Bulan: Juni 2025

  • Psikologi Kuyo-Kuyo. Oleh : Herry Tjahyono *)

    Psikologi Kuyo-Kuyo. Oleh : Herry Tjahyono *)

    nataragung.id – JELAJAH NUSANTARA – Survei Indikator Politik (Tribunnews, 19 Juni 2025) menunjukkan: ๐Ÿณ๐Ÿฎ% ๐—ฟ๐—ฒ๐˜€๐—ฝ๐—ผ๐—ป๐—ฑ๐—ฒ๐—ป ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ต ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜†๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ถ ๐—๐—ผ๐—ธ๐—ผ๐˜„๐—ถ. Angka ini ๐—ฏ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ๐—ฟ, apalagi di tengah derasnya fitnah dan upaya menjatuhkan citranya sepanjang waktu. Sekaligus ๐˜€๐—ถ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—น ๐—ฏ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ๐—ฟ terkait ๐—น๐—ฎ๐—ป๐˜€๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿต.

    ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ ๐—ฏ๐—ถ๐˜€๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ด๐—ถ๐˜๐˜‚?

    Jawabannya bukan semata pada prestasi, kebijakan, atau jejak kepemimpinannya semasa jadi preaidenโ€“tapi pada sesuatu yang lebih dalam: ๐˜ฑ๐˜ด๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜บ๐˜ฐ-๐˜ฌ๐˜ถ๐˜บ๐˜ฐ, ๐˜ฑ๐˜ด๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜บ๐˜ฐ-๐˜ฌ๐˜ถ๐˜บ๐˜ฐโ€“istilah dari khasanah Jawa bagi mereka yang terus ditekan, dijegal, disudutkan secara tidak adil.

    Justru dari situlah tumbuh simpati moral dan solidaritas diam-diam. Dalam alam bawah sadar publik, ada empati pada ketertindasan. Dalam ๐˜š๐˜ฐ๐˜ค๐˜ช๐˜ข๐˜ญ ๐˜๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ต๐˜บ ๐˜›๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜บ dari Henri Tajfel: manusia cenderung mengidentifikasikan dirinya dengan mereka yang mewakili luka atau pengalaman kolektifnya.

    Semakin diserang, semakin banyak yang merasa:
    “๐˜‹๐˜ช๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข. ๐˜‹๐˜ช๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข.”

    Itulah yang terjadi pada Jokowi. Serangan brutal dan tidak proporsional justru menguatkan ikatan emosional antara Jokowi dan rakyat. Fenomena ini juga dikenal sebagai ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜จ ๐˜ฆ๐˜ง๐˜ง๐˜ฆ๐˜ค๐˜ต
    dalam psikologi politik.

    Kesalahan lawan-lawan politiknya adalah memusuhi dengan amarah, kebencian, pun aroma agenda busukโ€“bukan menawarkan gagasan tandingan. Mereka lupa bahwa politik di Indonesia bukan hanya soal ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ, tapi juga soal ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ.

    Maka, jika ingin bersaing sehat di 2029, caranya bukan dengan menghancurkan Jokowiโ€”tapi dengan menghadirkan tokoh yang bisa menyamai ๐—ฑ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ฟ๐—ฒ๐˜€๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐—ป๐˜€๐—ถ ๐—ฏ๐—ฎ๐˜๐—ถ๐—ป๐—ป๐˜†๐—ฎ, atau melampauinya.

    Kalau tidak, psikologi dikuyo-kuyo itu akan tetap hidupโ€“dan pada waktunyaโ€“bisa membalik semua narasi yang dibangun dengan kebencian.

    โ€“๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฟ๐˜‚๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ, ๐˜๐—ฒ๐—บ๐—ฝ๐—ฎ๐˜ ๐—ฑ๐—ถ ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐—น๐˜‚๐—ธ๐—ฎ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐˜‚๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—ต ๐—ฑ๐—ถ๐—ฎ๐—บ-๐—ฑ๐—ถ๐—ฎ๐—บ ๐—ฏ๐—ถ๐˜€๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฒ๐—น๐—บ๐—ฎ ๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ธ๐—ฒ๐—ธ๐˜‚๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ฎ๐—ต๐˜€๐˜†๐—ฎ๐˜.

    (๐˜Š๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ: ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฑ).

    *) Penulis adalah Profesional (Former), CEO Perusahaan Swasta, Penulis Buku, Kolumnis KOMPAS.

  • HMI Cabang Kalianda Siap Kawal Kebijakan Pro Rakyat, Demi Suarakan Kebenaran

    HMI Cabang Kalianda Siap Kawal Kebijakan Pro Rakyat, Demi Suarakan Kebenaran

    nataragung.id Kalianda – Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, menghadiri acara pelantikan dan seminar nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kalianda periode 2025โ€“2026, di Aula Rajabasa, kantor bupati setempat, Kamis (19/6/2025).

    Dengan tema “Rekonstruksi HMI Cabang Kalianda Lampung Selatan Sebagai Menara Pengkaderan dalam Pembangunan SDM di Bumi Khagom Mufakat”, acara ini menegaskan kembali peran strategis mahasiswa dalam pembangunan daerah.

    Ketua HMI Cabang Kalianda terpilih, Sandi Afrizal, menyatakan komitmennya untuk membangun kolaborasi positif dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tanpa menghilangkan jati diri mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial.

    โ€œKami siap menjadi garda terdepan dan perisai jika ada kebijakan yang tak pro terhadap rakyat. Kolaborasi tidak akan menghapus peran kritis mahasiswa,โ€ tegasnya.

    Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar menyampaikan apresiasi atas peran HMI dalam mencetak kader pemimpin yang berintegritas.

    โ€œDengan kader yang baik, lahirlah pemimpin yang baik. Dan dari pemimpin yang baik, tercipta kehidupan yang baik, dunia-akhirat,โ€ ujar Syaiful.

    Ia juga mengingatkan agar HMI dan KOHATI dapat menjadi lokomotif perubahan, tidak hanya bersikap reaktif terhadap isu, tapi juga proaktif menciptakan solusi.

    โ€œJadikan HMI sebagai laboratorium sosial dan kepemimpinan. Latih kepekaan sosial, daya pikir kritis, dan keberanian menyuarakan kebenaran di tengah tekanan dan godaan pragmatisme,โ€ pesan Wabup Syaiful Anwar. (mara)

  • Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Budaya. Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

    Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Budaya. Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

    nataragung.id – BANDAR LAMPUNG – Budaya bukan sekadar warisan, melainkan denyut nadi kehidupan yang membentuk jati diri suatu bangsa. Di tengah arus modernisasi, industrialisasi, dan digitalisasi global, nilai-nilai lokal sering kali tersisihkan oleh budaya populer yang serba instan.

    Masyarakat adat Lampung, dengan seluruh kekayaan nilai sosial, budaya, dan spiritualnya, menghadapi tantangan serius dalam mempertahankan adat istiadat yang diwariskan turun-temurun.

    Judul โ€œPeran Generasi Muda dalam Pelestarian Budayaโ€ menjadi sangat relevan karena pada generasi mudalah harapan terbesar untuk keberlanjutan identitas budaya itu diletakkan. Tanpa keterlibatan aktif mereka, adat hanya akan menjadi narasi masa lalu yang kehilangan makna kontekstual dalam kehidupan masa kini.

    Era digital hari ini ditandai oleh transformasi sosial yang sangat cepat. Generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang didominasi oleh budaya global: musik barat, fesyen Korea, gaya hidup urban yang instan.
    Sementara itu, adat istiadat Lampung, baik dari komunitas Saibatin yang aristokratik maupun Pepadun yang lebih egaliter, justru mulai terpinggirkan dalam kehidupan sosial sehari-hari. Padahal di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur seperti nemui nyimah (ramah tamah), nengah nyampur (berbaur), sakai sambayan (gotong royong), dan piil pesenggiri (harga diri dan kehormatan).

    Jika generasi muda tidak diberdayakan untuk merawat dan mengembangkan budaya tersebut, maka adat hanya akan tinggal sebagai simbol tanpa kehidupan.

