Bulan: Juni 2025

  • Bupati Egi Bawa Pulang Penghargaan Bergengsi dari Jakarta. Lamsel Masuk Daftar Elit 6 Daerah Terbaik se-Indonesia

    Bupati Egi Bawa Pulang Penghargaan Bergengsi dari Jakarta. Lamsel Masuk Daftar Elit 6 Daerah Terbaik se-Indonesia

    nataragung.id – Jakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kabupaten Lampung Selatan. Kali ini, apresiasi datang dari Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan dalam acara penganugerahan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil mendukung implementasi Program Strengthening of Social Forestry (SSF).

    Dalam ajang prestisius tersebut, Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu dari hanya enam daerah terpilih di empat provinsi yang menjadi lokasi program SSF.

    Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen dan kerja keras Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam pengelolaan perhutanan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.

    Sebagai bentuk penghargaan atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan serta keberlanjutan program SSF, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menerima penghargaan bergengsi dari Kementerian Kehutanan.

    Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang berlangsung di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Kehutanan, Jakarta, Selasa, 24 Juni 2025.

    “Hari ini saya menerima penghargaan Celebration Of Our Achievement, yang sekaligus menandai berakhirnya Program SSF in Indonesia Project. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kehutanan dan World Bank melalui skema hibah Global Environment Facility,” ujar Egi dalam keterangannya.

    Bupati Egi menambahkan, bahwa program ini telah memberi manfaat besar, tidak hanya dalam penguatan tata kelola kehutanan sosial, tetapi juga dalam pemberdayaan masyarakat serta pelestarian lingkungan hidup.

    “Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan mendampingi kami di daerah, khususnya Kementerian Kehutanan, tim SSF Project, serta masyarakat Lampung Selatan. Semoga capaian ini menjadi pijakan awal menuju langkah-langkah keberlanjutan yang lebih kuat di masa mendatang,” kata Egi. (mara)

  • Amerika Versus China. Oleh : M. Habib Purnomo *)

    Amerika Versus China. Oleh : M. Habib Purnomo *)

    nataragung.id – BANDAR LAMPUNG – Setelah berakhirnya Perang Dingin pada tahun 1991, yang ditandai dengan runtuhnya Uni Soviet, dunia menyaksikan lahirnya poros kekuatan baru: Republik Rakyat Tiongkok. Dengan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa, kemajuan teknologi, serta pengaruh global yang kian meluas, Tiongkok perlahan namun pasti mulai menantang dominasi tunggal Amerika Serikat di panggung dunia.

    Bagi Amerika Serikat, yang selama dekade-dekade terakhir memposisikan diri sebagai satu-satunya negara adidaya pasca-Perang Dunia II, munculnya Tiongkok sebagai kekuatan tandingan adalah ancaman serius. Sejak awal 1990-an hingga hari ini, Washington secara konsisten memandang Beijing sebagai pesaing strategis, bahkan sebagai musuh potensial dalam perebutan hegemoni global.

    Untuk saat ini, konflik antara kedua negara masih berada dalam ranah ekonomi dan teknologi. Perang dagang yang dilancarkan Amerika Serikat, terutama selama masa pemerintahan Presiden Donald Trump, menjadi bukti nyata. Penerapan tarif tinggi terhadap produk-produk Tiongkok adalah bagian dari upaya sistematis untuk menekan dominasi ekonomi Negeri Tirai Bambu. Namun, banyak pihak meyakini bahwa jika perang dagang gagal melemahkan Tiongkok, maka kemungkinan konfrontasi militer terbuka bisa terjadi di masa depan.

    Prediksi ini bukan hal baru. Sejak pertengahan 1990-an, Samuel P. Huntington, seorang ahli strategi geopolitik terkemuka dari Barat, sudah memperingatkan potensi benturan antara Amerika dan Tiongkok dalam tesisnya tentang “benturan peradaban”. Bahkan dalam dunia fiksi militer, bayangan perang ini sudah digambarkan secara gamblang dalam novel “Ghost Fleet” (Kapal Hantu) karya Peter W. Singer dan August Cole, yang terbit pada tahun 2015.

    Walau bergenre fiksi, novel ini menarik perhatian para petinggi militer Amerika. Buku tersebut bahkan dijadikan bahan bacaan wajib oleh sejumlah jenderal militer di Pentagon karena skenarionya dianggap sangat realistis. Yang menarik, dalam 400 halaman novel itu terdapat penggambaran bahwa Indonesia sudah bubar ketika perang antara Amerika dan Tiongkok pecah pada tahun 2030. Frasa seperti “bekas negara Indonesia” berulang kali muncul dalam narasi, menggambarkan kekhawatiran bahwa negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, bisa menjadi korban samping konflik adidaya ini.

