MIMBAR JUM’AT : Penyesalan yang Terlambat: Angan-Angan Orang yang Telah Wafat. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Al-Qur’an menggambarkan dengan sangat jujur penyesalan manusia ketika tirai kehidupan dunia telah ditutup. Saat itu, tidak ada lagi kesempatan beramal, yang tersisa hanyalah angan-angan yang terlambat, ucapan “seandainya” yang tak lagi berguna.

Allah mengabadikan penyesalan itu agar orang-orang yang masih hidup mengambil pelajaran.

1.“Seandainya Aku Dahulu Hanyalah Tanah”

﴿ يَا لَيْتَنِي كُنتُ تُرَابًا ﴾

“Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu hanyalah tanah.” (QS. An-Naba’ [78]: 40)

Ini adalah penyesalan orang kafir ketika menyaksikan hisab dan azab. Ia berharap tidak dibangkitkan, karena beratnya pertanggungjawaban di hadapan Allah.

2.“Seandainya Aku Telah Mempersiapkan Amal untuk Kehidupanku”

﴿ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي ﴾

“Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu mempersiapkan (amal) untuk hidupku ini.” (QS. Al-Fajr [89]: 24)

Kehidupan hakiki bukanlah dunia, melainkan akhirat. Penyesalan ini lahir karena seseorang menunda taubat dan amal saleh, mengira hidup masih panjang.

Baca Juga :  KHUTBAH JUM'AT: Rasulullah SAW Diutus Untuk Menyempurnakan Akhlak. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

3.“Seandainya Aku Tidak Menerima Kitab Catatan Amalanku”

﴿ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ ﴾

“Wahai, seandainya aku tidak diberikan kitab catatan amalanku.” (QS. Al-Haqqah [69]: 25)

Inilah jeritan orang yang menerima kitab dari sebelah kiri, ketika semua dosa tersingkap tanpa tersisa.

4.“Seandainya Aku Tidak Menjadikan Si Fulan Teman Dekat”

﴿ يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا ﴾

“Celakalah aku, seandainya aku tidak menjadikan si fulan sebagai teman dekat.” (QS. Al-Furqan [25]: 28)

Teman yang buruk bisa menyeret seseorang jauh dari ketaatan. Penyesalan ini muncul karena salah memilih lingkungan.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

«الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ»

“Seseorang itu mengikuti agama (jalan hidup) teman dekatnya. Maka hendaklah kalian memperhatikan siapa yang dijadikannya teman.” (HR. Abu Dawud)

5.“Seandainya Kami Taat kepada Allah dan Rasul”

Baca Juga :  MIMBAR JUM'AT : Harga Sebuah Petunjuk. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

﴿ وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا ۝ رَبَّنَا آتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ ﴾

“Dan mereka berkata: ‘Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan yang benar.’” (QS. Al-Ahzab [33]: 67–68)

Penyesalan ini muncul karena taat kepada manusia namun lalai taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

6.“Seandainya Aku Mengambil Jalan Bersama Rasul”

﴿ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا ﴾

“Wahai, seandainya aku mengambil jalan bersama Rasul.” (QS. Al-Furqan [25]: 27)

Mengikuti Rasul shallallahu alaihi wasallam bukan sekadar klaim cinta, tetapi meneladani sunnahnya dalam akidah, ibadah, dan akhlak.

7.“Seandainya Aku Bersama Mereka, Aku Akan Meraih Kemenangan Besar”

﴿ يَا لَيْتَنِي كُنتُ مَعَهُمْ فَأَفُوزَ فَوْزًا عَظِيمًا ﴾

“Wahai, seandainya aku bersama mereka, niscaya aku akan meraih kemenangan yang besar.” (QS. An-Nisa’ [4]: 73)

Baca Juga :  MIMBAR JUMAT : Puasa Membentuk Pribadi Yang Muttaqin Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Penyesalan orang yang menyia-nyiakan kesempatan berjuang di jalan Allah dan beramal bersama orang-orang saleh.

Penutup: Pesan untuk yang Masih Hidup
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

«اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ… وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ»

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara… hidupmu sebelum matimu.” (HR. Al-Hakim)

Semua “seandainya” itu adalah penyesalan orang yang telah wafat.

Adapun kita, yang masih diberi napas, waktu, dan kesempatan,
masih mampu mengubah penyesalan menjadi amal, dan angan-angan menjadi kenyataan.

Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang sadar sebelum terlambat,
bertaubat sebelum ajal, dan beramal sebelum penyesalan.
(KIS).

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini