Bulan: Juni 2025

  • Dari Istana untuk Rakyat, Bupati Egi Salurkan Bantuan Sapi Kurban Presiden

    Dari Istana untuk Rakyat, Bupati Egi Salurkan Bantuan Sapi Kurban Presiden

    nataragung.id – Jati Agungย – Matahari belum tinggi ketika halaman Masjid Ar Rohman Dusun 3A Kampung Tanah Luhur, Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, mulai ramai oleh warga.

    Hari itu bukan hari besar biasa. Ada sesuatu yang istimewa datang dari pusat kekuasaan negeri ini yang membuat masyarakat berkumpul dengan penuh antusias.

    Mereka ingin menyaksikan penyerahan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang disalurkan langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama (Egi).

    Sapi jenis Bali berbobot hampir 1 ton itu berdiri kokoh di pelataran masjid, menjadi simbol nyata perhatian negara kepada rakyatnya. Di tengah momen Iduladha 1446 Hijriah, kehadiran sapi bantuan Presiden menjadi harapan dan kebahagiaan bagi banyak keluarga yang selama ini hanya bisa merayakan hari raya dengan sederhana.

    Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Bupati Egi menyerahkan hewan kurban itu kepada takmir masjid dan tokoh masyarakat. Tidak ada protokol rumit, tidak ada jarak antara pemimpin dan rakyat. Yang ada hanyalah semangat kebersamaan dan nilai keikhlasan.

    “Bantuan ini adalah amanah dari Presiden yang kita cintai. Semoga membawa berkah dan mempererat tali persaudaraan diantara kita,” ujar Bupati Egi saat menyerahkan sapi kurban Presiden, usai salat Iduladha 1446 H di Masjid Ar Rohman, Desa Fajar Baru, Jumat (6/6/2025).

    Sapi Presiden bukan satu-satunya hewan kurban yang disalurkan Pemkab tahun ini. Total 42 ekor sapi dan 10 ekor kambing dikumpulkan dari berbagai perangkat daerah, forum camat, perusahaan, termasuk Bupati Lampung Selatan untuk disalurkan ke seluruh kecamatan.

    Namun, sapi Presiden tetap jadi magnet perhatian dan simbol kehadiran negara yang menyentuh langsung masyarakat. Melalui tangan pemimpin daerah yang merakyat, sapi Presiden menjelma menjadi jembatan kasih yang nyata.

    Tak hanya soal daging, bantuan sapi kurban mengandung makna lebih dalam. Ia menjadi lambang kehadiran pemerintah dalam kehidupan rakyat. Bukan hanya saat kampanye, tapi juga di hari-hari suci, saat masyarakat butuh sentuhan kepedulian.

    Sebagai pemimpin daerah, Bupati Egi memanfaatkan momen ini untuk mengingatkan pentingnya berbagi dan memperkuat nilai gotong royong di tengah masyarakat.

    Ia berharap semangat kurban ini menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus berbuat kebaikan dan merajut kebersamaan dalam semangat berkurban.

    “Idhuladha bukan sekadar ritual tahunan, tapi juga panggilan hati nurani untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Lampung Selatan yang religius, inklusif, dan berkeadilan dengan berkurban,โ€ kata Bupati Egi.

    Tak hanya di Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Bupati Egi juga hadir langsung menyerahkan bantuan hewan kurban di Masjid Al-Munawaroh, Dusun Rajawali Desa Candimas, Kecamatan Natar, serta di Masjid Agung Kalianda, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan. (mara)

  • MIMBAR JUM’AT : 5 Amalan Pahalanya Setara Ibadah Haji. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

    MIMBAR JUM’AT : 5 Amalan Pahalanya Setara Ibadah Haji. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

    nataragung.id – NATAR – Ibadah haji adalah ibadah wajib dan salah satu rukun iman yang ke 5. Kewajiban menjalankan ibadah tahunan tersebut hanyalah bagi orang yang mampu. Orang yang mampu dalam hal ini adalah orang yang dikehendaki oleh Allah Swt, bukan mampu semata secara harta saja.

    Ibada haji adalah ibadah yang memiliki pahala yang besar. Dalam sebuah hadits shahih, disebutkan bahwa janji pahala haji adalah surga. Sebagimana hadits:

    ุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ุฃู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„: ุงู„ุนู…ุฑุฉู ุฅู„ู‰ ุงู„ุนู…ุฑุฉู ูƒูู‘ูŽุงุฑูŽุฉูŒ ู„ู…ูŽุง ุจูŠู†ูŽู‡ู…ูŽุงุŒ ูˆุงู„ุญุฌู‘ู ุงู„ู…ุจุฑูˆุฑู ู„ูŠุณูŽ ู„ู‡ู ุฌุฒุงุกูŒ ุฅู„ุง ุงู„ุฌู†ู‘ูŽุฉู

    Dari Abu Hurairah radhiallahuโ€™anhu, Rasulullah ๏ทบ bersabda, โ€œIbadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surgaโ€ (HR al-Bukhari dan Muslim).

    Banyak diantara hamba Allah yang punya banyak harta namun belum bisa menunaikannya, seperti kurangnya itikad dalam hati, terkendala aturan, sakit, dan bahkan keburu wafat. Itu semua sekenario Allah terhadap hambanya.

    Namun tidak sedikit juga orang yang jauh dari berkecukupan bahkan berpenghasilan rendah bisa menunaikan ibadah haji, itu karena itikadnya yang kuat dengan menabung bertahun-tahun. Intinya semua hamba mempunyai kesempatan itu, tergantung dirinya mau memaksakan atau tidak.

    Tahun ini, tidak semua orang bisa pergi menunaikan ibadah haji. Meski demikian ternyata beberapa hadits yang menyebutkan bahwa ada amalan-amalan yang pahalanya setara dengan haji. Secara kasat mata, amalan ini cukup sederhana. Namun hal ini bukan berarti menggugurkan kewajiban haji bagi yang mampu.

    Paling tidak ada 5 amalan yang jika diamalkan bisa berpahala haji. Amalan ini ada yang ringan bahkan kita bisa melakukannya setiap waktu. Walau ringan, namun pahalanya sangat luar biasa.