    Menariknya, jauh sebelum Pilpres 2019, Prabowo Subianto—yang juga merupakan tokoh militer dan politik Indonesia—sering menyampaikan peringatan kepada rakyat Indonesia tentang isi novel ini. Ia menggunakan skenario dalam “Ghost Fleet” sebagai alarm dini, bahwa bangsa ini harus bersiap menghadapi ketidakpastian geopolitik dunia.

    Beberapa waktu lalu, dunia dikejutkan oleh insiden militer mendadak antara India dan Pakistan. Dua jet tempur India menyerang wilayah Pakistan, yang segera dibalas oleh kekuatan udara Pakistan menggunakan pesawat-pesawat tempur buatan Tiongkok. Dalam duel udara itu, pesawat buatan Tiongkok berhasil menembak jatuh jet tempur India yang lebih mahal dan canggih. Insiden ini seolah menunjukkan bahwa keunggulan teknologi militer Tiongkok bukan sekadar propaganda, tapi mulai terbukti di medan tempur.

    Kini, saat Iran berada dalam tekanan besar akibat agresi militer Israel yang didukung penuh oleh Amerika Serikat, dunia kembali menahan napas. Apakah Tiongkok, bersama Rusia—dua sekutu Iran—akan turun tangan secara langsung? Apakah kecanggihan militer Tiongkok akan kembali diuji, kali ini dalam skala konflik yang lebih besar?

    Kita belum tahu pasti. Namun satu hal yang jelas: peta geopolitik dunia sedang bergeser, dan semua mata kini tertuju pada bagaimana dua raksasa dunia—Amerika Serikat dan Tiongkok—akan memainkan babak selanjutnya dalam sejarah peradaban manusia.***

    *) Penulis adalah : Aktivis NU Lampung, tinggal di Bandar Lampung.

  • Ketua Baru DWP Lampung Selatan Resmi Dilantik. Ratna Yanuana Siap Bawa Perubahan

    Ketua Baru DWP Lampung Selatan Resmi Dilantik. Ratna Yanuana Siap Bawa Perubahan

    nataragung.id – Kalianda – Estafet kepemimpinan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lampung Selatan resmi berganti. Ratna Yanuana Supriyanto dilantik sebagai Ketua DWP menggantikan Pelaksana tugas (Plt) sebelumnya, Elfi Kurniyati Dulkahar, dalam acara serah terima jabatan di Aula Krakatau, kantor bupati setempat, Selasa (24/6/2025).

    Dalam sambutannya, Ratna Yanuana Supriyanto menyampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan dan berkomitmen menjadikan DWP sebagai organisasi perempuan yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat.

    “Sebagai Ketua baru, saya sadar tanggung jawab ini besar. Namun dengan semangat dan dukungan semua pihak, Bismillah, kita BISA,” ucapnya optimis.

    Istri Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan itu juga menegaskan fokus utama DWP ke depan, yaitu memperkuat sinergi internal, meningkatkan program pemberdayaan perempuan, dan membangun ruang kolaborasi yang harmonis serta produktif.

    Mewakili Ketua TP PKK Zita Anjani, Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan, Reni Apriyani, turut menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua DWP yang baru dan mengapresiasi dedikasi Elfi Kurniyati selama masa transisi kepemimpinan.

    “Kami yakin, di bawah kepemimpinan Ibu Ratna, DWP akan semakin solid, sinergis dengan TP PKK, dan berkontribusi nyata dalam memberdayakan perempuan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga ASN di Lampung Selatan,” ujar Reni.

    Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarlembaga perempuan dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjut

    “Mari kita bahu membahu untuk mewujudkan visi Kabupaten Lampung Selatan yang berkeadilan, khususnya dalam aspek pemberdayaan perempuan,” tambahnya.

    Sementara itu, dalam kapasitasnya sebagai Penasihat DWP, Sekretaris Daerah Lampung Selatan, Supriyanto, memberikan apresiasi atas kinerja Elfi Kurniyati Dulkahar selama menjabat dan menyampaikan harapan besar kepada ketua yang baru.

    “Lampung Selatan tidak kekurangan perempuan hebat. Namun, kita memerlukan perempuan yang tangguh dan berdedikasi seperti Ibu Elfi. Saya percaya Ibu Ratna akan menjadi sosok inspiratif yang menopang peran strategis DWP dalam pembangunan daerah,” kata Supriyanto.

    Ia juga mengajak seluruh jajaran DWP untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan kolaborasi demi menghadirkan program-program yang bermanfaat, baik untuk organisasi maupun masyarakat secara luas.