    Adat masyarakat Lampung bukan sekadar upacara. Ia mengatur segala aspek kehidupan, mulai dari kelahiran, pendidikan, perkawinan, hingga kematian. Misalnya, dalam struktur keluarga adat, penghormatan kepada orang tua, tata krama dalam berbicara, hingga cara berpakaian diatur secara adat. Bahkan penyelesaian konflik sering kali dilakukan melalui forum adat, bukan hanya pengadilan negara.

    Nilai-nilai adat mendorong kohesi sosial yang kuat, melindungi yang lemah, dan membangun rasa tanggung jawab sosial.

    Dalam komunitas desa, begawi (perhelatan adat), cangget (tarian tradisional), dan pemberian gelar suttan atau ratu bukan sekadar seremoni, tapi bentuk penghargaan atas kontribusi moral dan sosial seseorang terhadap komunitas. Ini menjadi sistem nilai yang mendorong akhlak sosial, solidaritas, dan tanggung jawab.

    Sayangnya, keterlibatan generasi muda dalam pelestarian adat masih sangat terbatas. Berdasarkan temuan dari BPS Lampung (2023), hanya sekitar 17% remaja dan pemuda di wilayah pedesaan Lampung yang mampu memahami struktur adat dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Bahkan lebih sedikit lagi yang mampu menggunakan bahasa Lampung aktif. Faktor utama adalah hilangnya ruang pengajaran nilai-nilai adat dalam lingkungan keluarga dan sekolah.

    Pendidikan formal tidak memberikan tempat yang cukup untuk kebudayaan lokal, sementara keluarga modern banyak yang tidak lagi menjalankan adat karena dianggap โ€œketinggalan zamanโ€ atau terlalu mahal.

    Gelar adat yang dulunya simbol kehormatan kini kerap dikomersialisasi dan menjadi bagian dari arena politik lokal, sehingga generasi muda kehilangan kepercayaan terhadap keaslian budaya mereka.

    Namun di sisi lain, mulai muncul inisiatif dari komunitas muda seperti Komunitas Seni Budaya Lampung Sai Batin, Generasi Cangget, dan Rumah Adat Digital, yang mencoba menghidupkan kembali adat melalui seni, teknologi, dan konten digital. Ini menunjukkan adanya potensi besar jika strategi pelestarian budaya diarahkan dengan tepat dan berpihak pada generasi muda.

    Beberapa persoalan mendesak yang mengancam eksistensi adat istiadat Lampung antara lain:
    * Komersialisasi budaya, seperti pemberian gelar adat kepada tokoh politik demi kepentingan elektoral, yang merusak nilai sakralnya.
    * Pemiskinan budaya, karena adat dianggap beban ekonomi, terutama dalam konteks perkawinan adat yang membutuhkan biaya besar.
    * Penggerusan bahasa daerah, di mana banyak generasi muda tidak bisa berbahasa Lampung aktif.
    * Eksklusi sosial, di mana komunitas adat kadang merasa diabaikan dalam pembangunan daerah dan pengambilan keputusan.

    Saran Strategis
    1. Integrasi nilai adat dalam pendidikan formal, melalui kurikulum muatan lokal dan kolaborasi antara sekolah dan tokoh adat.
    2. Digitalisasi warisan budaya, dengan mengembangkan platform edukatif interaktif, konten media sosial, dan dokumentasi visual yang menarik bagi generasi muda.
    3. Pemberdayaan komunitas pemuda adat, dengan pelatihan kepemimpinan budaya dan fasilitasi ruang kreatif untuk mengekspresikan adat dalam bentuk yang lebih kontemporer.
    4. Penguatan lembaga adat, agar tetap menjadi sumber otoritas moral dan nilai, serta terhindar dari kooptasi politik dan ekonomi.
    5. Revitalisasi bahasa Lampung, dengan mendorong program pembelajaran bahasa daerah melalui sekolah, media lokal, dan keluarga.

    Adat istiadat masyarakat Lampung adalah cermin nilai-nilai luhur yang membentuk integritas sosial, identitas budaya, dan spiritualitas masyarakat. Di tengah tantangan modernitas, generasi muda memegang peran sentral sebagai penjaga dan pengembang budaya. Tanpa keterlibatan mereka, adat akan kehilangan fungsi sosialnya dan menjadi artefak semata.

    Pelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan pada orang tua atau tokoh adat. Ia harus menjadi gerakan lintas generasi, lintas sektor, dan lintas media. Generasi muda perlu diberi ruang, alat, dan makna untuk menjadikan budaya sebagai bagian dari kehidupannya, bukan beban, tetapi warisan yang memberi arah dan kekuatan. ***

    Daftar Pustaka
    * Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung. (2023). Statistik Kebudayaan Daerah Lampung.
    * Pemerintah Kabupaten Pesawaran. (2021). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pesawaran 2021โ€“2026.
    * Syamsuddin, M. (2015). Adat Lampung: Struktur dan Nilai Sosial Budaya. Bandar Lampung: Universitas Lampung Press.
    * Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. (2020). Profil Budaya Daerah: Lampung. Jakarta: Dirjen Kebudayaan.
    * Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

    *) Penulis Adalah Saibatin dari Kebandakhan Makhga Way Lima. Gelar Dalom Putekha Jaya Makhga, asal Sukamarga Gedungtataan, Pesawaran. Tinggal di Labuhan Ratu, Bandar Lampung.

  • MIMBAR JUM’AT : Rahmat Allah dalam berwudhu. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

    MIMBAR JUM’AT : Rahmat Allah dalam berwudhu. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

    nataragung.id – NATAR – Diantara Rahmat Allah adalah dia menjadikan wajah, tangan sampai siku, kepala dengan telinga di dalamnya dan kaki sampai mata kaki sebagai anggota wudhu yang perlu dibasuh.

    Kita ketahui keempat anggota wudhu tersebut adalah anggota tubuh yang harus sering dibersihkan, karena secara zhahir ia terbuka dan rentan terhadap kotoran. Secara batin ia adalah sumber dari berbagai macam kejahatan (baca : dosa).

    Ketika berwudhu seseorang membersihkan kotoran lahir dengan hilangnya debu dan semisalnya dan juga membersihkan kotoran batin dengan keluarnya dosa dari anggota wudhu yang dibasuh.

    Di wajah ada dosa mata, hidung dan mulut. Di kepala ada dosa pikiran, ide, gagasan dan pendengaran. Di tangan ada dosa jari-jari. Di kaki ada dosa langkah dan perjalanan.

    Semua dosa-dosa itu rontok saat berwudhu bersama tetes terakhir dari air.

    Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada seorang pun yang mendekatkan air wudhunya, lalu dia berkumur, kemudian memasukkan air ke hidungnya lalu mengeluarkannya, kecuali akan berjatuhan kesalahan-kesalahan wajahnya, kesalahan-kesalahan mulutnya, dan kesalahan-kesalahan hidungnya. Jika dia mencuci wajahnya sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah, maka kesalahan-kesalahan wajahnya akan berjatuhan bersama tetesan air dari ujung jenggotnya.

    Kemudian jika dia mencuci kedua tangannya sampai siku, maka kesalahan-kesalahan tangannya akan berjatuhan bersama air lewat jari-jemarinya. Kemudian jika ia mengusap kepala, maka kesalahan-kesalahan kepalanya akan berjatuhan melalui ujung rambutnya bersama air.

    Kemudian jika dia mencuci kakinya sampai mata kaki, maka kesalahan kedua kakinya akan berjatuhan melalui jari-jari kakinya bersama tetesan air. Jika ia berdiri lalu salat, kemudian dia memuji Allah, menyanjung, dan mengagungkan-Nya dengan pujian dan sanjungan yang menjadi hak-Nya serta mengosongkan hatinya hanya untuk Allah, maka dia akan terlepas dari kesalahan-kesalahannya seperti pada hari ia dilahirkan dari perut ibunya.โ€

    Sebab itu sering-seringlah berwudhu, tidak hanya ketika hendak shalat. Namun setiap ada kesempatan berwudhu, maka berwudhu lah. ***

    *) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

  • IJP Lampung Dikukuhkan, Gubernur Dorong Sinergi Jurnalis dan Pemerintah

    IJP Lampung Dikukuhkan, Gubernur Dorong Sinergi Jurnalis dan Pemerintah

    nataragung.id, Bandar Lampung —- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengukuhkan Pengurus Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung Periode 2025โ€“2028, di Balai Keratun Lt. III, Kamis (19/6/2025).

    Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengukuhkan 113 jurnalis yang tergabung dalam IJP Lampung periode 2025-2028, diantaranya Abung Mamasa sebagai Ketua IJP Lampung, didampingi Sekretaris Budi Bowo Leksono, dan Bendahara Septiani.

    Dalam dinamika pembangunan daerah yang semakin kompleks dan menuntut transparansi, menurut Gubernur, kehadiran media dan insan pers memegang peran yang amat penting sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat.

    “Kami sadar, walau kami bekerja punya program yang bagus, punya wacana yang bagus, punya semangat yang bagus, punya tujuan yang bagus, tapi kalau tidak terinformasi dengan baik kepada publik maka masyarakat tidak akan bisa melihat itu dengan baik,” kata Gubernur.

    Oleh karenanya, di tengah derasnya arus informasi, Gubernur meminta para jurnalis untuk mampu berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga nurani publik, dengan memberikan informasi yang baik serta menginspirasi.

    Melalui tema yang diusung dalam pengukuhan ini, “Bangun Kolaborasi, Kuatkan Sinergi, Wujudkan Lampung Maju”, Gubernur meminta agar jurnalis pemerintah tidak lagi sekadar menjadi peliput kegiatan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pembangunan itu sendiri.

    Gubernur Mirza juga mengingatkan agar OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung tidak bersifat eksklusif, namun inklusif, terbuka untuk menjelaskan berbagai program atau kebijakan dengan baik kepada wartawan dan masyarakat.

    “Kita harus sadar, berita yang jelek atau liputan yang buruk bukan berarti kita yang salah, tapi itu sebagai fungsi kontrol sosial kita. Pemerintah Provinsi Lampung kedepan harus bersifat terbuka dan tidak alergi dikritik,” ucap Gubernur.

    Selanjutnya, Gubernur meminta kepada seluruh pengurus IJP Lampung yang baru dikukuhkan agar mampu memperluas jejaring kerja sama, tidak hanya dengan OPD dan instansi vertikal, tetapi juga dengan komunitas media lainnya untuk mewujudkan jurnalisme yang solutif, edukatif, dan memberdayakan.

    Di kesempatan yang sama, Gubernur Mirza juga mengajak para wartawan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan angka literasi lampung yang saat ini masih tergolong rendah.

    Selain itu, Gubernur juga mengajak para wartawan untuk memginformasikan penggunaan aplikasi Lampung-In yang baru saja diluncurkan pada 15 Juni yang lalu kepada masyarakat. Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan masyarakat Lampung dalam menyampaikan masukan, keluhan, dan aspirasi langsung ke pemerintah.

    Melalui Lampung-In, warga masyarakat dapat dengan mudah melaporkan masalah, mencari informasi tentang layanan publik, dan mengakses berbagai fasilitas seperti e-Samsat, kesehatan, hingga pariwisata.

    Sementara itu, Ketua IJP Lampung Abung Mamasa mengatakan bahwa acara pengukuhan ini mempertegas komitmen IJP Lampung untuk terus mendukung program Gubernur dan Wakil Gubernur dalam mewujudkan Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045.

    Menurut Abung Mamasa, IJP Lampung hadir bukan hanya hadir sebagai wadah formal jurnalis yang meliput aktivitas Pemerintah Provinsi Lampung saja, tapi juga sebagai penjaga kualitas informasi publik.

    “Kami ingin menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah dengan menghadirkan narasi yang faktual, solutif dan memberdayakan masyarakat,” tegas Abung Mamasa.