    1. Umrah di bulan Ramadhan
    Dari Ibnu โ€˜Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah ๏ทบ pernah bertanya pada seorang wanita,

    ู…ูŽุง ู…ูŽู†ูŽุนูŽูƒู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุญูุฌูู‘ู‰ ู…ูŽุนูŽู†ูŽุง

    โ€œApa alasanmu sehingga tidak ikut berhaji bersama kami?โ€
    Wanita itu menjawab, โ€œAku punya tugas untuk memberi minum pada seekor unta di mana unta tersebut ditunggangi oleh ayah fulan dan anaknya โ€“ditunggangi suami dan anaknya-. Ia meninggalkan unta tadi tanpa diberi minum, lantas kamilah yang bertugas membawakan air pada unta tersebut. Lantas Rasulullah ๏ทบ bersabda,

    ููŽุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู ุงุนู’ุชูŽู…ูุฑูู‰ ูููŠู‡ู ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุนูู…ู’ุฑูŽุฉู‹ ููู‰ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุญูŽุฌูŽู‘ุฉูŒ

    โ€œJika Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji.โ€ (HR. Bukhari dan Muslim).

    Dalam lafazh Muslim disebutkan:

    ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุนูู…ู’ุฑูŽุฉู‹ ูููŠู‡ู ุชูŽุนู’ุฏูู„ู ุญูŽุฌูŽู‘ุฉู‹

    โ€œUmrah pada bulan Ramadhan senilai dengan haji.โ€ (HR. Muslim)

    Dalam lafazh Bukhari yang lain disebutkan,

    ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุนูู…ู’ุฑูŽุฉู‹ ููู‰ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุชูŽู‚ู’ุถูู‰ ุญูŽุฌูŽู‘ุฉู‹ ู…ูŽุนูู‰

    โ€œSesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku.โ€ (HR. Bukhari).

    Imam Nawawi rahimahullah berkata, โ€œYang dimaksud adalah umrah Ramadhan mendapati pahala seperti pahala haji. Namun bukan berarti umrah Ramadhan sama dengan haji secara keseluruhan. Sehingga jika seseorang punya kewajiban haji, lalu ia berumrah di bulan Ramadhan, maka umrah tersebut tidak bisa menggantikan haji tadi.โ€ (Syarh Shahih Muslim, 9:2)

    2. Shalat Fardhu Jamaah di Masjid

    Dari Abu Umamah radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi ๏ทบ bersabda,

    ู…ูŽู†ู’ ู…ูŽุดูŽู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ู…ูŽูƒู’ุชููˆู’ุจูŽุฉู ูููŠ ุงู„ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู ููŽู‡ููŠูŽ ูƒูŽุญูŽุฌู‘ูŽุฉู ูˆูŽ ู…ูŽู†ู’ ู…ูŽุดูŽู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุชูŽุทูŽูˆู‘ูุนู ููŽู‡ููŠูŽ ูƒูŽุนูู…ู’ุฑูŽุฉู ู†ูŽุงููู„ูŽุฉู

    โ€œSiapa yang berjalan menuju shalat wajib berjamaโ€™ah, maka ia seperti berhaji. Siapa yang berjalan menuju shalat sunnah, maka ia seperti melakukan umrah yang sunnah.โ€ (HR. Thabrani dalam Al-Muโ€™jam Al-Kabir)

    Dalam hadits lainnya, dari Abu Umamah radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi ๏ทบ bersabda,

    ู…ูŽู†ู’ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ู…ูู†ู’ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู ู…ูุชูŽุทูŽู‡ู‘ูุฑู‹ุง ุฅูู„ูŽู‰ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ู…ูŽูƒู’ุชููˆุจูŽุฉู ููŽุฃูŽุฌู’ุฑูู‡ู ูƒูŽุฃูŽุฌู’ุฑู ุงู„ู’ุญูŽุงุฌู‘ู ุงู„ู’ู…ูุญู’ุฑูู…ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุชูŽุณู’ุจููŠุญู ุงู„ุถู‘ูุญูŽู‰ ู„ุงูŽ ูŠูู†ู’ุตูุจูู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฅููŠู‘ูŽุงู‡ู ููŽุฃูŽุฌู’ุฑูู‡ู ูƒูŽุฃูŽุฌู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูุนู’ุชูŽู…ูุฑู ูˆูŽุตูŽู„ุงูŽุฉูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุซูŽุฑู ุตูŽู„ุงูŽุฉู ู„ุงูŽ ู„ูŽุบู’ูˆูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ูƒูุชูŽุงุจูŒ ููู‰ ุนูู„ู‘ููŠู‘ููŠู†ูŽ

    โ€œBarangsiapa keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci menuju shalat wajib, maka pahalanya seperti pahala orang yang berhaji. Barangsiapa keluar untuk shalat Sunnah Dhuha, yang dia tidak melakukannya kecuali karena itu, maka pahalanya seperti pahala orang yang berumrah. Dan (melakukan) shalat setelah shalat lainnya, tidak melakukan perkara sia-sia antara keduanya, maka pahalanya ditulis di โ€˜illiyyin (kitab catatan amal orang-orang shalih).โ€ (HR. Abu Daud; Ahmad)

    3. Melakukan Shalat Dhuha / Isyraq

    Shalat 2 rakaat di waktu awal hari, dimulai dengan shalat shubuh berjamaah di masjid, tidak pulang ke rumah tapi duduk dzikir, sampai matahari benar-benar terbit maka pahalanya setara haji dan umrah dengan sempurna.

    Dari Anas bin Malik radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah ๏ทบ bersabda,

    ู…ูŽู†ู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ุบูŽุฏูŽุงุฉูŽ ููู‰ ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุนูŽุฏูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุทู’ู„ูุนูŽ ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ุซูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ูƒูŽุฃูŽุฌู’ุฑู ุญูŽุฌู‘ูŽุฉู ูˆูŽุนูู…ู’ุฑูŽุฉู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุชูŽุงู…ู‘ูŽุฉู ุชูŽุงู…ู‘ูŽุฉู ุชูŽุงู…ู‘ูŽุฉู

    โ€œBarangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjamaโ€™ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua rakaโ€™at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.โ€ Beliau pun bersabda, โ€œPahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.โ€ (HR. Tirmidzi)

    4. Menghadiri Majelis Ilmu di Masjid

    Dari Abu Umamah radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi ๏ทบ bersabda,

    ู…ูŽู†ู’ ุบูŽุฏูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ู„ุง ูŠูุฑููŠุฏู ุฅูู„ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽุนูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ูŠูุนูŽู„ู‘ูู…ูŽู‡ูุŒ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ูƒูŽุฃูŽุฌู’ุฑู ุญูŽุงุฌู‘ู ุชูŽุงู…ู‘ู‹ุง ุญูŽุฌู‘ูŽุชูู‡ู

    โ€œSiapa yang berangkat ke masjid yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya.โ€ (HR. Thabrani dalam Al-Muโ€™jam Al-Kabir)

    5. Bertekad untuk Berhaji

    Siapa yang memiliki uzur namun punya tekad kuat dan sudah ada usaha untuk melakukannya, maka dicatat seperti melakukannya. Contohnya, ada yang sudah mendaftarkan diri untuk berhaji, namun ia meninggal dunia sebelum keberangkatan, maka ia akan mendapatkan pahala haji.
    Kenapa sampai yang punya uzur terhitung melakukan amalan?

    ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูƒูู†ูŽู‘ุง ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ูู‘ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ููู‰ ุบูŽุฒูŽุงุฉู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฅูู†ูŽู‘ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉู ู„ูŽุฑูุฌูŽุงู„ุงู‹ ู…ูŽุง ุณูุฑู’ุชูู…ู’ ู…ูŽุณููŠุฑู‹ุง ูˆูŽู„ุงูŽ ู‚ูŽุทูŽุนู’ุชูู…ู’ ูˆูŽุงุฏููŠู‹ุง ุฅูู„ุงูŽู‘ ูƒูŽุงู†ููˆุง ู…ูŽุนูŽูƒูู…ู’ ุญูŽุจูŽุณูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽุฑูŽุถู.

    Dari Jabir radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata, dalam suatu peperangan (perang tabuk) kami pernah bersama Nabi ๏ทบ, lalu beliau bersabda, โ€œSesungguhnya di Madinah ada beberapa orang yang tidak ikut melakukan perjalanan perang, juga tidak menyeberangi suatu lembah, namun mereka bersama kalian (dalam pahala). Padahal mereka tidak ikut berperang karena mendapatkan uzur sakit.โ€ (HR. Muslim).

    Dalam lafazh lain disebutkan,

    ุฅูู„ุงูŽู‘ ุดูŽุฑููƒููˆูƒูู…ู’ ููู‰ ุงู„ุฃูŽุฌู’ุฑู

    โ€œMelainkan mereka yang terhalang sakit akan dicatat ikut serta bersama kalian dalam pahala.โ€

    Juga ada hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu โ€˜anhu,

    ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู โ€“ ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ูŽู‘ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ูƒูŽุงู†ูŽ ููู‰ ุบูŽุฒูŽุงุฉู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฅูู†ูŽู‘ ุฃูŽู‚ู’ูˆูŽุงู…ู‹ุง ุจูุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉู ุฎูŽู„ู’ููŽู†ูŽุงุŒ ู…ูŽุง ุณูŽู„ูŽูƒู’ู†ูŽุง ุดูุนู’ุจู‹ุง ูˆูŽู„ุงูŽ ูˆูŽุงุฏููŠู‹ุง ุฅูู„ุงูŽู‘ ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู…ูŽุนูŽู†ูŽุง ูููŠู‡ู ุŒ ุญูŽุจูŽุณูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ุนูุฐู’ุฑู.

    Dari Anas radhiyallahu โ€˜anhu, bahwa Nabi ๏ทบ dalam suatu peperangan berkata, โ€œSesungguhnya ada beberapa orang di Madinah yang ditinggalkan tidak ikut peperangan. Namun mereka bersama kita ketika melewati suatu lereng dan lembah. Padahal mereka terhalang uzur sakit ketika itu.โ€ (HR. Bukhari).

    Sebagaimana Nabi ๏ทบ bersabda,

    ุฅูุฐูŽุง ู…ูŽุฑูุถูŽ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ุฃูŽูˆู’ ุณูŽุงููŽุฑูŽุŒ ูƒูุชูุจูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ู…ูู‚ููŠู…ู‹ุง ุตูŽุญููŠุญู‹ุง

    โ€œJika salah seorang sakit atau bersafar, maka ia dicatat mendapat pahala seperti ketika ia dalam keadaan mukim (tidak bersafar) atau ketika sehat.โ€ (HR. Bukhari).

    Inilah beberapa amalan setara pahala haji yang bisa dilakukan oleh kita yang belum berkesempatan melaksanakan ibadah haji. <=>

    *) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

  • Gubernur Lampung Serahkan Bantuan Sapi Kurban dari Presiden RI

    Gubernur Lampung Serahkan Bantuan Sapi Kurban dari Presiden RI

    nataragung.id, Bandar Lampung โ€” Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyerahkan secara simbolis seekor sapi kurban bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia kepada pengurus Masjid Jami Nurussaโ€™adah, Kelurahan Panjang Utara, Kota Bandar Lampung, Kamis (5/6/2025).

    Dalam keterangannya, Gubernur menyampaikan bahwa Provinsi Lampung tahun ini menerima bantuan sebanyak 16 ekor sapi kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto. Dari jumlah tersebut, 15 ekor didistribusikan ke kabupaten/kota, sementara satu ekor mewakili provinsi dan disalurkan melalui Masjid Jami Nurussaโ€™adah.

    Sapi yang diserahkan memiliki bobot 1.058 kilogram dan berusia lima tahun. Hewan kurban tersebut dibeli dari seorang peternak lokal bernama Juningan. Gubernur menegaskan, hal ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan peternakan lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Tahun 2025, melalui program bantuan kemasyarakatan, Presiden menyediakan masing-masing satu ekor sapi untuk setiap provinsi dari total 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia. Namun, terdapat 55 kabupaten/kota yang menerima dua ekor sapi karena tidak tersedia sapi dengan bobot antara 800 kg hingga 1,3 ton di wilayah tersebut.

    Seluruh sapi yang disalurkan telah dinyatakan sehat dan layak sebagai hewan kurban. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh Dinas Peternakan setempat dan dibuktikan dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Selain sehat dan tidak cacat, sapi-sapi ini juga telah memenuhi syarat syariat kurban, yakni berusia lebih dari dua tahun.

    Jenis sapi yang disalurkan dalam program ini meliputi Sapi Limosin, Simental, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, dan Sapi Bali. Penyaluran dilakukan melalui dua skema: pertama, melalui pemerintah daerah yang kemudian mendistribusikannya ke masjid atau lembaga yang ditunjuk; dan kedua, secara langsung kepada tokoh masyarakat, pondok pesantren, serta kelompok masyarakat yang dinilai layak oleh Presiden.