    Dengan semangat dan kepemimpinan baru, DWP Lampung Selatan diharapkan terus berkembang sebagai wadah pemberdayaan perempuan yang kuat, solutif, dan berkontribusi dalam mendukung agenda pembangunan daerah. (mara)

  • Darmawan Siap Lakukan Perbaikan. Prioritaskan 3 Hal di Dinas Pendidikan Lampung Selatan

    Darmawan Siap Lakukan Perbaikan. Prioritaskan 3 Hal di Dinas Pendidikan Lampung Selatan

    nataragung.id – Kalianda – Usai menerima Surat Perintah Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan yang diserahkan oleh Sekretaris Daerah kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, Drs Muhammad Darmawan, MM., langsung bergerak cepat.

    Dihubungi melalui aplikasi WhatsApp Senin Malam (23/6/2025) terkait perasaan dirinya yang telah ditunjuk oleh bupati menjadi PLT Kadisdik, pria yang juga menjabat PLH Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setdakab Lampung Selatan ini menjelaskan bahwa dirinya mengucapakan terima kasih kepada Bapak Bupati Radityo Egi Pratama (Egi) atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya. “Terimakasih atas kepercayaan dari bapak bupati kepada saya,” tulis Darmawan.

    Ketika ditanyakan apa yang akan dilakukan dengan memegang dua jabatan sekaligus yaitu Kadis Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) serta PLT Kadisdik Lampung Selatan, Darmawan mengatakan bahwa tugas pokok sebagai Kadis Perpusip yang menjadi tugas definitif terus berjalan, karena hingga saat ini sedang berjalan bersama tim dinas Perpusip. “Alhamdulillah di Perpusip semua program sedang berjalan bersama tim di dinas,” tegas Darmawan.

    Sedangkan di Dinas Pendidikan (Disdik) Lampung Selatan ada 3 perioritas yang akan dikerjakan selama dirinya menjadi Pelaksana Tugas (PLT).

    Dijelaskannya perioritas pertama akan melakukan konsolidasi kedalam, berupa mengadakan evaluasi program dan capaian apa yang telah di peroleh dari program yang ada.

    Perioritas kedua, masih menurut Darmawan, dirinya akan melanjutkan program yang sedang berjalan. “Dari hasil evaluasi program, akan terlihat capaian apa yang telah di peroleh selama ini dan akan kita lanjutkan program yang sedang berjalan agar tidak stagnan,” beber Darmawan.

    Kemudian perioritas ketiga dirinya berjanji akan melakukan perbaikan-perbaikan terhadap semua hal di dinas pendidikan, bila diperlukan. “Itu 3 perioritas utama yang akan saya lakukan di dinas pendidikan, doakan agar semuanya bisa sesuai harapan semua pihak, khusus untuk perbaikan dunia pendidikan di Lampung Selatan,” tutup Darmawan.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya Drs. Muhammad Darmawan, M.M., mendapat tugas tambahan sebagai PLT Kepala Dinas Pendidikan menggantikan Kadisdik sebelumnya yaitu Asep Jamhur.

    Surat Perintah Pelaksanaan Tugas dari Bupati Lampung Selatan tertuang dalam surat bernomor : 800. 1.11.1/240/V/05/2025 tertanggal 23 Juni 2025 yang ditanda-tangani langsung oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, S.T., MBA.

    Dalam surat tersebut menunjuk Drs. M. Darmawan, MM., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan terhitung sejak tanggal di ditetapkan, selain sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan juga melaksanakan tugas sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan.

    Ditunjuknya Darmawan sebagai PLT Kadis Pendidikan, semakin memperpanjang jabatan eselon 2 yang disandang oleh mantan Kasubbag Protokol era Bupati H. Zulkifli Anwar ini.

    Darmawan selain menjabat Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, dirinya juga menyandang jabatan Pelaksana Harian (PLH) Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) karena Dul Kahar selaku Asisten Ekobang sedang menunaikan ibadah haji, dan kini kembali mendapat kepercayaan sebagai PLT Kadis Pendidik Kabupaten Lampung Selatan. (SMh)

  • Perkawinan Adat di Zaman Modern. Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

    Perkawinan Adat di Zaman Modern. Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

    nataragung.id – BANDAR LAMPUNG – Perkawinan merupakan institusi sosial yang tidak hanya menyatukan dua insan, tetapi juga dua keluarga, bahkan dua komunitas. Dalam masyarakat Lampung, perkawinan memiliki dimensi budaya dan spiritual yang sangat kaya. Ia bukan sekadar seremoni, melainkan manifestasi dari identitas, nilai, dan tata sosial masyarakat adat.
    Dua sistem utama adat Lampung, yaitu Saibatin dan Pepadun, memiliki tata cara perkawinan yang berbeda tetapi sama-sama mengandung nilai luhur yang mencerminkan penghormatan terhadap leluhur, komunitas, dan norma adat. Namun, di zaman modern ini, di mana efisiensi dan gaya hidup praktis lebih dikedepankan, banyak aspek dalam perkawinan adat mulai ditinggalkan atau dipandang usang.