    Editorย  : Muhammad Arya

  • Untuk Deteksi Penyakit Yang Mematikan, Dinkes Lampung Selatan Gelar Skrining Kesehatan Bagi ASN dan Tenaga Honda

    Untuk Deteksi Penyakit Yang Mematikan, Dinkes Lampung Selatan Gelar Skrining Kesehatan Bagi ASN dan Tenaga Honda

    Untuk Deteksi Penyakit Yang Mematikan, Dinkes Lampung Selatan Gelar Skrining Kesehatan Bagi ASN dan Tenaga Honda

    nataragung.id – Kalianda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Selatan melalui UPT Puskesmas Kalianda menggelar Skrining Kesehatan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Pandu PTM) Dinkes Lampung Selatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

    Kali ini, Kamis, 19 Juni 2025, giliran Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan yang mendapat kunjungan tim kesehatan.

    Pegawai tampak antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan, mulai dari wawancara risiko, pengukuran berat dan tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah, hingga kadar gula. Pemeriksaan ditutup dengan konsultasi kejiwaan.

    Sub Koordinator Penyakit Tidak Menular Dinkes Lampung Selatan, Samsu Rizal, menegaskan pentingnya deteksi dini. Ia menyampaikan bahwa penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan jiwa kerap tidak terdeteksi karena gejalanya samar.

    โ€œPenyakit tidak menular tidak bisa sembuh seperti penyakit infeksi. Karena itu, kita perlu tahu kondisi tubuh agar bisa mengantisipasi risikonya sejak dini,โ€ ujarnya.

    Samsu Rizal juga menambahkan bahwa pemeriksaan ini akan terus digelar ke seluruh perangkat daerah di lingkup Pemkab Lampung Selatan. Kegiatan ini menyasar masyarakat berusia 15 tahun ke atas, termasuk para ASN yang rentan mengalami tekanan kerja tinggi.

    โ€œBeban kerja ASN sangat tinggi. Kita ingin mereka tetap sehat dan tidak lengah terhadap risiko kesehatan yang bisa muncul sewaktu-waktu,โ€ tambahnya.

    Sementara, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Lampung Selatan, Anasrullah, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengajak seluruh pegawai untuk aktif mengikuti pemeriksaan demi menjaga kesehatan dan mencegah risiko jangka panjang.

    โ€œKadang kita merasa sehat, padahal ada penyakit yang tidak terdeteksi. Jangan sampai terlambat,โ€ imbuhnya. (mara)

  • Stok Aman Tapi Harga Naik, Pemkab Lamsel Langsung Pantau Pasar

    Stok Aman Tapi Harga Naik, Pemkab Lamsel Langsung Pantau Pasar

    nataragung.id – Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus menunjukkan keseriusannya dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.

    Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemkab melakukan pemantauan langsung ke Pasar Inpres Kalianda, Kamis (18/6/2025). Langkah ini guna memastikan harga bahan pokok tetap terkendali pasca Iduladha dan menjelang tahun ajaran baru.

    Kegiatan ini dipimpin oleh Pelaksana Harian (Plh) Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, M. Darmawan, yang hadir mewakili Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.

    โ€œHari ini kita mengecek langsung harga kebutuhan pokok di Pasar Kalianda, sekaligus melihat stok pangan di Gudang Bulog Cabang Kalianda,โ€ ujar Darmawan.

    Dalam pemantauan tersebut, terdeteksi beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Diantaranya, beras medium dan premium naik Rp1.000โ€“Rp2.000/kg. Kenaikan tajam terjadi pada bawang merah, dari sebelumnya Rp35.000/kg menjadi Rp45.000/kg.

    Sementara itu, harga cabai merah dan cabai rawit relatif stabil di kisaran Rp35.000โ€“Rp45.000/kg. Adapun Minyakita masih dijual di harga tinggi, yakni sekitar Rp17.000/liter, melewati Harga Eceran Tertinggi (HET).

    Namun demikian, harga komoditas lainnya seperti telur ayam, daging ayam, dan daging sapi masih stabil. Yang terpenting, stok bahan pokok dinyatakan aman dan distribusi berjalan lancar.

    Untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga, Pemkab Lampung Selatan melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dinas Ketahanan Pangan telah menyiapkan langkah intervensi, seperti Operasi Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah.

    โ€œUntuk sementara belum ada indikasi penimbunan atau permainan harga oleh pedagang. Namun pengawasan akan terus kami lakukan,โ€ tegas Darmawan.