    Dari total 985 ekor sapi yang disalurkan dalam program ini, sebanyak 607 ekor diserahkan melalui pemerintah daerah, dan 378 ekor lainnya diberikan langsung kepada masyarakat melalui jalur khusus. Seluruh sapi diperoleh dari 573 peternak lokal di berbagai daerah di Indonesia.

    Editorย  : Muhammad Arya

  • Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemprov Lampung Lakukan Aksi Bersih Sampah Plastik di PKOR Way Halim

    Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemprov Lampung Lakukan Aksi Bersih Sampah Plastik di PKOR Way Halim

    Lnataragung.id – BANDAR LAMPUNG – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) 2025, Pemerintah Provinsi Lampung melakukan Aksi Bersih Sampah Plastik di PKOR Way Halim, Bandarlampung, Kamis (5/6/2025).

    Acara tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Lampung menjaga kelestarian lingkungan hidup.

    Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela hadir langsung dan menyampaikan pesan tegas mengenai bahaya sampah plastik yang tidak hanya mengancam lingkungan saat ini, tetapi juga meninggalkan dampak serius bagi generasi masa depan.

    โ€œKita ketahui bahwa sampah itu tidak akan hilang seribu tahun dari kita. Sampah hanya berpindah tangan, dari tangan kita ke lautan, dari lautan ke perut ikan, bahkan dari tanah, mikroplastik bisa masuk ke tubuh anak-anak kita,โ€ ujarnya.

    Menurutnya, plastik bukan sekadar limbah biasa, melainkan warisan yang mencemari masa depan anak bangsa jika tidak ditangani dengan kesadaran dan tindakan nyata.

    Ia menekankan pentingnya membangun komitmen kolektif untuk membatasi penggunaan plastik sejak sekarang.

    โ€œPlastik ini menjadi persoalan yang serius. Bukan hanya soal limbah, tapi soal tanggung jawab kita terhadap masa depan. Dari plastik yang kita tolak, dari sampah plastik yang kita daur ulang, semuanya akan berguna untuk masa depan anak kita, untuk keberlangsungan hidup kita,โ€ tambahnya.

    Wagub Jihan mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menunda-nunda perubahan perilaku terhadap pengelolaan sampah.

    Ia mendorong masyarakat untuk mulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar agar lebih peduli terhadap bahaya sampah plastik.

    โ€œAyo mulai hari ini, jangan tunggu besok. Mulai dari detik ini, dari diri kita sendiri. Kita ajak keluarga, lingkungan, semua orang untuk peduli terhadap sampah plastik. Insya Allah, kehidupan yang lebih baik akan berkelanjutan,โ€ ajaknya.

    Wagub Jihan berharap Aksi Bersih Sampah Plastik ini tidak hanya menjadi simbolis, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam membangun budaya cinta lingkungan dan mendorong kesadaran ekologis di tengah masyarakat Lampung.

    Ia juga mengucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam aksi tersebut, seraya berharap agar kegiatan ini menjadi awal dari gerakan berkelanjutan dalam mengurangi dan mengurai sampah plastik di Provinsi Lampung.

    โ€œSemoga aksi kita hari ini menjadi aksi nyata dan komitmen bersama untuk ke depan mengurangi dan mengurai sampah plastik,โ€ pungkasnya.

    Wagub Jihan mengajak untuk menjadikan momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini sebagai titik balik untuk aksi nyata, bukan sekedar seremonial.

    Ia menegaskan bahwa setiap langkah kecil, mulai dari mengurangi pemakaian kantong plastik, memilah sampah, hingga mendukung produk daur ulang akan memberi dampak besar bagi generasi mendatang.

    “Bumi tidak membutuhkan kita, tetapi kitalah yang membutuhkan bumi. Mari kita wariskan lingkungan yang sehat dan nyaman, bukan tumpukan sampah plastik,” tegasnya.

    Kegiatan Aksi Bersih Sampah Plastik ini diharapkan tidak hanya menjadi simbolis, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam membangun budaya cinta lingkungan dan mendorong kesadaran ekologis di tengah masyarakat Lampung.

    Sebagai informasi, berdasarkan Laporan UNEP (Drawning in Plastics, 2021), produksi plastik global tumbuh eksponensial dalam 10 tahun terakhir hingga lebih dari 400 juta ton pada 2023.

    Selama kurun waktu 1954-2017 ada 9,8 milyar ton plastik yang sudah diproduksi dan dari jumlah tersebut, 14% dibakar di fasilitas waste to energy dan kurang dari 10% didaur ulang, sisanya 86% ditimbun di landfill dan bocor ke lingkungan sebagai polutan yang mencemari ekosistem, baik ekosistem daratan maupun perairan.

    Laporan tersebut juga menyatakan bahwa terdapat 9-14 juta ton plastik berakhir di lautan pada 2020 dan jika tidak upaya sungguh-sungguh, maka diperkirakan akan ada 23-37 juta ton plastik yang bocor ke lautan pada 2040 dan bahkan, akan ada 155-265 juta ton plastik yang bocor ke laut pada 2060.

    Laporan Ellen MacArthur Foundation pada saat World Economic Forum 2016 menyatakan ada 8 juta ton plastik yang bocor ke samudera โ€“ setara dengan membuang muatan 1 truk sampah setiap menit.

    Jika tidak ada aksi yang dilakukan, diperkirakan meningkat menjadi 2 muatan truk sampah setiap menit pada 2030 dan 4 muatan truk sampah setiap menit pada 2050.

    Dalam skenario business-as-usual (BAU), lautan akan berisi 1 ton plastik untuk setiap 3 ton ikan pada 2025 dan pada 2050 akan lebih banyak plastik di lautan dibanding ikan.

    Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), pada 2023 jumlah timbulan sampah di Indonesia sebesar 56,63 juta ton dengan jumlah timbulan sampah plastik sebesar 10,8 juta ton.

    Dengan tingkat pengelolaan sampah sebesar 39%, maka terdapat 6,6 juta ton sampah plastik yang tidak terkelola, yaitu yang ditimbun di TPA open dumping, dibakar secara terbuka, dan dibuang ke lingkungan, baik ekosistem daratan maupun ekosistem perairan.

    Jumlah timbulan sampah plastik meningkat signifikan dari 11% pada 2010 menjadi 19,23% pada 2023, jika tidak ada upaya luar biasa untuk membatasinya, maka diperkirakan pada 2050 jumlah sampah plastik akan mencapai 50% dari seluruh jenis sampah di Indonesia.