    Judul “Perkawinan Adat di Zaman Modern” menjadi sangat relevan karena menyentuh persoalan aktual tentang bagaimana nilai-nilai budaya lokal dipertahankan atau tergerus dalam era globalisasi. Perubahan sosial yang cepat, ditambah penetrasi media sosial dan budaya luar, membuat generasi muda mulai meninggalkan praktik adat yang dianggap rumit, mahal, atau tidak praktis.
    Namun, di sisi lain, ada kebangkitan kesadaran budaya yang mulai muncul, terutama di kalangan pemuda-pemudi Lampung yang ingin kembali mengenali akar budayanya. Oleh karena itu, esai ini penting untuk merefleksikan bagaimana perkawinan adat dapat tetap relevan tanpa kehilangan makna aslinya.

    Perkawinan adat Lampung memiliki nilai-nilai yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalam proses junjungan (lamaran) dan serah-serahan, terdapat nilai etika komunikasi, penghormatan antar keluarga, serta keterlibatan komunitas dalam membangun relasi sosial yang sehat.
    Perkawinan juga mengajarkan pentingnya tanggung jawab, tidak hanya antara suami-istri, tetapi juga antar marga dan kerabat. Dalam adat Pepadun, proses seperti cangget (tarian adat) atau penyampaian piil-pusanggiri (kode etik harga diri) mengajarkan etika sopan santun, batas-batas pergaulan, dan makna kehormatan.
    Sementara itu, dalam adat Saibatin, yang bersifat aristokratis, setiap proses perkawinan melibatkan struktur hirarkis yang rapi. Hal ini memperlihatkan pentingnya disiplin sosial dan penghargaan terhadap sistem kekeluargaan. Tradisi ini mengajarkan generasi muda tentang nilai kesetiaan, tata krama, dan spiritualitas dalam membangun rumah tangga.

    Minat generasi muda terhadap perkawinan adat saat ini bersifat ambivalen. Di satu sisi, banyak yang merasa tertarik dan bangga mengenakan busana adat Lampung serta menyelenggarakan resepsi dengan sentuhan adat.
    Hal ini terlihat dari meningkatnya permintaan jasa rias dan pakaian adat Lampung pada momen pernikahan. Namun, di sisi lain, banyak pula yang memilih jalur pernikahan modern karena menganggap prosesi adat terlalu rumit, mahal, dan panjang.
    Beberapa pemuda merasa tidak memiliki cukup pengetahuan tentang proses adat, sementara yang lain terhambat oleh konflik keluarga terkait marga atau status sosial adat.
    Kurangnya literasi budaya di sekolah dan media juga menyebabkan pemahaman tentang adat menjadi dangkal atau bahkan salah kaprah. Meski begitu, komunitas budaya dan beberapa organisasi mahasiswa Lampung mulai aktif mengampanyekan pentingnya mempertahankan perkawinan adat sebagai simbol identitas etnis dan spiritualitas lokal.

    Beberapa tantangan yang dihadapi dalam pelestarian perkawinan adat Lampung antara lain:
    1. Komersialisasi dan formalitas semu – Banyak prosesi adat yang dilakukan sekadar untuk keperluan estetika, bukan lagi sebagai penghayatan nilai.
    2. Ketimpangan ekonomi – Biaya tinggi untuk menjalankan perkawinan adat lengkap menjadi beban bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
    3. Kurangnya regenerasi pemangku adat – Banyak tokoh adat yang sudah lanjut usia, namun belum ada pewarisan peran kepada generasi muda.
    4. Ketidakseimbangan gender dalam struktur adat – Sistem adat yang patriarkal seringkali membatasi peran perempuan, yang kemudian dikritik dalam kerangka modern.

    Agar perkawinan adat Lampung tetap hidup dan bermakna di era modern, diperlukan strategi pelestarian yang adaptif dan inklusif:
    1. Penyederhanaan proses tanpa mengurangi esensi. Pemerintah adat dan masyarakat dapat menyusun versi ringkas dari rangkaian adat yang masih menjaga makna, tetapi lebih realistis dari sisi waktu dan biaya.
    2. Edukasi budaya sejak dini. Materi tentang adat perkawinan perlu diajarkan di sekolah lokal dan kegiatan pemuda.
    3. Pelatihan regeneratif bagi calon tokoh adat. Ini akan mencegah kekosongan kepemimpinan adat di masa depan.
    4. Pelibatan perempuan dan generasi muda. Reformasi kecil dalam adat bisa dilakukan untuk memberi peran lebih luas bagi perempuan dan pemuda, termasuk dalam penyusunan acara, penyampaian petatah-petitih, dan pertunjukan budaya.
    5. Digitalisasi tradisi. Dokumentasi video, buku digital, dan podcast tentang perkawinan adat bisa menjadi media baru yang efektif untuk menjangkau generasi milenial.