    TPID juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), karena stok pangan dinyatakan mencukupi hingga lebih dari satu tahun kedepan, berdasarkan laporan dari Bulog Kalianda.

    Pemantauan harga dan ketersediaan pangan ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk komitmen Pemkab Lampung Selatan dalam melindungi daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi daerah. (mara)

  • Pemkab Lampung Selatan Komitmen Cegah Penyakit Menular

    Pemkab Lampung Selatan Komitmen Cegah Penyakit Menular

    nataragung.id – Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan semakin serius dalam mencegah penyakit menular dengan memperluas cakupan imunisasi anak, khususnya di wilayah dengan tingkat partisipasi rendah.

    Komitmen ini ditegaskan melalui kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Penguatan Program Imunisasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan, yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, di Aula Dinas Kesehatan setempat, Kamis (19/6/2025).

    Acara ini melibatkan Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, camat dari tiga kecamatan prioritas, perangkat daerah terkait, Kantor Kementerian Agama Lampung Selatan, serta tokoh agama dari berbagai organisasi keagamaan.

    Dalam sambutannya, Supriyanto menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak imunisasi.

    โ€œImunisasi pertama adalah kunci. Perangkat desa, dinas, dan tokoh agama harus bahu membahu menjangkau anak-anak yang belum terlayani,โ€ kata Supriyanto.

    Ia menegaskan, dalam 28 hari ke depan, semua pihak harus bergerak cepat dan terkoordinasi demi mengejar target imunisasi lengkap.

    โ€œKalau kita bicara bonus demografi 2045, maka langkah awalnya adalah mencetak generasi yang sehat. Imunisasi adalah investasi masa depan,โ€ tegas Supriyanto.

    Sementara itu, Direktur Eksekutif Persekutuan Pelayanan Kristen Kesehatan Indonesia (Pelkesi) Irawati Manullang, menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam kampanye imunisasi.

    โ€œIndonesia masih menempati peringkat ketiga dunia dalam jumlah anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar. Ini darurat, dan perlu keterlibatan tokoh agama untuk menjangkau masyarakat,โ€ ucapnya.

    Irawati Manullang menjelaskan, bahwa Pelkesi saat ini bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan enam organisasi keagamaan besar, termasuk Muhammadiyah dan Katolik, turut serta menyukseskan program tersebut.

    Khusus di Lampung Selatan, fokus intervensi diarahkan ke tiga kecamatan: Kalianda, Candipuro, dan Merbau Mataram, daerah dengan angka cakupan imunisasi yang masih rendah.

    Strategi yang diterapkan mencakup: penyampaian pesan imunisasi dari mimbar ibadah, pelibatan tokoh agama sebagai agen edukasi, dan pelacakan data anak belum imunisasi.

    Kemudian, layanan jemput bola berbasis komunitas dan tempat ibadah dan pendampingan oleh kader dan tenaga puskesmas hingga ke tingkat desa. (mara)

  • Dua Wajah Cina dalam Geopolitik Global. Oleh: M. Habib Purnomo *)

    Dua Wajah Cina dalam Geopolitik Global. Oleh: M. Habib Purnomo *)

    nagatagung.id – BANDAR LAMPUNG – Dalam konteks geopolitik global, istilah “Cina” sebenarnya mencakup dua entitas berbeda: Cina Daratan (Tiongkok) dan Cina Perantauan, khususnya yang terwakili oleh Singapura dan Taiwan. Keduanya memainkan peran penting, namun bertolak belakang dalam dinamika kekuatan dunia.

    1. Cina Daratan (Tiongkok): Penantang Hegemoni Amerika
    Tiongkok saat ini menjelma menjadi kekuatan ekonomi dan militer besar dunia, sebuah superpower baru yang secara langsung menantang dominasi Amerika Serikat, baik dalam bidang ekonomi maupun politik global.

    Dalam hampir setiap panggung internasional yang dimasuki Amerika, Tiongkok juga turut bermain. Ketegangan dan rivalitas keduanya terjadi di berbagai belahan dunia:

    Afghanistan: Ketika Taliban meminta kerja sama Tiongkok, kehadiran Tiongkok menjadi faktor yang mempercepat keluarnya pasukan Amerika dan sekutunya dari wilayah tersebut.