    Sumber utama sampah plastik berasal dari kemasan, wadah, dan kantong belanja dengan proporsi 40%.

    Di Provinsi Lampung sendiri berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, timbulan sampah pada tahun 2022 mencapai 1.648.059,81 ton, dengan 407.070,77 ton di antaranya adalah sampah plastik.

    Sebagai bentuk keseriusan dalam pengelolaan sampah, Pemerintah Provinsi Lampung telah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Gubernur Nomor 53 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah Plastik.(SMh)

  • Pemkab Lampung Selatan Terima Bantuan Hewan Kurban dari Presiden Prabowo

    Pemkab Lampung Selatan Terima Bantuan Hewan Kurban dari Presiden Prabowo

    nataragung.id – Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menerima bantuan kemasyarakatan berupa hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangka perayaan Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah / 2025 Masehi.

    Penyerahan bantuan hewan kurban tersebut dilakukan secara daring melalui siaran virtual yang difasilitasi oleh Kementerian Sekretariat Negara, pada Kamis (5/6/2025).

    Acara penyerahan secara simbolis diikuti Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Intji Indriati, beserta Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Rini Ariasih, dan Kepala Bagian Kesra, Firmansyah dari ruang rapat Sekda setempat.

    Wakil Menteri Sekretaris Negara, Bambang Eko Suharyanto menyampaikan, bahwa bantuan sapi kurban dari presiden merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat di seluruh daerah, sekaligus memperkuat jalinan silaturahmi antar pemerintah pusat dan daerah dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah / 2025 Masehi.

    โ€œSeluruh sapi yang diserahkan telah memenuhi standar kesehatan hewan dan syariat Islam. Sapi-sapi ini telah dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), berusia di atas dua tahun, berjenis kelamin jantan, dan dalam kondisi fisik yang baik. Ini adalah sapi berkualitas premium,โ€ ujar Bambang Eko Suharyanto mewakili Menteri Sekretaris Negara.

    Bambang Eko Suharyanto mengungkapkan, tahun ini sebanyak 607 ekor sapi didistribusikan ke seluruh wilayah di Indonesia, mencakup 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

    Masing-masing daerah menerima bantuan satu ekor sapi, sementara terdapat 55 kabupaten/kota yang menerima dua ekor sapi. Hal ini karena keterbatasan stok sapi dengan bobot ideal (800 kg โ€“ 1.300 kg) di daerah masing-masing.

    Dirinya menjelaskan, sapi yang didistribusikan juga merupakan jenis unggulan, antara lain Simental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, dan Sapi Bali. Seluruh hewan kurban tersebut dibeli dari peternak lokal. Total sebanyak 573 peternak dari berbagai daerah diberdayakan dalam pengadaan hewan kurban tahun ini.

    “Bantuan ini merupakan hasil rekomendasi dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Kami harap sapi-sapi ini bisa dirawat dengan baik oleh pemerintah daerah sampai waktu penyembelihan tiba,” kata Bambang Eko Suharyanto.

    Sementara, Kepala Bagian Kesra Setdakab Lampung Selatan, Firmansyah mengatakan, tahun ini Pemkab Lampung Selatan menerima total 42 ekor sapi dan 10 ekor kambing kurban, termasuk bantuan satu ekor sapi dari Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.

    โ€œTotal ada 42 ekor sapi dan 10 ekor kambing. Hewan kurban ini berasal dari pak bupati, seluruh perangkat daerah, Forum Camat dan CSR dari perusahaan dan RS Imanuel Bandar Lampung. Hewan kurban ini sudah kita distribusikan sejak kemarin,โ€ kata Firmansyah. (mara)

  • Gelar Panen Raya, Pemkab Lampung Selatan Dukung Swasembada Jagung Nasional

    Gelar Panen Raya, Pemkab Lampung Selatan Dukung Swasembada Jagung Nasional

    nataragung.id – Penengahan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menunjukkan komitmennya dalam mendukung program swasembada jagung nasional dengan menggelar Panen Raya Jagung di Dusun Sededer, Desa Banjar Masin, Kecamatan Penengahan.

    Kegiatan panen raya serentak sekaligus groundbreaking gudang penyimpanan jagung dan gabah di 18 lokasi nasional yang dipusatkan di Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (5/6/2025) ini, dihadiri langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

    Panen raya ini merupakan bagian dari hasil kolaborasi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan dengan petani dan penyuluh dalam pengembangan sektor pertanian jagung yang menjadi salah satu komoditas unggulan Lampung Selatan.

    Dalam sambutannya, Bupati Egi menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani, penyuluh, dan pemangku kepentingan atas kontribusi mereka terhadap ketahanan pangan daerah.

    “Swamenda Jagung 2025 ini merupakan target strategis nasional dalam mewujudkan kemandirian pangan dan menekan impor. Ini ditempuh melalui gerakan tanam serentak sejuta hektare serta sinergi lintas sektor, termasuk peran aktif kepolisian,” ujar Egi.

    Egi mengungkapkan, berdasarkan data BPS 2025, Lampung Selatan menempati peringkat kedua produsen jagung terbesar di Provinsi Lampung. Total luas tanam mencapai 127.718 hektare dengan produksi 783.027 ton dan produktivitas 6,13 ton per hektare. Kecamatan Penengahan menjadi penyumbang terbesar dengan produksi 89.797 ton.

    Egi juga menyampaikan, sejumlah langkah telah dilakuan pemerintah daerah, seperti penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung oleh Bulog sebesar Rp5.500/kg, serta bantuan benih untuk 5.000 hektare lahan reguler dan 202 hektare lahan tumpang sari mitra Polri. Selain itu, telah disalurkan enam unit corn sheller dari hibah Dinas TPHBUN.

    Dalam siaran virtual dari Kalimantan Barat, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan dukungan penuh Polri terhadap program Swasembada Jagung Nasional.

    Ia menyebut, program ini menargetkan penanaman seluas satu juta hektare dengan potensi panen hingga 10 juta ton per tahun. Saat ini, sebanyak 136.563 kelompok tani telah diberdayakan. Di wilayah Bengkayang sendiri, panen telah mencapai 218,5 hektare.

    Listyo juga meresmikan pembangunan gudang penyimpanan jagung milik PT Pangan Merah Putih di Kalimantan Barat, yang dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 300 ton per hari.

    Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, bahwa kolaborasi lintas sektor ini merupakan bagian dari pembentukan ekosistem pertanian nasional yang melibatkan sinergi antara TNI, Polri, kementerian, sektor swasta, dan masyarakat.

    Sementara itu, dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kontribusi semua pihak atas capaian tersebut. Ia menutup acara dengan peresmian simbolik panen raya dan peletakan batu pertama gudang penyimpanan jagung nasional. Presiden menekankan bahwa swasembada pangan merupakan fondasi utama dalam menjaga kedaulatan negara.

    “Tak ada bangsa yang benar-benar merdeka tanpa mampu mencukupi pangannya sendiri. Kita tak hanya ingin swasembada, tapi menjadi lumbung pangan dunia,” tegas Prabowo. (mara)

  • Pansel JPTP Sekda Lamsel Diduga ‘Jebak Bupati’ Dengan Tidak mencantumkan Nilai Pada Pengumuman Akhir

    Pansel JPTP Sekda Lamsel Diduga ‘Jebak Bupati’ Dengan Tidak mencantumkan Nilai Pada Pengumuman Akhir

    nataragung.id – KALIANDA – Panitia Seleksi (pansel) JPTP Sekda Lampung Selatan, pada tanggal 4 Juni 2025 secara resmi telah mengumumkan 3 besar calon sekda yaitu : Supriyanto, S.Sos, MM., Drs Muhammad Darmawan, MM., dan Anton Carmana, SE.

    Namun sayang munculnya pengumuman 3 besar calon Sekda tersebut tanpa mencantumkan nilai yang di peroleh oleh masing-masing peserta seleksi khususnya pada pembuatan makalah, paparan makalah dan tes wawancara. Padahal dua pengumuman sebelumnya yaitu pengumaman hasil administrasi dan Uji Kompetensi Manajerial sosial kultural, panitia mencantumkan nilai para peserta.

    Banyak kalangan yang menduga, apa yang dilakukan oleh pansel terindikasi telah menjebak Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, untuk memilih 1 nama dari 3 nama yang ada tanpa ada indikator nilai akhir.

    Menurut Gunawan Handoko, pengamat politik dari PUSKAP (Pusat Pengkajian Etika Politik dan Pemerintahan) Provinsi Lampung, walaupun Bupati tidak harus memilih nomor urut 1, tapi dengan tidak adanya nilai dari masing-masing peserta justru Pansel telah menjebak Bupati. Karena masalah perolehan nilai juga menjadi pertimbangan Bupati dalam mengambil keputusan.

    Lebih lanjut ia mengatakan yang namanya hasil, mestinya disertai dengan nilai, sebagai bentuk transparansi dari kerja Pansel. Dengan tidak adanya nilai, justru akan memunculkan spekulasi dari publik.

    Bisa jadi daftar urut yang diumumkan tidak sesuai dengan hasil nilai yang diperoleh masing-masing calon. “Patut diduga ada kekuatan yang membuat Pansel tidak bisa melakukan tugasnya secara jujur,” ucap Pakde Gun dengan senyum penuh makna.

    “Dari kalimat pengumuman yang dikeluarkan pansel sudah jelas, bahwa Pansel memilih 3 orang Peserta Seleksi dengan nilai terbaik, tetapi mengapa tidak menyertakan nilainya, ini kan lucu, dimana letak baiknya,” ujarnya penuh tanda tanya.

    Ketika disinggung apakah peserta seleksi yang merasa tidak puas dan dirugikan dengan hasil pengumuman pansel, apakah bisa menggugat ke Komisi Informasi (KI)?.

    Menurut Gunawan Handoko, secara logika bisa saja peserta seleksi menggugat, tapi apakah mereka berani? Dan lagi tidak ada keharusan bagi Kepala Daerah untuk memilih urutan ke satu, bisa saja bupati memilih salah satu diantara 3 orang tersebut,.namun rasanya sulit jika Bupati mengambil nama diluar 3 orang itu.

    Menurutnya jika peserta lain mencoba ingin menggugat hasil pengumuman, ini langkah bagus, karena memang ada ruang untuk itu.

    Kritik senada juga diungkapkan oleh Aqrobin AM, Sekretaris Dewan Adat Anak Lampung. Menurut Aqrobin dirinya merasa miris melihat kondisi yang ada. “Gimana Lamsel kedepannya nanti? Seleksi Sekda saja sudah seperti ini,” ucap Aqrobin dengan nada sinis.

    Aqrobin menduga pasti ada yang disembunyikan oleh pansel terkait pengumuman yang telah dirilis itu.

    “Pengumumannya lewat dari tanggal yang sudah dijadwalkan, itu saja sudah bisa terbaca, bahwa lagi ada pengkondisian untuk meloloskan seseorang,” ucap Aqrobin.

    Pada kesempatan berbeda, pengumuman pansel JPTP juga di tanggapi langsung oleh peserta seleksi. Menurut salah seorang peserta seleksi yang enggan namanya disebutkan menyatakan seharusnya tanggal 26 Mei 2025, Pansel terlebih dahulu mengeluarkan nilai makalah dan paparan, kemudian pada tanggal 28 Mei baru keluar nama 3 besar yang dilaporkan ke Bupati selaku PPK. “Setahu saya Kabupaten lain seperti itu, mungkin di Lamsel beda kali ya,” ucapnya dengan senyum tertahan.

    Ia juga mengkritisi kinerja Pansel. Menurutnya sebelum pengumuman keluar, Pansel harus menunjukkan dulu nilai makalah dan hasil wawancara baru tentukan 3 besar. “Kita belum tahu nilai makalah dan wawancaranya berapa, tahu-tahu sudah disodorkan 3 besar, kami selaku peserta dibuat bingung sendiri oleh pansel,” tambahnya.

    Ia melanjutkan dalam setiap tes / seleksi ada bobot pembagian penilaian yaitu : Administrasi bobot nilainya 20%, kemudian Ukom bobot nilainya 25%, Makalah bobot nilainya 20% dan wawancara bobot nilainya 35%. “Dengan pembobotan itu, untuk seleksi JPTP Sekda ini kriterianya apa, kok tiba-tiba muncul 3 nama, sebaiknya pansel menjelaskan hal ini ke publik,” pungkasnya.

    Sementara itu Ir. Fredy Sukiman, Ketua Panitia Seleksi JPTP Sekda Lamsel dan Tirta Saputra Kepala BKD sekaligus merangkap kepala sekretariat panitia seleksi, ketika dikonfirmasi melalui saluran WhatsApp Kamis (pagi) 5 Juni 2025, dengan beberapa pertanyaan yaitu : Mengapa pengumuman yang dirilis tidak mencantumkan nilai, kemudian bagaimana cara menentukan 3 besar tanpa ada nilai yang diperoleh para calon, selanjutnya kepada keduanya ditanyakan bahwa ada pendapat yang berkembang, dengan tidak mencantumkan nilai ada dugaan bahwa sejak awal pansel ada titipan untuk mengamankan seseorang jadi pengantin sekda serta terakhir ditanyakan apakah benar dengan tidak adanya nilai yang tercantum, maka dalam tanda kutip pansel mencoba menjebak Bupati Lamsel, karena bagaimana mungkin bupati akan memilih salah satu dari 3 orang yang ada dengan kondisi tidak ada nilai pembanding.

    Meskipun pesan sudah terkirim kepada keduanya, namun baik Ir. Fredy Sukiman maupun Tirta Saputra, tidak merespon pertanyaan dari nataragung.id. (SMh)

  • Walikota Eva Dwiana Salurkan 93 Hewan Qurban

    Walikota Eva Dwiana Salurkan 93 Hewan Qurban

    nataragung.id, Bandar Lampung- Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H dengan menyerahkan sebanyak 93 ekor hewan qurban untuk Masyarakat Kota Bandar Lampung, 93 Hewan Qurban terdiri dari 55 Sapi dan 38 ekor Kambing.

    Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, tujuan ibadah qurban adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub), mengikuti sunnah Nabi Ibrahim AS, serta sebagai bentuk kepedulian sosial dengan membagikan daging kepada yang membutuhkan.

    โ€Momentum ini harus menjadi pengingat bagi kita semua, terutama sebagai pemerintah, untuk senantiasa hadir dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya Kota Bandar Lampung,”jelas Eva Dwiana, Kamis 5 juni 2025.

    Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana menyebutkan 93 hewan qurban tersebut seluruhnya telah disalurkan.

    “Jadi sudah kita distribusikan ke Mushola, Masjid, serta Pondok Pesantren di Kota Bandar Lampung. Semoga setiap tetesan darah hewan qurban menjadi wasilah turunnya rahmat dan keberkahan bagi Kota Bandar Lampung yang kita cintai,”tutup Eva Dwiana.

    Editorย  : Muhammad Arya

  • Tradisi Menyambut Idul Adha di Masyarakat Adat Lampung. Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

    Tradisi Menyambut Idul Adha di Masyarakat Adat Lampung. Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

    nataragung.id – BANDAR LAMPUNG – Hari raya Idul Adha merupakan momen penting yang tidak hanya dirayakan secara religius oleh umat Islam, tetapi juga menjadi bagian dari budaya lokal masyarakat adat di berbagai daerah Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung. Masyarakat adat Lampung, khususnya suku Pepadun dan Saibatin, memiliki cara khas dalam menyambut dan merayakan hari besar keagamaan ini.

    1. Persiapan Menyambut Hari Raya
    Menyambut Idul Adha, masyarakat adat Lampung mulai melakukan berbagai persiapan sejak beberapa hari sebelumnya. Kegiatan ngelappah atau gotong royong membersihkan lingkungan balai adat dan masjid dilakukan secara bersama-sama. Warga laki-laki membersihkan halaman dan memperbaiki fasilitas umum, sedangkan kaum ibu mempersiapkan bahan makanan untuk menyambut tamu dan keluarga yang datang dari luar daerah.
    Bagi masyarakat adat, gotong royong ini tidak sekadar membersihkan lingkungan, tetapi menjadi sarana menjaga nilai kebersamaan dan keharmonisan antarwarga, yang merupakan prinsip penting dalam falsafah hidup orang Lampung: piil-pusanggiri, nemui-nyimah, nengah-nyampur, dan sakai-sambaian.

    2. Malam Takbiran dengan Nuansa Budaya
    Malam takbiran di Lampung bukan hanya gema takbir keliling sebagaimana lazim di kota-kota besar. Di desa-desa adat, malam ini diisi dengan kegiatan budaya seperti tari bedana, silat tradisional Lampung, serta pembacaan petuah-petuah adat oleh tokoh masyarakat. Anak-anak dan remaja mengenakan pakaian adat Lampung, lengkap dengan tanjak dan selendang tapis.
    Balai adat menjadi pusat aktivitas budaya malam takbiran. Warga berkumpul, berbagi cerita, dan mempererat silaturahmi. Momen ini menjadi ajang melestarikan nilai-nilai tradisi kepada generasi muda.

    3. Penyembelihan Hewan Kurban secara Adat
    Pada pagi hari Idul Adha, masyarakat mengikuti salat Ied secara berjamaah, biasanya dilakukan di lapangan desa atau halaman balai adat. Setelah itu, dilakukan prosesi penyembelihan hewan kurban. Di beberapa desa adat, prosesi ini diawali dengan doa dan seruan adat oleh para tokoh atau penyimbang (pemimpin adat).
    Daging kurban dibagikan dengan cara yang unik, yakni nampah, di mana potongan daging diantar langsung ke rumah-rumah warga oleh anak-anak muda, disertai pantun adat atau ucapan hormat. Hal ini mencerminkan nilai nemui-nyimah, tradisi menyambut dan menghormati tamu dengan keramahtamahan khas Lampung.

    4. Makanan Tradisional dan Kebersamaan
    Tak lengkap rasanya Idul Adha tanpa hidangan khas. Masyarakat Lampung menyiapkan berbagai makanan tradisional, seperti:
    โ€ข Seruit (makanan khas berupa ikan bakar dicampur sambal dan tempoyak),
    โ€ข Gulai kambing Lampung,
    โ€ข Lapis legit dan kue-kue basah lokal.
    Warga makan bersama di balai adat atau di rumah masing-masing dengan konsep besan, makan bareng sambil berdiskusi ringan. Ini menjadi wujud nyata dari filosofi nengah-nyampur, yaitu prinsip keterlibatan dan kehadiran dalam kehidupan sosial.

    5. Doa dan Ruwahan
    Pada sore harinya, masyarakat berkumpul kembali untuk menggelar ruwahan atau doa bersama mengenang leluhur dan memanjatkan doa syukur. Tradisi ini menjadi refleksi spiritual sekaligus budaya yang menyatukan dimensi agama dan adat.
    Ruwahan diisi dengan tahlilan, pembacaan doa bersama, dan pembagian makanan yang telah didoakan kepada warga sekitar. Dalam budaya Lampung, ini memperkuat nilai sakai-sambaian, yaitu saling menolong dan berbagi.

    Kesimpulan
    Tradisi menyambut Idul Adha di masyarakat adat Lampung tidak hanya sarat nilai religius, tetapi juga merupakan cermin dari keluhuran budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Dari gotong royong hingga ruwahan, dari nampah hingga pentas budaya, semua menjadi bukti bahwa adat dan agama berjalan beriringan dalam membentuk karakter masyarakat yang harmonis dan penuh makna.
    Bagi generasi muda, melestarikan tradisi ini bukan hanya kewajiban, tetapi kebanggaan. Karena di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur yang membentuk jati diri masyarakat Lampung: menjunjung kehormatan, menghargai sesama, dan menjaga harmoni dengan alam serta leluhur.

    *) Penulis Adalah Saibatin dari Kebandakhan Makhga Way Lima. Gelar Dalom Putekha Jaya Makhga, asal Sukamarga Gedungtataan, Pesawaran. Tinggal di Labuhan Ratu, Bandar Lampung.

  • Makna โ€œSakai Sambayanโ€ dalam Gotong Royong Warga Lampung. Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

    Makna โ€œSakai Sambayanโ€ dalam Gotong Royong Warga Lampung. Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

    nataragung.id – BANDAR LAMPUNG – Falsafah Gotong Royong yang Melekat dalam nadi Masyarakat Lampung, salah satu nilai luhur yang tertanam kuat dalam kehidupan masyarakat adat Lampung adalah โ€œSakai Sambayanโ€.

    Dalam bahasa Lampung, sakai berarti membantu, sedangkan sambayan berarti bersama atau saling tolong. Maka, Sakai Sambayan bermakna tolong-menolong atau saling bantu secara sukarela antarwarga dalam kehidupan sehari-hari.

    Nilai ini bukan sekadar slogan atau bagian dari upacara adat, tetapi benar-benar hidup dan berfungsi dalam praktik sosial, ekonomi, dan spiritual masyarakat Lampung, baik di desa maupun kota.

    Akar Budaya dari Sakai Sambayan.

    Nilai Sakai Sambayan berasal dari pandangan hidup kolektif masyarakat Lampung bahwa hidup ini tidak bisa dijalani sendiri, dan kekuatan komunitas terletak pada kebersamaan.

    Konsep ini dekat dengan semangat gotong royong dalam budaya Indonesia secara umum, namun Sakai Sambayan memiliki penekanan khas pada rasa tanggung jawab moral terhadap sesama, terutama sesama kerabat, tetangga, dan masyarakat adat.

    Bentuk-Bentuk Sakai Sambayan dalam Kehidupan sehari-hari.

    1. Membangun Rumah Warga.
    Ketika ada warga yang hendak membangun atau memperbaiki rumah, masyarakat sekitar akan datang membantu secara sukarela, mulai dari mengangkat bahan bangunan, menggali pondasi, hingga memasak untuk para pekerja.
    Tidak dibayar, tetapi dihormati dan dikenang.

    2. Menyiapkan Hajatan atau Acara Adat
    Dalam hajatan pernikahan, sunatan, atau kenduri adat, Sakai Sambayan terlihat jelas. Warga datang membantu dari pagi hingga malam: memasak, menyusun tempat duduk, menjemput tamu, bahkan mencuci peralatan. Semua dikerjakan bersama tanpa imbalan.

    3. Saat Panen atau Musim Tanam.
    Petani Lampung masih mempraktikkan Sakai Sambayan saat musim tanam dan panen. Mereka saling membantu mencabut benih, menanam padi, hingga memanen, dengan sistem giliran antarladang tanpa perlu membayar tenaga kerja tambahan.

    4. Mengurus Duka dan Musibah.
    Saat ada keluarga yang mengalami musibah atau kematian, tetangga dan kerabat segera hadir untuk membantu: menyiapkan tempat, membuat kopi, menyiapkan makanan, atau sekadar menemani. Ini adalah bentuk empati sosial yang dalam.

    5. Membangun Fasilitas Umum
    Pembangunan balai dusun, jalan kampung, jembatan kecil, atau tempat ibadah seringkali dilakukan lewat Sakai Sambayan. Semua orang ikut menyumbang tenaga, alat, dan kadang bahan bangunan, sesuai kemampuan masing-masing.

    Nilai-Nilai Moral dalam Sakai Sambayan

    * Kebersamaan: Menanamkan semangat โ€œsatu sakit semua sakit, satu senang semua senangโ€.
    * Saling Percaya: Tidak ada kontrak atau kewajiban tertulis, hanya berdasarkan kepercayaan dan kesadaran sosial.
    * Tanpa Pamrih: Bantuan diberikan bukan untuk dibalas, tapi untuk kebaikan bersama.
    * Menghormati Sesama: Dengan membantu, warga menjaga kehormatan diri dan orang yang dibantu.

    Relevansi Sakai Sambayan di Era Modern.

    Di tengah kehidupan modern yang cenderung individualistis, nilai Sakai Sambayan tetap relevan:
    * Di kompleks perumahan, ia bisa muncul dalam bentuk ronda malam, iuran kas RT, atau kerja bakti.
    * Di dunia digital, bentuknya bisa berupa donasi online untuk tetangga yang sakit atau dukungan moral lewat media sosial.
    * Di tempat kerja, semangat Sakai Sambayan hadir dalam saling bantu rekan kerja tanpa menunggu perintah.

    Penutup:

    Budaya yang Perlu Dirawat.

    Sakai Sambayan bukan sekadar kebiasaan nenek moyang, tetapi warisan moral yang menjaga keseimbangan sosial. Ia mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan pada kekayaan individu, tetapi pada kemampuan berbagi dan hidup saling membantu.

    Menjaga semangat Sakai Sambayan adalah cara orang Lampung menjaga jati diri, sekaligus memberi kontribusi nyata pada kekuatan bangsa Indonesia yang dibangun atas semangat gotong royong.

    *) Penulis Adalah Saibatin dari Kebandakhan Makhga Way Lima. Gelar Dalom Putekha Jaya Makhga, asal Sukamarga Gedungtataan, Pesawaran. Tinggal di Labuhan Ratu, Bandar Lampung.