    Perkawinan adat Lampung merupakan warisan budaya yang kaya nilai sosial, budaya, dan spiritual. Di tengah arus modernisasi yang kuat, upaya pelestarian tidak bisa sekadar bersandar pada kebanggaan masa lalu.
    Diperlukan pendekatan yang kreatif, adaptif, dan partisipatif agar nilai-nilai luhur adat dapat diteruskan tanpa terjebak dalam romantisme yang tidak realistis. Generasi muda bukan sekadar penonton, melainkan pewaris dan pembaru.
    Ketika adat dikembalikan kepada esensinya — sebagai pengikat sosial dan spiritual, maka ia akan tetap hidup, relevan, dan bermakna dalam setiap lembar kehidupan masyarakat Lampung, termasuk dalam momen sakral seperti perkawinan.

    Daftar Pustaka
    1. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1999). Adat Istiadat Daerah Lampung. Jakarta: Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah.
    2. Zuhdi, M. (2017). “Transformasi Sosial Adat Lampung di Tengah Modernitas.” Jurnal Masyarakat dan Budaya, 19(2), 133–150.
    3. Hidayat, S. (2014). Struktur Sosial dan Identitas Kultural dalam Masyarakat Adat Lampung. Bandar Lampung: Universitas Lampung Press.
    4. Yunus, A. (2008). Warisan Budaya Lampung: Antara Eksistensi dan Pelestarian. Bandar Lampung: Balai Kajian Sejarah dan Budaya.
    5. Kurniawan, T. (2020). “Revitalisasi Perkawinan Adat dalam Kehidupan Modern.” Jurnal Antropologi Indonesia, 41(1), 45–63.

    *) Penulis Adalah Saibatin dari Kebandakhan Makhga Way Lima. Gelar Dalom Putekha Jaya Makhga, asal Sukamarga Gedungtataan, Pesawaran. Tinggal di Labuhan Ratu, Bandar Lampung.

  • Diduga Buntut Teguran Wakil Ketua DPRD, Asep Jumhur di Nonjob-kan Dari Kadisdik Lampung Selatan

    Diduga Buntut Teguran Wakil Ketua DPRD, Asep Jumhur di Nonjob-kan Dari Kadisdik Lampung Selatan

    nataragung.id – Kalianda – Diduga buntut dari teguran yang dilakukan oleh Merik Havit, S.H, M.H., wakil ketua DPRD Lampung Selatan yang juga merangkap koordinator Komisi IV DPRD setempat, Asep Jamhur, dinon-jobkan dari kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, berhitung sejak tanggal 23 Juni 2025. Selanjutnya Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama (Egi) menunjuk Drs. M. Darmawan, MM, sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan.

    Surat Perintah Pelaksanaan Tugas dari Bupati Lampung Selatan tertuang dalam surat nomor : 800. 1.11.1/240/V/05/2025 tertanggal 23 Juni 2025 yang ditanda-tangani langsung oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, S.T., MBA.

    Dalam surat tersebut menunjuk Drs. M. Darmawan, MM., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan terhitung sejak tanggal di ditetapkan, selain sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan juga melaksanakan tugas sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan.

    Ditunjuknya Darmawan sebagai PLT Kadis Pendidikan, maka Semakin memperpanjang jabatan eselon 2 yang disandang oleh mantan Kasubbag Protokol era Bupati H. Zulkifli Anwar ini.

    Darmawan selain menjabat Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, dirinya juga menyandang jabatan Pelaksana Harian (PLH) Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) karena Dul Kahar selaku Asisten Ekobang sedang menunaikan ibadah haji, dan kini kembali mendapat kepercayaan sebagai PLT Kadis Pendidik Kabupaten Lampung Selatan.

    Untuk diketahui, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara komisi IV DPRD dan Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, Hari Selasa (17/6/2025), Merik Havit, Wakil Ketua 1 DPRD sekaligus merangkap koordinator komisi IV menegur jajajaran dinas pendidikan akibat tidak menguasai data terkait jumlah sekolah dan jumlah siswa yang menjadi kewenangan Kabupaten Lampung Selatan.

    “Ya udah gini kalau masih lama nanti datanya kirim ke saya, karena menjadi pembelajaran juga, seharusnya dinas pendidikan kabupaten Lampung Selatan punya data berapa sekolah SD swasta berapa muridnya, berapa jumlah sekolah SMP swasta berapa muridnya, kata Merik Havit dalam RDP kala itu, dihadapan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan Asep Jamhur dan jajarannya, seperti dilansir dari kupastuntas.co (17/06/2025)

    Ketika dikonfirmasi adanya dugaan di non-jobkannya Kadis Pendidikan, terkait dengan teguran tersebut, dengan santai Merik Havit menjawab. “pergantian itu hak-nya bupati,” ucap Merik Havit singkat.

    Sementara itu baik Asep Jamhur maupun Darmawan, hingga berita ini diturunkan belum memberikan komentar terkait pergantian jabatan kadis pendidikan yang terkesan mendadak ini. Di hubungi melalui aplikasi WhatsApp, meskipun pesan terkirim dan dibaca, namun keduanya tidak memberikan respon apapun. (SMh)

  • Dihadiri 37 Anggota, DPRD dan Pemkab Lampung Selatan Sepakat Ubah Prioritas Anggaran

    Dihadiri 37 Anggota, DPRD dan Pemkab Lampung Selatan Sepakat Ubah Prioritas Anggaran

    nataragung.id – Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan resmi menyepakati Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

    Kesepakatan ini dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, dan unsur pimpinan DPRD: Ketua Erma Yusneli, Wakil Ketua I Merik Harvit, Wakil Ketua II A. Benny Raharjo, dan Wakil Ketua III Bella Jayanti.

    Penandatanganan dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Lampung Selatan pada Senin, 23 Juni 2025, dihadiri oleh 37 dari 50 anggota dewan dari seluruh fraksi: PKB, Gerindra, PDI-P, Golkar, NasDem, PKS, PAN, dan Demokrat.

    “Kesimpulan rapat paripurna hari ini adalah menerima dan menyetujui KUA PPAS Perubahan APBD Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2025 untuk disepakati bersama,” ujar Ketua DPRD Lampung Selatan, Erma Yusneli, selaku pimpinan rapat.

    Instrumen Kebijakan Pembangunan Tahun 2025

    Mewakili Bupati Lampung Selatan, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar menjelaskan bahwa kesepakatan ini menjadi bentuk persetujuan antara pihak eksekutif dan legislatif untuk pelaksanaan pembangunan daerah.

    “Dengan sinergi antara eksekutif dan legislatif, Pemkab Lampung Selatan tetap berkomitmen memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat demi terwujudnya cita-cita mulia: Lampung Selatan yang maju,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar menambahkan bahwa Perubahan KUA-PPAS merupakan dokumen responsif terhadap: dinamika kebutuhan masyarakat, perkembangan ekonomi terkini, serta kondisi fiskal daerah yang terus bergerak dinamis.

    Dokumen ini tidak hanya mencerminkan strategi anggaran, tetapi juga menjawab tantangan aktual yang dihadapi masyarakat Lampung Selatan.

    “Seluruh catatan, koreksi, rekomendasi, kritik, dan saran dari Badan Anggaran DPRD telah kami terima. Itu akan menjadi materi penting dalam penyusunan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025,” tutupnya. (mara)

  • Serangan Kosong Amerika Gagal Lumpuhkan Iran

    Serangan Kosong Amerika Gagal Lumpuhkan Iran

    nataragung.id – LAMPUNG SELATAN – Serangan Amerika Serikat terhadap tiga situs nuklir Iran baru-baru ini memunculkan satu pertanyaan besar yang menggema di ruang-ruang strategis dunia. Apakah benar kekuatan nuklir Iran telah berhasil dilumpuhkan? Jawabannya tegas dan tak terbantahkan, tidak.

    Apa yang dilakukan oleh Amerika, dengan dukungan diam-diam dari Israel, bukanlah aksi militer presisi yang strategis, melainkan reaksi frustasi politik yang lahir dari tekanan internal Gedung Putih, terutama dari lobi pro-Israel dan ambisi Netanyahu yang nyaris obsesif terhadap Iran. Serangan ini menyasar fasilitas Fordow, Isfahan, dan Natanz, tidak mengubah apapun secara substansial dalam infrastruktur nuklir Iran. Mengapa? Karena Iran sudah tahu akan diserang. Iran Sudah Bersiap Sebelum Peluru Pertama Dilepaskan

    Jauh sebelum rudal Amerika meluncur, Iran telah mengevakuasi aset nuklirnya ke lokasi-lokasi rahasia yang tidak diketahui siapapun, bahkan sebagian besar elite militer Iran pun tidak diberi akses terhadap informasi tersebut.

    Fasilitas nuklir semacam Fordow, Isfahan, dan Natanz sebenarnya telah dikosongkan dari aset vital sejak dua bulan sebelum serangan. Tidak kurang dari 1.100 unit centrifuge IR-1 dan 3.000 unit IR-6 telah dipindahkan ke tempat yang jauh lebih aman. Iran kini menyimpan lebih dari 9.000 kg uranium yang sudah diamankan dengan protokol pertahanan berlapis. Maka serangan Amerika tersebut tak lebih dari teaterikal politik, bukan operasi militer yang efektif.

    Bahkan serangan dilakukan secara tergesa-gesa. Pesawat bomber AS yang diklaim siluman, seperti B-2 Spirit, harus segera keluar dari wilayah Iran sesegera mungkin. Mengapa? Karena Iran kini memiliki sistem pertahanan udara yang mampu menjatuhkan pesawat-pesawat tercanggih Amerika. Terlambat beberapa menit saja, pesawat itu bisa berubah menjadi puing besi.

    Perlu dicatat bahwa program nuklir Iran dibangun dengan landasan diplomasi dan hukum internasional. Iran adalah anggota sah NPT (Non-Proliferation Treaty) dan mengizinkan inspeksi rutin oleh IAEA. Namun, AS dan Israel terus mengabaikan kerangka hukum ini dan berusaha menghancurkan program nuklir Iran tanpa dasar hukum yang sah. Ini adalah pelanggaran terhadap norma internasional dan logika geopolitik yang rasional.

    Iran sangat menyadari sensitivitas isu nuklir ini. Bagi Republik Islam tersebut, program nuklir bukan hanya alat energi atau militer, melainkan simbol kedaulatan dan harga diri bangsa. Iran telah bertahan di bawah embargo selama 46 tahun dan tak akan gegabah membiarkan aset strategisnya menjadi sasaran empuk.

    Iran memilih jalur retaliasi yang sistematis. Fokus Iran bukan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di Teluk, karena itu hanya akan menyebar energi dan membuka front baru yang tidak efisien. Sebaliknya, Iran memilih satu titik fokus, menggempur jantung Israel, Tel Aviv, Haifa, dan kota-kota strategis lain, dengan rudal-rudal presisi tinggi.

    Inilah kejeniusan militer Iran, memukul musuh di titik yang paling menyakitkan secara politik dan psikologis. Dalam waktu dua minggu, Israel berubah drastis menjadi negara dalam kepanikan, ekonomi lumpuh, sosial kacau, elit politik saling menyalahkan, dan jutaan warga hidup dalam ketakutan serta pengungsian.

    Dan dunia tidak tahu betapa parahnya kehancuran itu, karena media internasional menyensor dan membungkam laporan-laporan objektif dari lapangan.

    Iran tidak tergesa-gesa menutup Selat Hormu, jalur vital 50% lalu lintas minyak dunia, karena tahu tindakan itu akan merugikan partner strategisnya sendiri seperti China dan Eropa. Selain itu, penutupan Hormuz bisa digunakan Amerika sebagai dalih untuk menyerang Iran secara besar-besaran atas nama “stabilitas internasional”.

    Iran akan menjaga kartu ini sampai benar-benar terancam secara eksistensial. Jika saat itu tiba, bukan hanya Hormuz yang akan ditutup. Iran juga akan mengaktifkan sel-sel militernya di berbagai belahan dunia untuk menggempur kepentingan AS dan Israel dalam skala global.

    Sementara rudal-rudal Iran mengguncang Israel, diplomasi Teheran tidak berhenti. Menlu Iran bahkan dijadwalkan menemui Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk memperkuat poros anti-AS bersama China. Ini bukan hanya perang militer, tetapi juga perang propaganda dan persepsi global.

    Menariknya, setelah serangan “kosong” ke Iran, AS langsung memberi sinyal ingin membuka jalur diplomasi. Menlu AS menyatakan bahwa serangan tersebut ditujukan pada “rezim”, bukan rakyat Iran, retorika klasik yang menunjukkan kepanikan Washington atas efek kebangkitan nasionalisme rakyat Iran di bawah Khamenei. Iran menanggapi dengan dingin, “No, thank you.” Tidak ada dialog. Tidak ada kompromi.

    Jika perang ini berlanjut, kehancuran Israel yang kian parah justru menjadi kekuatan diplomatik Iran. Dunia menyaksikan satu hal, bahwa kekuatan regional non-Barat mampu menghadapi tekanan koalisi Barat dengan kekuatan yang terukur, strategis, dan berbasis kedaulatan.

    Amerika Serikat, yang selama ini mengklaim sebagai penjaga stabilitas global, justru kehilangan legitimasi karena gagal melumpuhkan Iran dan mempermalukan sekutunya sendiri, Israel, di hadapan dunia.

    Iran tak perlu membalas serangan nuklir dengan bom nuklir. Cukup membuat Tel Aviv menjadi kota yang tidak layak huni, dan itu sudah menjadi pil pahit bagi seluruh aliansi Atlantik. Setiap rudal yang menghantam jantung Israel bukan hanya menghancurkan bangunan. Ia menghancurkan mitos keabadian dominasi Barat atas Timur. Tabik.

    Keterangan Foto : Bangunan di Tel Aviv yang rusak parah setelah serangan rudal dari Iran

    Penulis : Elazka Dads (Pemerhati Perang Iran-Israel dan Tukang Ngobrol Ngalor Ngidul)

  • Parlemen Iran Setujui Penutupan Selat Hormuz, Dunia Waspada Lonjakan Harga Minyak

    Parlemen Iran Setujui Penutupan Selat Hormuz, Dunia Waspada Lonjakan Harga Minyak

    nataragung.id – Teheran -Parlemen Iran pada Minggu malam (22 Juni 2025) secara resmi menyetujui mosi untuk menutup Selat Hormuz, jalur laut strategis yang dilalui hampir seperempat pasokan minyak dunia. Keputusan ini diambil sebagai bentuk respons terhadap serangan udara Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir Iran yang terjadi akhir pekan lalu.

    Langkah parlemen tersebut menandai peningkatan tensi geopolitik secara dramatis di kawasan Teluk. Meski belum bersifat final, keputusan ini kini menunggu persetujuan dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

    “Setiap pelanggaran terhadap kedaulatan kami akan dibalas dengan tindakan strategis. Penutupan Selat Hormuz adalah hak Iran dalam mempertahankan harga dirinya,” ujar Javad Karimi-Ghodousi, anggota parlemen senior dari Komisi Keamanan Nasional.

    Selat Hormuz adalah jalur sempit sepanjang 6 mil laut yang menghubungkan Teluk Persia dengan laut lepas. Sekitar 20–25% pasokan minyak mentah dunia melewati jalur ini setiap harinya. Jika benar-benar ditutup, para analis memperkirakan harga minyak global dapat melonjak drastis, dan pasokan energi internasional akan terguncang hebat.

    Langkah ini juga memicu kekhawatiran internasional. Pemerintah Amerika Serikat, melalui pernyataan Gedung Putih, telah memperingatkan bahwa setiap upaya penutupan Selat Hormuz akan dianggap sebagai tindakan agresi dan dapat memicu respons militer.

    Sementara itu, negara-negara pengimpor utama seperti China, Jepang, dan India mendesak semua pihak menahan diri dan menekankan pentingnya menjaga stabilitas jalur perdagangan energi global.

    Hingga kini, belum ada indikasi bahwa Iran benar-benar mulai melakukan tindakan fisik di wilayah selat tersebut, seperti penempatan ranjau laut atau penghalangan kapal tanker. Namun, militer Iran dilaporkan sudah meningkatkan kesiapsiagaan armada laut dan rudal pantainya di sekitar kawasan Hormuz.

    Penutupan Selat Hormuz, jika terealisasi, akan menjadi pukulan besar terhadap ekonomi global dan berpotensi menyeret kawasan ke dalam konflik militer terbuka. (SMh)

    Sumber: Theguardian & NYPost

  • Mantan Ketua PC NU Ditunjuk Jadi Plt Ketua Baznas Lampung Selatan

    Mantan Ketua PC NU Ditunjuk Jadi Plt Ketua Baznas Lampung Selatan

    nataragung.id – Kalianda – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana tugas (Plt) Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lampung Selatan kepada mantan ketua PC NU Kabupaten Lampung Selatan, KH Nur Mahfudz, dalam sebuah acara yang digelar di rumah dinas bupati setempat, Jumat, 20 Juni 2025.

    Penunjukan KH Nur Mahfudz tertuang dalam SK Bupati Nomor: B/276/I.02/HK/2025, dengan masa jabatan terhitung sejak 20 Juni 2025 hingga ditetapkannya Ketua Baznas definitif.

    Pengangkatan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan Ketua Baznas Lampung Selatan setelah pejabat sebelumnya, A. Mukhlisin, resmi diterima sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kementerian Agama Lampung Selatan.

    “Iya, Ketua Baznas yang lama diterima sebagai PPPK Kementerian Agama Lampung Selatan,” jelas Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, Firmansyah.

    KH Nur Mahfudz, yang dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah Lampung Selatan, diharapkan segera melakukan penyesuaian teknis bersama jajaran pengurus Baznas lainnya. Langkah ini penting agar roda organisasi Baznas tetap berjalan optimal dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Dengan kepemimpinan baru, Baznas Lampung Selatan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan penyaluran dana zakat secara lebih transparan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat maksimal bagi kaum dhuafa. (mara)