.
    Dengan menjaga tradisi ini, masyarakat Lampung tidak hanya melestarikan sebuah kebiasaan, tetapi juga meneruskan nilai-nilai moral dan kearifan lokal yang telah terbukti mampu menjaga keharmonisan sosial dan hubungan antar generasi.

    Tantangan dan Upaya Pelestarian.

    Di era modern ini, tantangan pelestarian tradisi Ngelemang semakin nyata. Gaya hidup yang serba cepat dan kemudahan teknologi memasak membuat metode tradisional ini mulai terlupakan, terutama oleh generasi muda. Namun, sejumlah komunitas adat dan pemerintah daerah berupaya mengangkat kembali tradisi ini melalui berbagai kegiatan budaya, festival, dan pendidikan nilai-nilai kearifan lokal di sekolah-sekolah.
    Masyarakat Lampung juga semakin sadar bahwa melestarikan tradisi seperti Ngelemang bukan hanya soal menjaga identitas, tetapi juga membangun jembatan antar generasi, sekaligus memperkuat ikatan sosial di tengah perubahan zaman.

    Kesimpulan.

    Ngelemang adalah warisan leluhur yang hidup dan terus dijaga oleh masyarakat Lampung sebagai simbol kebersamaan, rasa syukur, dan identitas budaya. Tradisi ini mengajarkan pentingnya menjaga hubungan sosial dan menghormati nilai-nilai adat yang telah diwariskan turun-temurun. Melalui pelestarian Ngelemang, masyarakat Lampung tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga memperkuat akar budaya yang menjadi pondasi kehidupan mereka.

    *) Penulis Adalah Saibatin dari Kebandakhan Makhga Way Lima. Gelar Dalom Putekha Jaya Makhga, asal Sukamarga Gedungtataan, Pesawaran. Tinggal di Labuhan Ratu, Bandar Lampung.

  • Pansel JPTP Sekda Lampung Selatan Belum Umumkan Hasil Seleksi

    Pansel JPTP Sekda Lampung Selatan Belum Umumkan Hasil Seleksi

    nataragung.id – KALIANDA – Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan hingga saat ini belum mengumumkan hasil seleksi yang telah dilakukan. Meski kabupaten lainnya, yang juga melakukan seleksi sudah mengumumkan hasil akhir yaitu menetapkan 3 peringkat tertinggi yang kelak akan dipilih 1 orang untuk calon sekda definitif, namun untuk Lampung Selatan pansel belum melakukan itu, padahal tenggat waktu pengumuman sudah jauh terlampaui yaitu tanggal 26 Mei 2025.

    Sebagaimana diketahui berdasarkan Berita Acara Panitia Seleksi Nomor 03/PANSEL-JPTP-LS/BA/2025 dan surat dari Kepala BKPSDM Kota Tangerang tertanggal 20 Mei 2025, dua peserta berhasil meraih nilai tertinggi dengan skor yang sama, yaitu Supriyanto, S.Sos., M.M. dan Tri Umaryani, S.P., M.Si., yang sama-sama memperoleh nilai 88,89 dan menempati peringkat pertama.

    Di posisi kedua terdapat Badruzzaman, S.Sos., M.M. dan dr. Widyatmoko Kurniawan, Sp.B., yang masing-masing mencatatkan nilai 83,33. Peringkat ketiga ditempati oleh Rofiki, S.T.P., M.M. dengan nilai 80,56, disusul oleh Qorniliwan, S.H., M.A. yang meraih nilai 77,78 di peringkat keempat. Anton Carmana, S.E. berada di posisi kelima dengan nilai 75,00.

    Dua peserta lainnya, Marzuki, S.Sos., M.Tr.I.P. dan Drs. Muhamad Darmawan, M.M., sama-sama memperoleh nilai 72,22 dan menempati peringkat keenam secara bersama.