    Selama pendudukan Afghanistan, wilayah itu sempat dimanfaatkan oleh Amerika untuk melatih kelompok separatis Uighur yang berseberangan dengan pemerintah Tiongkok.

    Asia Selatan: Ketika Amerika mendekat ke India untuk memantau dan menekan Tiongkok dari arah selatan, Tiongkok merespons dengan mempererat hubungan strategisnya dengan Pakistanโ€”musuh historis India.

    Ukraina dan Rusia: Saat Amerika dan sekutunya menjadikan Ukraina sebagai pangkalan geopolitik untuk melemahkan Moskow, Tiongkok memberikan dukungan strategis kepada Rusia dalam menghadapi NATO di perang Ukraina.

    Iran dan Timur Tengah: Ketika Amerika mendukung Israel dalam agresinya terhadap Iran, Tiongkok bersama Rusia, dua negara dengan kemampuan nuklir, menyatakan dukungan terbuka terhadap Iran sebagai bentuk perimbangan kekuatan.

    2. Cina Perantauan: Mitra Strategis Amerika
    Berbeda dari Cina Daratan, Singapura dan Taiwan yang didominasi oleh etnis Tionghoa, justru menjadi sekutu dan mitra strategis Amerika Serikat dalam berbagai bidang, terutama ekonomi dan keamanan regional.

    Kedua negara ini berfungsi sebagai basis strategis bagi Amerika di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur. Taiwan bahkan menjadi titik panas tersendiri. Jika suatu saat Tiongkok dianggap terlalu mengganggu kepentingan Amerika di berbagai front internasional, bukan tidak mungkin Amerika akan memprovokasi Tiongkok untuk menyerang Taiwan, seperti yang terjadi pada invasi Rusia ke Ukraina.

    Dengan skenario tersebut, Amerika akan memiliki alasan kuat untuk menyerang Tiongkok atas nama “membela Taiwan”, sekaligus membuat Tiongkok sibuk dengan konflik internalnya sendiri, sehingga tidak lagi mampu membantu negara-negara sekutunya yang sedang berhadapan dengan Barat. ***

    *) Penulis adalah Aktivis NU Lampung, tinggal di Bandar Lampung.

  • Kemenpan RB Resmi Terbitkan Aturan WFA. ASN Kini Bisa Kerja Dari Mana Saja

    Kemenpan RB Resmi Terbitkan Aturan WFA. ASN Kini Bisa Kerja Dari Mana Saja

    nataragung.id – Jakarta โ€” Aparatur Sipil Negara (ASN) kini resmi diperbolehkan bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) menyusul diterbitkannya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 4 Tahun 2025. Kebijakan ini memberikan fleksibilitas baru bagi ASN dalam menjalankan tugasnya.

    Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kemenpan RB, Nanik Murwati, mengatakan bahwa fleksibilitas kerja bagi ASN kini mencakup kerja dari kantor, rumah, maupun lokasi tertentu, sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik tugas yang diemban.

    โ€œFleksibilitas kerja yang diatur mencakup kerja dari kantor, rumah, lokasi tertentu, serta pengaturan jam kerja dinamis sesuai kebutuhan organisasi dan karakteristik tugas,โ€ ujar Nanik dalam keterangannya, Rabu (18/6/2025).

    Lebih lanjut, Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Sistem Kelembagaan dan Tata Laksana Kemenpan RB, Deny Isworo Makirtyo Tusthowardoyo, menegaskan bahwa instansi diberikan keleluasaan dalam menentukan model fleksibilitas yang paling sesuai. Namun, ia menegaskan bahwa fleksibilitas tersebut harus tetap berorientasi pada capaian kinerja dan akuntabilitas.

    โ€œKebijakan ini bukan berarti bekerja seenaknya. Prinsipnya tetap berbasis kinerja. Instansi harus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal,โ€ kata Deny.

    Dengan diterbitkannya aturan baru ini, diharapkan pelayanan publik tetap berjalan efektif meski ASN tidak selalu hadir secara fisik di kantor. (SMh)