    Berdasarkan pengumuman tersebut, panitia seleksi yang diketuai oleh Ir. Fredy Sukiman telah meyusun tahapan seleksi lanjutan selama dua hari berturut-turut yaitu :

    Jum’at, 23 Mei 2025
    1. 13.30 – 14.15 WIB: Anton Carmana, S.E.
    2. 14.15 – 15.00 WIB: Badruzzaman, S.Sos., M.M.
    3. 15.00 – 15.45 WIB: Marzuki, S.Sos., M.Tr.I.P.
    4. 15.45 – 16.30 WIB: Drs. Muhamad Darmawan, M.M.

    Sabtu, 24 Mei 2025
    5. 08.00 – 08.45 WIB: Qornilwan, S.H., M.A.
    6. 08.45 – 09.30 WIB: Rofiki, S.T.P., M.M.
    7. 09.30 – 10.15 WIB: Supriyanto, S.Sos., M.M.
    8. 10.15 – 11.00 WIB: Tri Umaryani, S.P., M.Si.
    9. 11.00 – 11.45 WIB: dr. Widyatmoko Kurniawan, Sp.B.

    Pada tahapan seleksi ini ada 2 orang peserta yang tidak hadir, yaitu Badruzzaman, S.Sos, MM., dan Marzuki, S.Sos, M.Tr.I.P., ketidak hadiran ke-2-nya dengan alasan yang berbeda-beda. Badruzzaman tidak hadir karena yang bersangkutan sejak tanggal 18 Mei 2025 sedang menunaikan ibadah haji dan Marzuki tidak hadir karena alasan sedang menjalankan tugas negara, dimana sama-sama kita ketahui Marzuki adalah salah seorang asisten di Kabupaten Pesawaran dan kabupaten tersebut pada tanggal 24 Mei 2025 lalu, melaksanakan Pemilihan Suara Ulang (PSU) bupati-wakil bupati kabupaten setempat, sehingga dengan kondisi itu tidak memungkinkan Marzuki meninggalkan tugasnya. Ketidak hadiran mereka, oleh panitia seleksi dan berdasarkan peraturan yang ada, maka secara otomatis di nyatakan gugur.

    Menurut sumber-sumber terpercaya dilingkungan ASN Lampung Selatan menyatakan, bahwa hingga saat ini pengumuman siapa yang lolos memang belum ada. “Sampai sekarang belum ada pengumuman itu,” ucap salah seorang ASN di Lampung Selatan.

    Lebih lanjut ia menjelaskan jika mengacu pada jadwal yang dikeluarkan oleh panitia seleksi, pada tanggal 26 Mei 2025 merupakan tanggal pengumuman siapa yang lolos dari hasil pembuatan makalah, paparan makalah dan tes wawancara. Sedangkan pada tanggal 28 Mei adalah penyerahan laporan akhir dari panitia seleksi JPTP kepada PPK.

    Ketika ditanya apa alasan atau kendala pengumuman tersebut belum dirilis ke publik, dirinya mengatakan, ada kemungkinan panitia seleksi (pansel) belum bertemu bupati. “Mungkin tim pansel belum ketemu PPK ( Pejabat Pembina Kepegawaian = Bupati), karena pansel harus laporan kepada PPK dulu baru di rilis,” ujar ASN tersebut.

    Berpegang dari keterangan itu, nataragung.id mencoba menghubungi Ir. Fredy Sukiman, ketua panitia seleksi JPTP melalui aplikasi WhatsApp di Nomer : 08127207***, setelah diajukan beberapa pertanyaan pada pukul 13.56 WIB hari Selasa 3 Mei 2025, meski pesan terkirim namun tidak ada respon. Begitu juga ketika nomer tersebut di hubungi sebanyak 3x yaitu pada pukul 16.48 dan 16.49 WIB, pada hari dan tanggal yang sama, meski nada HP berdering, namun tidak diangkat oleh pemilik nomer tersebut, sehingga sampai berita ini tayangkan belum ada konfirmasi apapun dari Ir. Fredy Sukiman selaku ketua Panitia Seleksi JPTP Sekda Lampung Selatan, mengapa jadwal pengumuman itu molor. (SMh)